Sesi 1 by Sri Rohani GAMAIS
“Visi Berdasar Ketuhanan”
Sekarang
di Indonesia sedang berkembang paham pluralisme. Pluralisme adalah paham yang menganggap semua agama itu
benar.Itu mencerminkan UUD 1945 pasal 29. Tetapi, sebenarnya paham itu malah
akan menghancurkan kita. Yang harus ditekankan, segala sesuatu yang kita
lakukan semua untuk Allah SWT karena Ia adalah tujuan hidup kita.
Banyak
pendapat yang mengatakan alasan dari kita bisa memeluk agama Islam. Sebagian
besar dari masyarakat Indonesia kebanyakan memang dilahirkan dari keluarga yang
berlatar belakang Islam. Selain itu, Al Qur’an merupakan bukti bahwa Islam
memang hebat. Contohnya, banyak fenomena yang sebelumnya tidak bisa dijelaskan
ternyata sudah dijelaskan terlebih dahulu dalam Al Qur’an.
Untuk
itu kita harus mempunyai visi pribadi yang berdasar ketuhanan karena kita
percaya dengan adanya tuhan dan yakin bahwa tuhan kita adalah Allah SWT. Visi
hidup kita harus ke Allah SWT dan berpedoman pada Al Qur’an. Selain itu visi
hidup kita juga harus sejalan dengan perkembangan zaman, tapi pelan-pelan juga
harus disesuaikan dengan prinsip agama-agama masing-masing.
Sesi II
“Kolaborasi”
Kolaborasi
adalah penggabungan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan
kolaborasi ada 3 yaitu : 1) Memecahkan masalah, 2) Menceritakan sesuatu
contohnya ide-ide yang menjadi inovasi, dan 3) Menemukan sesuatu dalam hambatan
yaitu solusi. Tetapi, kolaborasi pun mempunyai banyak hambatan. Di antaranya
adalah :
1. Skill
=> terjadi perbedaan pandangan dari orang-orang dengan latar belakang
kemampuan yang berbeda.
2. Biaya
3. Kompetisi
4. Waktu
=> dengan adanya batas waktu atau deadline itu membuat suatu kolaborasi
kadang tidak optimal
5. Kearifan Konvensional => keadaan dimana
seseorang tidak mau menerima perubahan dan hanya terpaku pada produk-produk
lama.
Sebagai sesuatu yang
perlu dimiliki oleh seorang mahasiswa, tentu kolaborasi memiliki beberapa poin
penting. Yaitu :
1. Team
Building
Proses untuk membentuk tim yang
kompak. Dalan hal ini, kita harus bisa menggabungkan banyak orang dari latar
belakang yang berbeda.
2. Sejarah
Pergerakan
Kita harus belajar dari
pengalaman-pengalaman lalu agar tidak terjerumus ke kesalahan yang sama.
3. Manajemen
Konflik
Konflik ada 2 jenis yaitu :
a) Konflik
Antar Personal, bisa diatasi melalui pendekatan :
·
Lose-lose
Suatu
keadaan dimana kedua belah pihak merasa dirugikan oleh keputusan yang biasanya
diambil oleh penengah. Pendekata ini sangat tidak dianjurkan karena kebanyakan
penengah belum tahu pokok masalahnya dan solusi yang diberikan terkadang tidak
tepat.
·
Lose-win
Biasanya
terjadi di dalam kompetisi dimana pasti ada pihak yang menang dan pihak yang
kalah. Contohnya pada pemilu dan voting. Keuntungan dari pendekatan ini adalah
kompetisi itu sendiri dan keruhiannya tentu saja hanya akan ada satu pihak yang
untung.
·
Win-win
Pendekatan
ini yang sangat dianjurkan karena semua pihak merasa diuntungkan. Contohnya
musyawarah mufakat.
b) Konflik
Antar Organisasi, bisa diatasi melalui pendekatan :
·
Bargaining Approach
Digunakan
dalam keadaan dimana kita kekurangan sumber daya terutama sumber daya manusia.
Caranya dengan mengurangi permintaan dan melakukan pengefektifan kerja dengan
jumlah tenaga kerja yang tersedia. Kerugiannya tentu saja di kebutuhan yang
tidak sesuai dengan yang ada saat itu.
·
Bureaucratic (Birokrasi)
Struktur
kepemimpinan dengan pendekatan vertical. Pendekatan vertical adalah pendekatan
dengan menyuruh pimpinan untuk membuat aturan supaya konflik selesai.
Kekurangannya pasti ada saja bawahan yang tidak setuju dengan aturan tersebut.
·
System Approach
Dengan
pendekatan horizontal, yaitu dengan penyeleksian karena sumber daya yang ada
jumlahnya berlebih. Caranya dengan mengurangi perbedaan dan ketergantungan
social.
Sesi III
“Cinta Tanah Air”
Poin-poin
penting dari cinta tanah air adalah :
1. Identitas
Bangsa
Cirri khas suatu bangsa, contohnya
bendera, slogan, budaya, dsb. Identitas bangsa yang ada tersebut harus
diperkenalkan ke bangsa lain agar bisa terus lestari. Jangan hanya kita saja
yang mengenali identitas tersebut.
2. Wujud
Cinta Tanah Air
Setelah tahu apa saja identitas
bangsa kita maka kita harus menunjukkan wujud cinta kita. Contohnya dengan
mengikuti upacara hari-hari besar, membeli produk-produk dalam negeri, pakai
batik, dsb.
3. Realitas
Bangsa
Kenyatan bangsa yang harus bisa
kita lihat. Tujuannya adalah agar kita bisa memperbaiki bangsa kita.
4. Visi
Kebangsaan
Minimal kita harus punya satu
tujuan untuk memajukan bangsa dan menyelesaikan realitas bangsa yang negatif
Sesi IV
“Urgensi Kemahasiswaan”
1. Falsafah
Kemahasiswaan (PoPoPe)
Ada 3 yaitu :
a) Posisi,
ada 3 lapisan masyarakat yaitu :
·
Ekonomi : masyarakat yang memperjuangkan
ekonominya.
·
Politik : masyarakat yang memperjuangkan
kedudukan dalam masyarakat.
·
Sipil : masyarakat yang memperjuangkan
kepentingan bangsa.
Mahasiswa termasuk
masyarakat sipil yang terpelajar dan berada di irisan antara 3 lapisan
masyarakat tersebut.
b) Potensi,
terdiri atas Kritis, Idealis (berpegang teguh pada satu pendirian, Independen
(Bersifat netral dan mandiri), Semangat, Kreatifitas, Jaringan, dan Ilmu
Bervariatif
c) Peran,
mahasiswa punya 3 peran yaitu :
·
Iron Stock
Menjadi
penerus bangsa karena kita diibaratkan dengan besi yang keas tapi mudah
ditempa.
·
Guardian of Value
Menjaga
nilai-nilai luhur dalam Negara.
·
Agent of Change
Bisa
mengubah bangsa kea rah yang lebih positif.
Tujuannya
agar kita bisa mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi.
2. Budaya
Kampus
Budaya yang ingin dikembangkan di
dalam kampus. Ada 11 poin yaitu : Diskusi, Peduli Lingkungan, Integritas
Akademik (Kejujran), Wawasan Kebangsaan (Tahu realitas bangsa), Apresiasi,
Inovasi, Kewirausahaan, Menulis, Berkeinginan Menjadi Pimpin), Dekat dengan
Masyarakat, dan Dekat dengan Lingkungan/Alam.
Bellinda (16713321)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar