Sabtu, 24 Agustus 2013

Resume Mitigasi Bencana OSKM 2013

Bencana bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, diantaranya gempa bumi dan kebakaran. Bencana ini dapat mengakibatkan resiko yang besar bahkan hingga menelan korban jiwa. Untuk itu kita harus mengetahui apa saja yang harus kita lakukan agar bisa mengurangi resiko yang terjadi.

1. Gempa bumi
                Mitigasi gempa bumi terbagi 2, yaitu di dalam ruangan dan di luar ruangan. Saat di dalam ruangan segera cari tempat berlindung seperti di bawah meja dan jangan langsung berlari untuk mencari jalan keluar. Setelah gempa reda kita harus tetap tenang dan segera mencari jalan keluar sambil melindungi kepala. Jika berada di lantai atas keluarlah dengan menggunakan tangga darurat, jangan menggunakan lift. Saat berada di luar ruangan, segera jauhi bangunan dan pepohonan dan cari tempat berkumpul terdekat sambil melindungi kepala.


2. Kebakaran
                Mitigasi kebakaran juga terbagi 2, yaitu di dalam dan di luar ruangan. Saat di dalam ruangan segera berteriak, carilah alarm kebakaran terdekat lalu nyalakan alarm kebakaran tersebut. Sebagai tindakan pertama padamkan api dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Jika api terlalu besar segera hubungi K3L dan selamatkan diri anda segera. Selalu kenali denah gedung yang anda masuki. Saat di luar ruangan, segera hubungi K3L dan selamatkan diri anda.

Muhammad Yogi Saputra
FMIPA
16013072

Resume OSKM 2013 24 Agustus Oleh David

Visi yang Ber-KeTuhanan
Visi yang harus ditanamkan pada setiap individu dalam menjalani kehidupan di muka bumi ini. Kenapa sih visi yang ber-KeTuhanan harus dimiliki oleh setiap individu? Karena kita semua merupakan citra Allah. Sebagai citra Allah kita harus juga memiliki ciri-ciri dari Allah yaitu memiliki rasa Cinta Kasih. Jadi dalam setiap visi yang kita miliki, kita harus menerapkan cinta kasih yang ada dalam diri kita supaya mewujudkan kebebasan substansial, yaitu kebebasan yang tidak merugikan orang lain dan selalu bertanggung jawab atas apa yang telah kita perbuat serta dapat juga membawa dampak yang berguna bagi masyarakat.

Kolaborasi dan Management Konflik
Kolaborasi merupakan penggabungan bnyak orang yang berguna untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan yang ingin dicapai dengan adanya kolaborasi ada 3 yaitu memecahan masalah, meciptakan sesuatu dan menemukan sesuatu yang ada dalam hambatan. Hambatannya adalah skill, persepektif, modal, ego, dan kearifan konvensional. Point yang penting dalam kolaborasi adalah pertama team building yang merupakan proses untuk membentuk tim yang kompak dan kedua adalah sejarah pergerakan yaitu belajar dari masa lalu supaya tim yang sudah dibuat dapat memenuhin kekurangan yang ada dimasa lalu.
Dalam kolaborasi pasti akan muncul adanya konflik karenan adanya perbedaan ide. Maka dari itu perlu adanya Management Konflik untuk menanganinya. Konflik dapat terjadi antar personal atau antar organisasi. Terdapat 3 pendakatan pada konflik personal yaitu pertama lose-lose adalah pendekatan dimana kedua belah pihak yang bermasalah menjadi dirugikan, kedua win-lose adalah dimana 1 pihak diuntungkan dan pihak yang lain dirugikan, dan yang terakhir win-win adalah dimana 2 pihak yang berkonflik diuntungkan. Terdapat juga 3 pendekatan pada konflik organisasi yaitu pertama Bargaining Approach dimana SDM kurang harus ada pemanfaatan SDM yang efektif serta pengefektifan kerja tapi tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, kedua Bureacratic Approach dimana ada struktur kepemimpinan (pendekatan secara vertikal) dengan atasan yang membuat peraturan untuk bawahannya tapi akan terjadi masalah jika bawahan tidak mau diatur oleh atasannya, dan yang terakhir adalah System Approach dimana terjadi kelebihan SDM sehinggga untuk menguranginya diadakan seleksi yang sesuai tapi juga harus menhindari saling ketergantungan anatar yang lain.

Cinta Tanah Air
Terdapat 4 hal penting dalam Cinta Tanah Air. Pertama adalah Identitas Bangsa yaitu ciri khas suatu bangsa. Ciri khas bangsa kita adalah ragam budaya yang melimpah serta keanekaragam hayati yang melingkupi setiap daerah di Indonesia. Untuk itu kita harus memperkenakan Identitas Bangsa kita kepada orang lain. Kedua Wujud Cinta Tanah Air dapat diwujudkan dengan ingin mengal bangsa kita sendiri, mau melakukan hal yang terbaik dalam diri kita untuk megharumkan nama bangsa, dan mencintai produk dan budaya dalam negri contohnya membeli produk Indonesia. Ketiga Realitas Bangsa yaitu kenyataan bangsa. Dengan mengetahui kenyataan yang ada di dalam bangsa kita diharapkan kita dapat memperbaiki keburukan didalammnya. Dan yang terakhir adalah Visi Bangsa. Untuk memajukan bangsa kita perlu untuk membuat visi apa saja yang berguna untuk bangsa dengan tujuan mengatsi kenyataan bangsa.

Urgensi Kemahasiswaan
Dalam urgensi kemahasiswaan diperlukan Falsafah Kemahasiswaaan dengan ide POPOPE. POPOPE adalah singkatan dari Posisi, Potensi, Peran. Posisi Mahasiswa ada dalam irisan 3 lapisan masyarakat yaitu masyarakat ekonomi, politik dan sipil. Dengan posisi ini diharapkan dapat membawa kestabilan masyarakat. Potensi yaitu kemampuaan yang ada dalam diri mahasiswa yang harus bisa dikembangkan untuk kepentingan masyarakat. Potensi potensi itu adalah kritis, idealis, independent, semangat, kretif, inovatif, dan jaringan. Peran mahasiswa ada 3 yaitu Iron stock yaitu penerus bangsa yang selalu bisa ditempa dan dibentuk serta dikembangkan menjadi lebih baik, Guardian of Value yaitu menjaga nilai luhur dalam masyarakat, dan Agent of Change yaitu agen dalam suatu perubahan. Disamping itu kita harus mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran (harus blajar dan mengajarkan orang lain), Penelitian dan Perkembangan (Ilmu yang kita pelajari kita kembangkan untuk menciptakan sesuatu), dan Pengabdian Masyarakat (hasil karya kita dapat dipakai dan berguna bagi masyarakat luas.

Budaya Kampus
Budaya kampus merupakan budaya yang ingin dikembangkan dalam kampus. Budaya kampus diatur oleh setiap kabinet mahasiswa yang sedang memerintah saat itu. Budaya kampus yang ingin dikembangkan adalah diskusi, peduli lingkungan, integritas akademik, wawasan kebangsaan, apresiasi, inovasi, kewirausahaan menulis, berkeinginan menjadi pemimpin, budaya mahasiswa dekat masyarakat dan lingkungan.

KM ITB / Kabinet Mahasiswa ITB
Anggota KM ITB adalah semua mahasiswa S1. Presisden KM dipilih mahasiswa.


Mitigasi Bencana

Bencana datang tanpa peringatan, salah satu bencana tersebut adalah gempa bumi dan kebakaran. Terdapat cara untuk mengurangi resiko dari bencana tersebut yang dikenal dengan mitigasi.

Dalam mengatasi gempa bumi mitigasi dibagi menjadi dua, yaitu dalam ruangan dan luar ruangan. Cara mengatasi gempa saat kita berada di dalam ruangan adalah secepatnya mencari tempat berlindung seperti di bawah meja, setelah gempa berhenti kita harus tetap tenang dan mencari jalan keluar ruangan dengan melindungi kepala. Hal yang salah adalah menggunakan lift untuk keluar dari ruangan tersebut. Untuk mengatasi gempa saat diluar ruangan, kita harus segera menjauhi bangunan dan pepohonal carilah tempat berkumpul terdekat dengan tetap melindungi kepala.

Untuk mengatasi kebakaran mitigasi dibagi menjadi dua. Ketika terjadi kebakaran dan kita berada dalam ruangan cara mengatasinya adalah segeralah berteriak lalu mencari alarm kebakaran dan APAR, jika api terlalu besar dan tidak bisa dipadamkan dengan APAR segera hubungi pemadam kebakaran atau K3L. Kita diharuskan untuk mengenali ruangan yang kita datangi secara detail. Jika kebakaran terjadi di luar ruangan, kita bisa menghubungi pemadam kebakaran atau K3L dengan segera.

Agung Hidayat
16413070

Resume OSKM 2013 24 Agustus 2013

Visi Hidup Berdasarkan Ketuhanan

Visi yang harus dimiliki setiap individu dalam menjalani hidupnya adalah visi berdasarkan KeTuhanan. Visi ini harus dimiliki karena semua aspek kehidupan tidak lepas dari peran Tuhan. Allah menyuruh kita untuk saling mencintai dengan kasih sayang. Jadi didalam setiap visi yang kita miliki harus disertai dengan cinta kasih agar terwujudnya kebebasan substansial, yaitu kebebasan yang tidak merugikan orang lain.

Kolaborasi

Kolaborasi adalah penggabungan banyak orang untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan dari berkolaborasi adalah untuk memecahkan masalah, menciptakan sesuatu, dan menemukan sesuatu didalam hambatan. Tentunya terdapat banyak hambatan dalam menerapkan kolaborasi yaitu, keahlian, waktu, biaya,kompetisi, dan kearifan konvensional.

Dalam berkolaborasi wajar jika terjadi perselisihan gagasan antara pihak satu dengan yang lainnya. Hal ini terjadi karena tidak terjadinya kesepakatan sehingga terjadi konflik.

Konflik dikelompokkan menjadi dua, antar personal dan organisasi. Untuk menyelesaikam konflik antarpersonal terdapat 3 pendekatan, yaitu   Lose-Lose dimana Kedua belah pihal dirugikan, pendekatan ini tidak disarankan karena solusi yangdiambil merupakan solusi yang tidak baik. Kedua Win-Lose, pendekatan ini juga tidak disarankan karena merugikan salah satu pihak dan akan menghasilkan masalah baru. Ketiga Win-Win, tentunya pendekatan ini merupakan yang terbaik karena menguntungkan kedua belah pihak.

Manajemen konflik keorganisasian dibedakan menjadi tiga pendekatan, pertama Bargaining Approach yaitu manajeman konflik yang merujuk pada kelompok yang berkompetisi karena keterbatasan sumber daya. Strategi yang digunakan untuk mengatasi konflik adalah dengan membagi secara merata kesempatan memper oleh sumberdaya atau mengurangi keinginan untuk mendapatkan sumberdaya. Kedua Bureauctratic Approach yang merujuk pada hubungan kewenangan secara vertikal. Konflik akan terjadi apabila pihak atasan ingin melakukan pengendalian tetapi pihak bawah menolak. Ketiga System Approach, apabila dua pendekatan diatas gagal, maka pendekatan sistem berisi koordinasi berbagai masalah. Pendekatan ini merujuk pada hubungan horizontal. Strategi yang digunakan untuk mengurangi konflik yaitu dengan mengurangi perbedaan terhadap tujuan dengan melakukan seleksi. Strategi lain dengan menguragi ketergantungan fungsional.

Cinta Tanah Air

Identias bangsa adalah ciri khas dari suatu bangsa, contohnya bendera dan budaya. Identitas tersebut harus diperkenalkan ke bangsa lain agar ciri tersebut tetap ada dan dikenal oleh masyarakat global. Setelah mengetahui apa identitas bangsa kita tentunya kita akan mewujudkan cinta kita terhadap tanah air dengan melakukan hal yang terbaik. Contohnya dengan mengikuti upacara, menghargai budaya, memakai produk dalam negeri.

Dengan mencintai bangsa kita akan melihat realitas bangsa, yaitu kenyataan yang ada pada bangsa ini, kita harus melihatnya untuk memperbaiki bangsa kita. Setelah mengetahui kenyataan yang ada pada bangsa, kita harus memiliki visi kebangsaan yaitu tujuan untuk menyelesaikan realita yang ada pada negeri ini.

Urgensi Kemahasiswaan

Falsafah Kemahasiswaan ada tiga yaitu posisi, potensi, dan peran. Falsafah tersebut biasa dikenal dengan PoPoPe.

Posisi :
  • Masyarakat Ekonomi : masyarakat yang memperjuangkan ekonominya.
  • Masyarakat politik     : masyarakat yang memperjuangkan kedudukan dalam masyarakat
  • Masyarakat Sipil        : masyarakat yang memperjuangkan kepentingan rakyat atau bangsa
Mahasiswa adalah masyarakat sipil yang terpelajar yaitu gabungan dari ketiga lapisan masyarakat diatas.

Potensi :

Mahasiswa memiliki beberapa potensi yaitu kritis, idealis, independen,semangat, kreativitas, jaringan, dan ilmu yan bervariatif.

Peran :
  • Agent of Change   : Mahasiswa berperan untu mengubah bangsa menjadi lebih baik
  • Guardian of Value : Menjadi penjaga dari nilai luhur
  • Iron Stock            : Menjadi penerus bangsa, mahasiswa diibaratkan sebagai besi karena besi bersifat                               keras sebagaimana mahasiswa yang bersifat idealis dan besi yang dapat ditempa                                dan dibentuk sebagaimana mahasiswa yang ditempa dan dibentuk di kampus.
Tujuan dari itu adalah terwujudnya Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengembangan, penelitian dan pengembangan dan pengabdian masyarakat.

Budaya Kampus

  1. Diskusi
  2. Peduli Lingkungan
  3. Integritas Akademik
  4. Wawasan Kebangsaan
  5. Apresiasi
  6. Inovasi
  7. Kewirausahaan
  8. Menulis
  9. Berkeinginan jadi pemimpin
  10. Budaya dekat dengan masyarakat
  11. Budaya dekat dengan alam
Kesebelas budaya kampus diatas adalah budaya yang ingin dikembangkan di dalam kampus.

Agung Hidayat
16413070

Review materi 24 agustus 2013



Sesi 1 by Sri Rohani GAMAIS
“Visi Berdasar Ketuhanan”
            Sekarang di Indonesia sedang berkembang paham pluralisme. Pluralisme adalah  paham yang menganggap semua agama itu benar.Itu mencerminkan UUD 1945 pasal 29. Tetapi, sebenarnya paham itu malah akan menghancurkan kita. Yang harus ditekankan, segala sesuatu yang kita lakukan semua untuk Allah SWT karena Ia adalah tujuan hidup kita.
            Banyak pendapat yang mengatakan alasan dari kita bisa memeluk agama Islam. Sebagian besar dari masyarakat Indonesia kebanyakan memang dilahirkan dari keluarga yang berlatar belakang Islam. Selain itu, Al Qur’an merupakan bukti bahwa Islam memang hebat. Contohnya, banyak fenomena yang sebelumnya tidak bisa dijelaskan ternyata sudah dijelaskan terlebih dahulu dalam Al Qur’an.
            Untuk itu kita harus mempunyai visi pribadi yang berdasar ketuhanan karena kita percaya dengan adanya tuhan dan yakin bahwa tuhan kita adalah Allah SWT. Visi hidup kita harus ke Allah SWT dan berpedoman pada Al Qur’an. Selain itu visi hidup kita juga harus sejalan dengan perkembangan zaman, tapi pelan-pelan juga harus disesuaikan dengan prinsip agama-agama masing-masing.

Sesi II
“Kolaborasi”
            Kolaborasi adalah penggabungan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan kolaborasi ada 3 yaitu : 1) Memecahkan masalah, 2) Menceritakan sesuatu contohnya ide-ide yang menjadi inovasi, dan 3) Menemukan sesuatu dalam hambatan yaitu solusi. Tetapi, kolaborasi pun mempunyai banyak hambatan. Di antaranya adalah :
1.      Skill => terjadi perbedaan pandangan dari orang-orang dengan latar belakang kemampuan yang berbeda.
2.      Biaya
3.      Kompetisi
4.      Waktu => dengan adanya batas waktu atau deadline itu membuat suatu kolaborasi kadang tidak optimal
5.       Kearifan Konvensional => keadaan dimana seseorang tidak mau menerima perubahan dan hanya terpaku pada produk-produk lama.
Sebagai sesuatu yang perlu dimiliki oleh seorang mahasiswa, tentu kolaborasi memiliki beberapa poin penting. Yaitu :
1.      Team Building
Proses untuk membentuk tim yang kompak. Dalan hal ini, kita harus bisa menggabungkan banyak orang dari latar belakang yang berbeda.
2.      Sejarah Pergerakan
Kita harus belajar dari pengalaman-pengalaman lalu agar tidak terjerumus ke kesalahan yang sama.
3.      Manajemen Konflik
Konflik ada 2 jenis yaitu :
a)      Konflik Antar Personal, bisa diatasi melalui pendekatan :
·         Lose-lose
Suatu keadaan dimana kedua belah pihak merasa dirugikan oleh keputusan yang biasanya diambil oleh penengah. Pendekata ini sangat tidak dianjurkan karena kebanyakan penengah belum tahu pokok masalahnya dan solusi yang diberikan terkadang tidak tepat.
·         Lose-win
Biasanya terjadi di dalam kompetisi dimana pasti ada pihak yang menang dan pihak yang kalah. Contohnya pada pemilu dan voting. Keuntungan dari pendekatan ini adalah kompetisi itu sendiri dan keruhiannya tentu saja hanya akan ada satu pihak yang untung.
·         Win-win
Pendekatan ini yang sangat dianjurkan karena semua pihak merasa diuntungkan. Contohnya musyawarah mufakat.
b)      Konflik Antar Organisasi, bisa diatasi melalui pendekatan :
·         Bargaining Approach
Digunakan dalam keadaan dimana kita kekurangan sumber daya terutama sumber daya manusia. Caranya dengan mengurangi permintaan dan melakukan pengefektifan kerja dengan jumlah tenaga kerja yang tersedia. Kerugiannya tentu saja di kebutuhan yang tidak sesuai dengan yang ada saat itu.
·         Bureaucratic (Birokrasi)
Struktur kepemimpinan dengan pendekatan vertical. Pendekatan vertical adalah pendekatan dengan menyuruh pimpinan untuk membuat aturan supaya konflik selesai. Kekurangannya pasti ada saja bawahan yang tidak setuju dengan aturan tersebut.
·         System Approach
Dengan pendekatan horizontal, yaitu dengan penyeleksian karena sumber daya yang ada jumlahnya berlebih. Caranya dengan mengurangi perbedaan dan ketergantungan social.
 Sesi III
“Cinta Tanah Air”
            Poin-poin penting dari cinta tanah air adalah :
1.      Identitas Bangsa
Cirri khas suatu bangsa, contohnya bendera, slogan, budaya, dsb. Identitas bangsa yang ada tersebut harus diperkenalkan ke bangsa lain agar bisa terus lestari. Jangan hanya kita saja yang mengenali identitas tersebut.
2.      Wujud Cinta Tanah Air
Setelah tahu apa saja identitas bangsa kita maka kita harus menunjukkan wujud cinta kita. Contohnya dengan mengikuti upacara hari-hari besar, membeli produk-produk dalam negeri, pakai batik, dsb.
3.      Realitas Bangsa
Kenyatan bangsa yang harus bisa kita lihat. Tujuannya adalah agar kita bisa memperbaiki bangsa kita.
4.      Visi Kebangsaan
Minimal kita harus punya satu tujuan untuk memajukan bangsa dan menyelesaikan realitas bangsa yang negatif

Sesi IV
“Urgensi Kemahasiswaan”
1.      Falsafah Kemahasiswaan (PoPoPe)
Ada 3 yaitu :
a)      Posisi, ada 3 lapisan masyarakat yaitu :
·         Ekonomi : masyarakat yang memperjuangkan ekonominya.
·         Politik : masyarakat yang memperjuangkan kedudukan dalam masyarakat.
·         Sipil : masyarakat yang memperjuangkan kepentingan bangsa.
Mahasiswa termasuk masyarakat sipil yang terpelajar dan berada di irisan antara 3 lapisan masyarakat tersebut.
b)      Potensi, terdiri atas Kritis, Idealis (berpegang teguh pada satu pendirian, Independen (Bersifat netral dan mandiri), Semangat, Kreatifitas, Jaringan, dan Ilmu Bervariatif
c)      Peran, mahasiswa punya 3 peran yaitu :
·         Iron Stock
Menjadi penerus bangsa karena kita diibaratkan dengan besi yang keas tapi mudah ditempa.
·         Guardian of Value
Menjaga nilai-nilai luhur dalam Negara.
·         Agent of Change
Bisa mengubah bangsa kea rah yang lebih positif.
            Tujuannya agar kita bisa mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi.
2.      Budaya Kampus
Budaya yang ingin dikembangkan di dalam kampus. Ada 11 poin yaitu : Diskusi, Peduli Lingkungan, Integritas Akademik (Kejujran), Wawasan Kebangsaan (Tahu realitas bangsa), Apresiasi, Inovasi, Kewirausahaan, Menulis, Berkeinginan Menjadi Pimpin), Dekat dengan Masyarakat, dan Dekat dengan Lingkungan/Alam.
Bellinda (16713321)


RESUME MITIGASI BENCANA

Davin Sigmund

Banyak kejadian buruk yang tiba-tiba terjadi tanpa sepengetahuan kita di sekitar kita, salah satunya adalah bencana alam seperti gempa bumi. terjadinya gempa bumi dan kebakaran yang biasanya terjadi secara mendadak karena aliran pendek listrik dll. Dibutuhkan pengetahuan tentang cara-cara mengatasi bencana untuk mengurangi resiko yang berdampak, hal ini dikenal dengan mitigasi.

Dalam mengatasi bencana seperti gempa bumi dapat dibagi menjadi dua, yaitu pada saat kita didalam ruangan (indoor) dan diluar ruangan (outdoor). Cara mengatasi gempa bumi dalam ruangan, kita perlu secepatnya mencari tempat berlindung seperti berlindung dibawah meja, jika gempa telah berhenti maka tetap tenang dan keluar ruangan dengan tetap menjaga kepala, dan jangan pernah menggunakan lift untuk sarana keluar diri dari ruangan tsb. Untuk di luar ruangan sendiri, maka yang kita harus lakukan adalah Segera berlari jauhi bangunan dan pepohononan, Carilah tempat berkumpul (assembly point) terdekat dengan tetap melindungi kepala dan tunggu hingga gempa berhenti.

Sedangkan untuk mengatasi kebakaran juga dibagi menjadi dua, yaitu didalam ruangan dan diluar ruangan. Cara mengatasi kebakaran didalam ruangan yaitu segeralah berteriak lalu cari alarm kebakaran dan APAR terdekat kemudian nyalakan alarm kebakaran dan padamkan api dengan APAR tsb, jika api terlalu besar maka hubungi K3L (karena kita berada diwilayah ITB) dan untuk menjaga-jaga maka selalu kenali ruangan secara detail. Di luar ruangan, kita bisa menghubungi K3L dengan segera. tetap  berwaspadalah dimanapun dan kapanpun kita berada karena kita tak pernah mengetahui kapan bencana tersebut akan terjadi.

RESUME MATERI OSKM 2013 '24 Agustus 2013

Davin Sigmund

Visi berdasarkan ke-Tuhanan
Tujuan dari hidup kita yaitu, berlandas kepada Tuhan dan kita menjalani hidup untuk beribadah kepada-Nya. Bahwa kita ada di dunia ini untuk suatu pencapaian.

Kolaborasi
Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi beberapa elemen yang terkait baik individu, lembaga dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat. Nilai-nilai yang mendasari sebuah kolaborasi adalah tujuan yang sama, kesamaan persepsi, kemauan untuk berproses, saling memberikan manfaat, kejujuran, kasih sayang serta berbasis masyarakat.

Dalam sebuah kerjasama bisa saja terjadi sebuah konflik diantara kedua belah pihak, berikut ini adalah beberapa jenis management konflik antara lain : lose-lose, win-lose, win-win. berikut saya akan meberikan contoh win win solution, misalnya pada saat penertiban PKL di suatu tempat di tengah kota. dalam hal ini pihak pemkot merelokasikan para pedagang PKL ke tempat yang lebih layak dan tidak menyebabkan macet tetapi dilain pihak pemkot dapat melakukan penghijauan dikawasan bekas PKL dulunya berjualan dan dapat mengurangi kemacetan di daerah tersebut.

Berikut ini ada beberapa cara untuk menyelesaikan sebuah konflik antara lain :
1.       Bargaining approach

     Dimana ada tawar menawar diantara kedua belah pihak dan dapat menghasilkan sebuah keputusan dimana keputusan tersebut dapat menyelesaikan konflik sebelumnya
2.       Breaucrating approach

     Dimana ada konflik dan cara penyelesaian dengan membuat sistem atasan dan bawahan, sehingga dengan sistem tersebut konflik diharapkan dapat terselesaikan
3.       Systemic approach

     Dimana dalam kondisi ini sistem ke atas dan ke bawah  yaitu bargaining sistem dan birocrating sistem tidak dapat bekerja dengan sempurna, maka jalan satusatunya adalah dihentikan semua sistemnya

Cinta Tanah Air, Wawasan Kebangsaan
1. Identitas bangsa
Identitas bangsa merupakan ciri khas yang membedakan suatu bangsa dengan bangsa yang lain, contohnya Garuda, Pancasila, Bahasa Indonesia, dll
2. Wujud cinta tanah air
Kita bisa mewujudkan rasa cinta tanah air kita, Indonesia dengan cara mengapresiasi budaya, contohnya adalah mengenal dan melestarikan budaya di daerah asal kita atau dengan menggunakan produk dalam negri.
3. Realitas bangsa
Merupakan suasana, kondisi, ataupun kehidupan yang nyata, sungguh-sungguh terjadi di sekitar kita, contohnya seperti kepadatan penduduk, korupsi, dsb
4. Visi kebangsaan
Visi merupakan suatu pandangan atau tujuan yang akan kita capai, dalam hal ini kita perlu memiliki visi kebangsaan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.

Urgensi Kemahasiswaan
Di Urgensi Kemahasiswaan itu dijelaskan bahwa mahasiswa memiliki 3 poin penting yang disebut ‘popope’ yaitu posisi: mahasiswa sebagai masyarakat sipil yang terpelajar, potensi: benih-benih talenta seperti kritits, kreatif, idealis, serta peran: iron stock (besi yang siap ditempa), guardian of value (penjaga nilai-nilai dan budaya bangsa), serta agent of change (pembawa perubahan).

Tri Dharma Perguruan Tinggi
Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu:
1. Pendidikan dan Pengajaran.
2.Peneletian dan Pengembangan.
3.Pengabdian Masyarakat.

Budaya Kampus
Materi tentang budaya kampus yang dibawa oleh sang Presiden Kabinet KM sekarang yaitu peduli lingkungan, integritas akademik, diskusi, apresiasi, wawasan kebangsaan, inovasi, kewirausahaan, mahasiswa dekat dengan masyarakat, mahasiswa dekat dengan alam, mau jadi pemimpin, serta menulis (jumlahnya 11).