Visi yang Ber-KeTuhanan
Visi yang harus ditanamkan pada setiap individu dalam menjalani kehidupan di muka bumi ini. Kenapa sih visi yang ber-KeTuhanan harus dimiliki oleh setiap individu? Karena kita semua merupakan citra Allah. Sebagai citra Allah kita harus juga memiliki ciri-ciri dari Allah yaitu memiliki rasa Cinta Kasih. Jadi dalam setiap visi yang kita miliki, kita harus menerapkan cinta kasih yang ada dalam diri kita supaya mewujudkan kebebasan substansial, yaitu kebebasan yang tidak merugikan orang lain dan selalu bertanggung jawab atas apa yang telah kita perbuat serta dapat juga membawa dampak yang berguna bagi masyarakat.
Kolaborasi dan Management Konflik
Kolaborasi merupakan penggabungan bnyak orang yang berguna untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan yang ingin dicapai dengan adanya kolaborasi ada 3 yaitu memecahan masalah, meciptakan sesuatu dan menemukan sesuatu yang ada dalam hambatan. Hambatannya adalah skill, persepektif, modal, ego, dan kearifan konvensional. Point yang penting dalam kolaborasi adalah pertama team building yang merupakan proses untuk membentuk tim yang kompak dan kedua adalah sejarah pergerakan yaitu belajar dari masa lalu supaya tim yang sudah dibuat dapat memenuhin kekurangan yang ada dimasa lalu.
Dalam kolaborasi pasti akan muncul adanya konflik karenan adanya perbedaan ide. Maka dari itu perlu adanya Management Konflik untuk menanganinya. Konflik dapat terjadi antar personal atau antar organisasi. Terdapat 3 pendakatan pada konflik personal yaitu pertama lose-lose adalah pendekatan dimana kedua belah pihak yang bermasalah menjadi dirugikan, kedua win-lose adalah dimana 1 pihak diuntungkan dan pihak yang lain dirugikan, dan yang terakhir win-win adalah dimana 2 pihak yang berkonflik diuntungkan. Terdapat juga 3 pendekatan pada konflik organisasi yaitu pertama Bargaining Approach dimana SDM kurang harus ada pemanfaatan SDM yang efektif serta pengefektifan kerja tapi tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, kedua Bureacratic Approach dimana ada struktur kepemimpinan (pendekatan secara vertikal) dengan atasan yang membuat peraturan untuk bawahannya tapi akan terjadi masalah jika bawahan tidak mau diatur oleh atasannya, dan yang terakhir adalah System Approach dimana terjadi kelebihan SDM sehinggga untuk menguranginya diadakan seleksi yang sesuai tapi juga harus menhindari saling ketergantungan anatar yang lain.
Cinta Tanah Air
Terdapat 4 hal penting dalam Cinta Tanah Air. Pertama adalah Identitas Bangsa yaitu ciri khas suatu bangsa. Ciri khas bangsa kita adalah ragam budaya yang melimpah serta keanekaragam hayati yang melingkupi setiap daerah di Indonesia. Untuk itu kita harus memperkenakan Identitas Bangsa kita kepada orang lain. Kedua Wujud Cinta Tanah Air dapat diwujudkan dengan ingin mengal bangsa kita sendiri, mau melakukan hal yang terbaik dalam diri kita untuk megharumkan nama bangsa, dan mencintai produk dan budaya dalam negri contohnya membeli produk Indonesia. Ketiga Realitas Bangsa yaitu kenyataan bangsa. Dengan mengetahui kenyataan yang ada di dalam bangsa kita diharapkan kita dapat memperbaiki keburukan didalammnya. Dan yang terakhir adalah Visi Bangsa. Untuk memajukan bangsa kita perlu untuk membuat visi apa saja yang berguna untuk bangsa dengan tujuan mengatsi kenyataan bangsa.
Urgensi Kemahasiswaan
Dalam urgensi kemahasiswaan diperlukan Falsafah Kemahasiswaaan dengan ide POPOPE. POPOPE adalah singkatan dari Posisi, Potensi, Peran. Posisi Mahasiswa ada dalam irisan 3 lapisan masyarakat yaitu masyarakat ekonomi, politik dan sipil. Dengan posisi ini diharapkan dapat membawa kestabilan masyarakat. Potensi yaitu kemampuaan yang ada dalam diri mahasiswa yang harus bisa dikembangkan untuk kepentingan masyarakat. Potensi potensi itu adalah kritis, idealis, independent, semangat, kretif, inovatif, dan jaringan. Peran mahasiswa ada 3 yaitu Iron stock yaitu penerus bangsa yang selalu bisa ditempa dan dibentuk serta dikembangkan menjadi lebih baik, Guardian of Value yaitu menjaga nilai luhur dalam masyarakat, dan Agent of Change yaitu agen dalam suatu perubahan. Disamping itu kita harus mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran (harus blajar dan mengajarkan orang lain), Penelitian dan Perkembangan (Ilmu yang kita pelajari kita kembangkan untuk menciptakan sesuatu), dan Pengabdian Masyarakat (hasil karya kita dapat dipakai dan berguna bagi masyarakat luas.
Budaya Kampus
Budaya kampus merupakan budaya yang ingin dikembangkan dalam kampus. Budaya kampus diatur oleh setiap kabinet mahasiswa yang sedang memerintah saat itu. Budaya kampus yang ingin dikembangkan adalah diskusi, peduli lingkungan, integritas akademik, wawasan kebangsaan, apresiasi, inovasi, kewirausahaan menulis, berkeinginan menjadi pemimpin, budaya mahasiswa dekat masyarakat dan lingkungan.
KM ITB / Kabinet Mahasiswa ITB
Anggota KM ITB adalah semua mahasiswa S1. Presisden KM dipilih mahasiswa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar