Kamis, 22 Agustus 2013

Summary Pola Pikir K3 dan Design Thinking Pada Mahasiswa

A.) Pola Pikir K3         
        
      Sebagai seorang mahasiswa,kita haruslah memiliki pola pikir yang berbasis pada K3.K3 merupakan singkatan dari Kreatif,Konstruktif,dan Kritis.
      Berikut adalah penjelasan dari pola pikir K3,yaitu :

1.) Kreatif
     Kreatif merupakan pola pikir yang "out of the box",tidak seperti pola pikir umum atau "anti-mainstream" dimana hal-hal baru dan belum pernah ada dapat muncul dengan konsep luar biasa.

Ilustrasi pola pikir kreatif
       Kreativitas diperlukan oleh kita-sebagai mahasiswa- untuk menemukan berbagai ide,konsep,maupun inovasi dalam menghadapi berbagai problematika yang ada.

2.) Konstruktif
     Konstruktif dapat diartikan sebagai pola pikir "solutif" atau penuh dengan solusi atau pemecahan.Dari akar katanya yaitu "konstruk" dapat diartikan sebagai bangunan atau susunan.Jadi,secara umum konstruktif dapat diartikan sebagai pola pikir yang membangun dan berdaya guna.

Konstruktif merupakan pola pikir yang berdaya guna dan membangun
      Mahasiswa tentunya memerlukan pola pikir konstruktif guna membangun suatu ide ataupun gagasan menuju sebuah terobosan yang luar biasa.

3.) Kritis
     Pola pikir kritis merupakan suatu metode berpikir yang penuh dengan analisis,tidak mudah percaya,dan tentunya berkaitan dengan sensitivitas atau kepekaan berpikir.


Pola pikir kritis menuntun langkah menuju kesuksesan

      Kita sebagai mahasiswa tentunya dituntut untuk berpikir dan bertindak kritis.Namun,kritis berbeda dengan buruk sangka,suudzon,maupun dugaan buruk lainnya.Kritis menitikberatkan pada bukti dan analisis,sedangkan buruk sangka hanyalah bersandar pada prasangka belaka.

B.) Design Thinking
     
      Design Thinking atau Berpikir Desainis merupakan metode berpikir untuk memecahkan suatu permasalahan yang tersusun atas langkah-langkah sistematis.

Design Thinking merupakan landasan berpikir yang ilmiah dan terstruktur


     Langkah-langkah yang terdapat pada flow chart design thinking adalah :

1.) Emphatize
     Tahap dimana suatu permasalahan dianalisis dari sisi what (apa yang terjadi),why (mengapa hal tersebut terjadi),dan how (penjelasan mengenai bagaimana hal tersebut terjadi secara kronologis).

2.) Define
     Tahap kedua adalah define atau mendefinisikan permasalahan dari perspektif yang akan digunakan.Misalnya sisi environment atau lingkungan.

3.) Ideat
     Setelah memberikan batasan pada masalah yang dibahas,maka tahap selanjutnya adalah ideat atau memikirkan dan menuangkan ide pemecahannya.

4.) Prototype
     Tahap yang terakhir adalah merancang prototype atau rancangan awal ide.Ide yang sudah didapat dari tahap ideat dapat dituangkan dalam bentuk gambar,diagram,maupun grafik.Selanjutnya,kita juga dapat membuat koordinat prototype dengan tujuan untuk mengomparasikan ide yang kita miliki.Koordinat prototype terbagi atas empat kuadran yaitu:

     a.) Sudah Ada,Efektif.
     b.) Sudah Ada,Tidak Efektif.
     c.) Belum Ada,Tidak Efektif/Tidak Mungkin.
     d.) Belum Ada,Efektif/Mungkin.

       Setelah membandingkan prototype yang telah dibuat kemudian mengidentifikasikannya kedalam kuadran-kuadran tersebut,maka design thinking telah selesai.

Ahmad Muliansyah
FTMD
16913050
     
 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar