I. Visi berdasarkan ketuhanan, yang berarti tujuan hidup kita berlandas kepada kepercayaan bahwa Tuhan itu ada dan kita semata-mata menjalani hidup untuk beribadah kepada-Nya. Bahwa kita dilahirkan untuk suatu pencapaian.
II. Kolaborasi, yang merupakan penggabungan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Tujuannya adalah untuk memecahkan masalah, menciptakan sesuatu, dan menemukan sesuatu yang baru saat meng-overcome berbagai hambatan, di antaranya skill, biaya, kompetisi, waktu, serta kearifan konvensional. Terdapat beberapa hal penting yang harus digarisbawahi dalam kolaborasi, yaitu:
1. Team building, yang merupakan proses pembentukan sebuah tim solid.
2. Sejarah pergerakan, di mana kita dapat menjadikannya sebagai bahan pembelajaran.
3. Manajemen konflik, yaitu pengaturan terhadap masalah/hambatan, baik antar individu (dapat dilakukan solusi win-win, win-lose, atau lose-lose), maupun di dalam organisasi (dapat dilakukan solusi bargaining approach/pengefektifan sumber daya, system approach/seleksi, ataupun secara birokratis).
III. Cinta tanah air, dengan empat poin penting sebagai berikut:
1. Identitas bangsa
2. Wujud cinta tanah air
3. Realitas bangsa
4. Visi kebangsaan
Pengimplementasiannya dapat dilakukan mulai dari hal-hal yang kecil, dari diri sendiri, di kehidupan sehari-hari.
IV. Urgensi kemahasiswaan yang memiliki falsafah "popope" (posisi, potensi, peran). Posisi kita sebagai mahasiswa di tengah masyarakat terletak di dalam irisan antara masyarakat ekonomi, masyarakat politik, dan masyarakat sipil, sehingga kita memiliki kesempatan untuk meng-approach ketiganya. Potensi mahasiswa beragam, kita pada seharusnya menjadi generasi yang kritis, idealis, independen, bersemangat, kreatif, berkemampuan untuk networking secara luas dengan ilmu yang bervariatif. Peran kita sebagai mahasiswa adalah di antaranya sebagai agent of change, guardian of value, dan iron stock. Tujuan utama dari mahasiswa terdapat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.
V. Budaya kampus yang mana di tiap kepengurusan kabinetnya berbeda. Tahun ini, di bawah pimpinan Presiden KM Nyoman, di dalam budaya kampus ITB ada 11 poin penting, yaitu diskusi, peduli lingkungan baik sosial maupun alam, intergritas akademik, wawasan kebangsaan, apresiasi, inovasi, kewirausahaan, menulis, berkeinginan menjadi pemimpin, budaya mahasiswa dekat dengan masyarakat, dan budaya mahasiswa dekat dengan alam.
(Oleh: Fikrianti S. - 16213134)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar