Jumat, 23 Agustus 2013

Sejarah Kemahasiwaan di ITB

Sejarah Kemahasiswaan ITB
Bismillah, alhamdulillah..
Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Teman-teman yang saya banggakan, kita sebagai putra-putri terbaik bangsa ini maka kita memiliki banyak beban tanggungan yang berat di pundak kita. maka dari itu mari kita bangun negri tercinta kita ini dengan menuntut ilmu dan menerapkannya dilingkungan masyarakat guna mensejahterakan masyarakat kita.
Teman-teman yang saya banggakan, disini saya akan mengulik tentang sejarah kemahasiswaan ITB. Simak yaaa....:)
1)      Masa Awal (1920 – 1950)
            a)      Tahun 1920, berdiri “Technische Hoogeschool te Bandoeng”.
i)        Terbentuk “Bandoeng Studenten Corps” (BSC)  atau “Corpus Studiosorum Bandungense” (CSB)
ii)       Terbentuk “Indische Studenten Vereniging” (ISV)
            b)      Tahun 1922, Raden Soekarno bersama Anwari dan Rooseno masuk ke TH Bandoeng.
            c)       Tahun 1926, Soekarno lulus.
            d)      Tahun 1927, Soekarno mendirikan partai politik beraliran kebangsaan, Partai Nasional Indonesia.
            e)      Tahun 1940, TH Bandoeng berubah nama menjadi Institute of Tropical Sciences
            f)       Tahun 1944, kemudian berubah menjadi Bandung Kogyo Daigak.
            g)      Tahun 1945, Indonesia Merdeka. Kemudian berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Teknik Bandoeng.
i)        Berdiri organisasi Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Bandung. Dan seluruh kegiatan akademik berpindah ke Yogyakarta, mendirikan Sekolah Tinggi Teknik di Yogyakarta yang kemudian menjadi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, dengan dekannya yang pertama Ir. Rooseno.
            h)      Ketika Belanda mendirikan Nood Universiteit (sekarang Universitas Indonesia), kampus STT Bandoeng dijadikan Faculteit van Technische Wetenschap (Fakultas Ilmu Teknik) dan Faculteit van Exacte Wetenschap (Fakultas Ilmu Pasti).
            i)        Tahun 1947, berdiri organisasi kemahasiswaan Keluarga Mahasiswa Seni Rupa,
            j)        Tahun 1948, berdiri organisasi kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Bangunan Mesin dan Listrik.
2)      Masa Demokrasi Liberal (1950-1959)
            a)      Tahun 1950, berdiri organisasi Dewan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia.
i)        di Bandung, berdiri Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia Bandung.
            b)      Pada dekade 1950-an, mendirikan organisasi kemahasiswaan seperti
(1)    Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), bagian dari PNI,
(2)    Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) bagian dari PKI, dan
(3)    Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos) bagian dari Partai Sosialis Indonesia.
            c)       Tahun 1955, Dewan Mahasiswa UI Jakarta dan UI Bandung disatukan di bawah kepemimpinan Emil Salim.
            d)      Tahun 1957, berdiri Majelis Mahasiswa Indonesia (MMI) yang dideklarasikan di Aula Barat Fakultas Teknik UI Bandung.
            e)      Tahun 1947, berdiri Persatuan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI).
i)        Tahun 1957, PPMI sempat mengadakan Konferensi Mahasiswa Asia Afrika yang dimotori oleh Imaduddin Abdulrahim dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Soedjana Sapiie dari Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB).
            f)       2 Maret 1959, Presiden memisahkan Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam UI Bandung menjadi Institut Teknologi Bandung.
3)      Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966)
            a)      Tanggal 20 November 1960, ketiga Senat Mahasiswa (Senat Mahasiswa Teknik, Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, serta Ilmu Kimia dan Ilmu Hayati) tersebut melebur menjadi Dewan Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (DM ITB) dengan Ketua Umumnya yang pertama Piet Corputty dan Udaya Hadibroto sebagai Wakil Ketua Umum.
            b)      Pada tahun 1964, Konferensi MMI IV di Malino, Sulawesi Selatan, DM UI, ITB dan UNPAD dikeluarkan dari kepengurusan MMI.
            c)       Tanggal 24 Februari 1966, DM ITB dan KAMI Bandung mengirimkan Satuan Tugas berjumlah 200 Mahasiswa ke Jakarta. Dipimpin Muslimin Nasution, Deddy Krishna, Fred Hehuat, Adi Sasono, Arifin Panigoro, dan Rudianto Ramelan. Patung Menlu RI H. Soebandrio yang dibuat anak-anak SR ITB menjadi trademark aksi-aksi mahasiswa Bandung di Jakarta.
            d)      Surat Perintah 11 Maret 1966 mengakhiri aksi Tritura. DM ITB kembali ke Bandung.
            e)      Bulan Oktober 1966, terbentuk Keluarga Mahasiswa ITB sebagai penyempurnaan Dewan Mahasiswa, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) sebagai badan legislatif yang berisi wakil himpunan mahasiswa jurusan, dan Badan Pertimbangan Mahasiswa (BPM) sebagai perwakilan organisasi kemahasiswaan ekstra kampus seperti HMI, PMB, GMNI, PMII, dan lain-lain.
4)      Dekade 70-an
            a)      Terbentuk unit-unit kegiatan mahasiswa Olahraga dan Kesenian.
i)        Studi Ilmu Kemasyarakatan (PSIK),
ii)       Student Centre,
iii)      BNI Unit ITB,
iv)     Toko Kesejahteraan Mahasiswa,
v)      PT Pos Unit ITB,
vi)     asrama dan lain-lain.
            b)      Tahun 1979, dibentuk Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BKK) yang diketuai Pembantu Rektor Kemahasiswaan.
            c)       Tahun 1982, 22 Ketua Himpunan dan 44 Ketua Unit Kegiatan menyatakan pembubaran Dewan Mahasiswa.
5)      Dekade 80-an
            a)      Tahun 1982, terbentuk Forum Ketua Himpunan Jurusan (FKHJ) dan Badan Koordinasi Satuan Kegiatan (BKSK) yang tetap mengkoordinasikan kegiatan kemahasiswaan terpusat ITB.
            b)      Tanggal 5 Agustus 1989, Menteri Dalam Negeri Jenderal Rudini ke kampus ITB untuk memberikan penataran P-4 kepada mahasiswa baru angkatan 1989 disambut dengan demonstrasi pembakaran ban, pelemparan telur kepada Jenderal Rudini, dan usaha pengusiran. Akibat demonstrasi ini, Fadjroel Rachman, Jumhur Hidayat, Enin Supriyanto, Ammarsyah dan Arnold Purba dipenjara selama 3 tahun di Nusakambangan.
6)      Dekade 90-an
            a)      Tahun 1992 dan 1994, mengadakan Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) yang dilegalkan oleh Rektor Prof. Wiranto Arismunandar.
            b)      Tahun 1990, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Fuad Hasan mewajibkan berdirinya Senat Mahasiswa Peguruan Tinggi (SMPT), berakhirlah era NKK-BKK.
            c)       Tanggal 20 Januari 1996, FKHJ dan BKSK ITB mendeklarasikan berdirinya Keluarga Mahasiswa ITB berikut kelengkapannya yaitu Kongres dan Kabinet KM ITB.
            d)      Tahun 1996,
i)        KM ITB dan Komite Mahasiswa Unpar mendirikan Forum Komunikasi Mahasiswa Bandung.
ii)       Bersama kampus-kampus Jakarta, mendirikan Forum Komunikasi Mahasiswa se-Jabotabek (FKMJ) yang disingkat Forum Kota (Forkot).
iii)     Bersama FKMB, Forkot dan juga Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jabotabek (FKSMJ) mengadakan mimbar bebas di sekretariat PDI, jalan Diponegoro yang berakhir dengan Kerusuhan 27 Juli 1996.
            e)      Tahun 1998, Berdirinya Satgas KM ITB dan berdirinya Tim Beasiswa KM.
            f)       Bulan Oktober 1998, Pemilihan Umum Raya Keluarga Mahasiswa untuk pertama kalinya sejak KM ITB dideklarasikan kembali.
i)        hasilnya Vijaya Vitriyasa (MS’94) sebagai Presiden KM ITB periode 1998-1999.
(1)    Kabinet Vijay berkontribusi dalam mendirikan unit Radio Kampus (RK), mengadakan Hearing Calon Presiden RI bulan April 1999.
7)      Dekade 2000-an
            a)      Tahun 1997 BKSK bubar akibat program relokasi Unit ke Gedung Bengkok dan Sunken Court dan menjadikan beberapa ruang Student Centre dijadikan lahan usaha oleh Birokrasi Kampus.
            b)      Bulan Desember 2001, BEM Bandung Raya dideklarasikan di Aula Barat ITB.
            c)       Tanggal 1-2 Februari 2003, KM ITB mengadakan Kongres BEM Nasional untuk merumuskan solusi bagi perbaikan bangsa. Tetapi Kongres ini dibayang-bayangi perpecahan mahasiswa akibat tidak ikut sertanya KM ITB dalam aksi menuntut turunnya Mega-Hamzah.
            d)      Tanggal 20 Oktober 2004, Kabinet Anas mengadakan banyak acara seperti
i)        Temu BEM Se-Indonesia yang diselenggarakan Seskoad,
ii)       Deklarasi Gerakan Membangun Nurani Bangsa (Gema Nusa),
iii)     pendirian Student Association for Corruption Watch,
iv)     aksi peduli bencana Tsunami Aceh dan Nias, serta
v)      Olimpiade ke-III.
            e)      1 Januari 2006, ART ITB disahkan,  dengan perubahan jumlah 5 Fakultas menjadi 5 Fakultas dan 5 Sekolah.
Source : http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/24/sejarah-kemahasiswaan-itb-terbaru-untuk-kedua-kalinya/


Sukuanto Tanoto
16413250

Tidak ada komentar:

Posting Komentar