Jumat, 23 Agustus 2013

Resume Seminar tanggal 23 Agustus 2013

#1
Pembicara : Gita Wirjawan, Mentri perdagangan

"Perekonomian Indonesia"

Menurut sensus internasional indonesia merupakan perekonomian terbesar ke 15 di dunia sehingga menandakan posisi oportunis Indonesia dan potensi kemajuan perekonomian yang berpotensi besar. "If you want it you'll get it" dari pengalaman Pa Gita setiap orang punya kemampuan untuk meraih apapun yang diimpikan walaupun terlihat impossible. Ia berkata bahwa jika kita berkeinginan besar, segalanya dapat dicapai. Pa Gita akan selalu berharap akan kesejahteraan Indonesia.

Indonesia adalah salah satu negara muslim yang termasuk G-20 dunia yang didominasi oleh perekonomian Anglo-saxon. Secara singkat penduduk dunia terdari dari 23 % muslim, 33% kristen dan 16% hindu. Namun, hanya 9% yang menduduki perekonomian internasional. Indonesia memerlukan sifat pluralism yaitu menerapkan persepsi yang amat bervariasi untuk mencapai tujuan yang ditentukan.

Republik Indonesi tidak hanya membutuhkan pemimpin aktif melainkan proaktif yang menggarudakan diri dan mengutamakan keraifan lokal. Pemimpin masa depan diharuskan memikirkan kemajuan ekonomi, kemahiran teknologi, kekayaan budaya dan kesinambungan demokrasi agar Indonesia tidak tertinggal di bidang apapun. Namun, pada kenyataannya kekayaan yang seharusnya dinikmati pendudukan Indonesia terdapat di tangan orang asing yang oportunis dan tidak melibatkan penduduk, Hal ini sangat merugikan bukan hanya masyarakat tetapi negara secara keseluruhan.

Contoh negara yang harus kita teladani merupakan Korea Selatan yang miskin pada tahun 1950 setelah mereka memerdekakan diri. Orang Korea pun sangat disangka jelek oleh mata asing, mereka bereputasi malas dan bodoh. Keadaan Korea berubah ketika seorang pemimpin berintegritas, Park Chang Iee, mengindustrialisasikan negara secara revolusioner. Pekerja agaris diwajibkan bekerja di bidang indutri. Kombinasi usaha dan kerja keras rakyat dan negara ini menyebabka satu hal lain yang menandakan kemakmuran Korea Selatan yaitu eksportasi budaya. Korea sekarang sudah mendominasi industri entertainment secara mendunia. Sinetron dan musik mereka akhirnya digemari oleh semua penjuru penduduk bumi.

Keadaan Indonesia saat ini lebih baik dari sebelumnya meskipun kesenjangan sosial semakin tinggi. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di ibu Kota. Telah dibuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi di daerah selain jawa tiga kali lebih cepat daripada sepuluh tahun yang lalu. Anggaran yang dialokasikan ke pendidikan pun mencapau 20% dari anggaran total pendapatan negara. Hal ini merupakan pencapaian besar bagi Indonesia. Kita diwajibkan mengutamakan pendidikan demi kemakmuran negara.

Indonesia bergabung dalam organisasi ASEAN, yaitu sepuluh negara asia selatan yang melakukan perjanjian untuk melonggarkan perdagangan dan investasi antar sesama negara sehingga dimudahkan untuk berdagang. Vietnam, salah satu anggota ASEAN, mengirim pengusaha-pengusahanya ke Indonesi untuk mempelajari bahasa dan budaya untuk akhirnya berdagang di tanah air kita, tetapi kenapa kita tidak melakukan hal yang sama... pengusaha Indonesia masih tidak berkeinginan untuk membuka kesempatan berdagang di negara tetangga atau ASEAN. Karena ketidakpekanya kesempatan berdagang ini, Indonesia dapat tertinggal. Senjata kita adalah produk pendidikan dan keterbukaan pada perekonomian internasional. Jika kita tidak menggunakan senjata tersebut dengan sebaik-baiknya gimana Indonesia bisa bersaing dengan India dan Cina?

Pemimpin masa depan diharuskan sanggup menjawab tantangan berat : responsif terhadap permintaan masyarakat yang beragam dan bersifat kreatif, terampil, bersemangat pada kebangsaan Indonesia!

#2

Pembicara : Indra Hidayat dari perusahaan Wanadri

Sebelum deklarasi Juanda Republik Indonesia hanya mengklaim kepulauan yang bersifat darat saja sehingga laut-laut yang berada di antara kepulauan Indonesia dilewati oleh kapal asing tanpa membutuhkan perizinan atau persetujuan pihak kelautan Indonesia. Permasalahan ini hilanh ketika Indonesia sadar bahwa Indonesia bukan hanya negara kepulauan melainkan negara kelautan. Teori itu diperkuatkan pada pratiknya oleh proklamasi Juanda yang mengklaim wilayah laut yang semestinya milik Indonesia.

Indonesia adalah kombinasi kebergamaan budaya dan keadaan alam. Tidak ada yang tidak kita miliki. Dari gunung berapi hingga pergunungan beres. Dapat disimpilkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi tinggi bencana alam. Terdapat pula 34 provinsi yang terdiri dari kira-kira lima ratus kabupaten. Hal ini menunjukan betapa luasnya Indonesia. Selain itu 70% dari wilayah Indonesia adalah laut. Sepuluh tetangga kita pun hingga memperebutkan dan berkonflik karena masalah perbatasan.

#3
Narasumber: Ibu Tri Mimpuni

"Integritas & kompetensi alumni ITB untuk kemandirian & kebangsaan negara" menurut bu Tri adalah hal yang esensial untuk menjadi produktif bagi negara. Kita tidak akan berfungsi tanpa logika dan empati yang berduanya memiliki hubungan simbiosis. Tanpa salah satunya kita tidak akan membaca Indonesia dengan baik. Logika diperlukan untuk berpikiri bedasarkan fakta dan ilmu. Empati diperlukan untuk merasakan apa yang dirasakan rakyat sehingga tidak akan terpaku dengan satu persepsi yang kaku dan sempit.

Situasi sumber daya Indonesia yang amat kaya sangat tidak menguntungkan rakyat. Bidang industri ini didominasikan oleh negara asing yang oportunis seperti USA, China dan Australia. Pemimpin dahulu Indonesia yang tidak berintegritas hanya memikirkan diri sendiri sehingga menjualkan aset penting negara untuk memakmurkan perekonomian negara. Di Indonesia masih terdapat seratus juta penduduk yang belum menikmati listrik di dalam 33000 pedesaan yang tersebar pada daerah terpencil. Di antara penduduk yang sengsara itu, 60 juta anak kecil belajar dalam keadaan terpuruk. Bagaimana bisa kita mendidik dalam keadaan tersebut?

Dalam arti luas Ekonomi adalah usaha manusia yang dinamis untuk meraih keseimbangan investasi  dan konsumsi untuk pertumbuhan yang semakin tinggi yang terikat pada nilsi optimal kesejahteraan masyarakat. Biasanya menjadi alat perhitungan keberlanjutan lingkungan tanpa memedulikan kemanusiaan. Namun dengan adanya empati, ekonomi menjadi kegiatan manusia yang disukainya dan menghasilkan yang terbaik.Orang yang menerapkan nilai empati adalah wirausaha sosial yang mencari alternatif dalam kehidupan sosial ekonomi. Perannya diantara lain : pelurusan visi pembangunan, perubahan paradigma investas dan perbatasanpertumbuhan usaha. Perubahan paradigma adalah menerapkan nilai-nilai lokal dan pemanfaatkan komunikasi. Bukan pendidikan formal saja yang harus kita lalui, kita juga dihrasukan pro lingkungan dan pro masyarakat.

#4
Narasumber Seterhen dari Riset Indie

Alumni ITB ini melakukan sejumlah projek untuk memperkaya Indonesia akan ilmu. Meskipun ia pernah gagal melestarikan fotografi analaog (polaroid) Seterhen mendirikan riset indie. Ia pernah melakukan prjek yang melibatkan animatromik yaitu kombinasi teknologi dan seni untuk menghasilkan sesuatu yang terlihat nyata. Teknologi dalam bidang animatromik menyumbangkan robotika yang disesuikan dengan mekanika penggerakan yang ditentukan agar terlihat seperti gerakan alami. Seni menyumbangkan make up adan kover lateks untuk menghidupkan robot dan membuatnya terlihat sanga nyata dan hidup. Projek ini dinamakan alinea karena alien yang mereka kreasikan merupkana alien permpuan.

Projek paling recent riset Indie merupakan Angkot Day. Seterhen mengaji permasalahan kemacetan di kota besar dan angkot bisa saja menjadi solusi transportasi dari kepadatan kendaraan lalu lintas. Namun, angkot pun memeilik kelemahan yang berperan besar dalam kurangnya minat masyarakat untuk menggunakan angkot. Beberapa di antara alasan contra angkot adalah tidak aman, adanya periode nunggu angkot dan ketidaknyamannya fasilitas yang disediakan. Angkot Day akan berusaha untuk menertibkan dan mengamankan angkot untuk memeperlihatkan nahwa angkot bukanlah hal yang buruk secara gratis pada tanggal 20 sepetermber apabila sesusai rencana.

Oleh Rffani Putri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar