Sabtu, 24 Agustus 2013

Resume OSKM 2013 24 Agustus 2013

Visi Hidup Berdasarkan Ketuhanan

Visi yang harus dimiliki setiap individu dalam menjalani hidupnya adalah visi berdasarkan KeTuhanan. Visi ini harus dimiliki karena semua aspek kehidupan tidak lepas dari peran Tuhan. Allah menyuruh kita untuk saling mencintai dengan kasih sayang. Jadi didalam setiap visi yang kita miliki harus disertai dengan cinta kasih agar terwujudnya kebebasan substansial, yaitu kebebasan yang tidak merugikan orang lain.

Kolaborasi

Kolaborasi adalah penggabungan banyak orang untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan dari berkolaborasi adalah untuk memecahkan masalah, menciptakan sesuatu, dan menemukan sesuatu didalam hambatan. Tentunya terdapat banyak hambatan dalam menerapkan kolaborasi yaitu, keahlian, waktu, biaya,kompetisi, dan kearifan konvensional.

Dalam berkolaborasi wajar jika terjadi perselisihan gagasan antara pihak satu dengan yang lainnya. Hal ini terjadi karena tidak terjadinya kesepakatan sehingga terjadi konflik.

Konflik dikelompokkan menjadi dua, antar personal dan organisasi. Untuk menyelesaikam konflik antarpersonal terdapat 3 pendekatan, yaitu   Lose-Lose dimana Kedua belah pihal dirugikan, pendekatan ini tidak disarankan karena solusi yangdiambil merupakan solusi yang tidak baik. Kedua Win-Lose, pendekatan ini juga tidak disarankan karena merugikan salah satu pihak dan akan menghasilkan masalah baru. Ketiga Win-Win, tentunya pendekatan ini merupakan yang terbaik karena menguntungkan kedua belah pihak.

Manajemen konflik keorganisasian dibedakan menjadi tiga pendekatan, pertama Bargaining Approach yaitu manajeman konflik yang merujuk pada kelompok yang berkompetisi karena keterbatasan sumber daya. Strategi yang digunakan untuk mengatasi konflik adalah dengan membagi secara merata kesempatan memper oleh sumberdaya atau mengurangi keinginan untuk mendapatkan sumberdaya. Kedua Bureauctratic Approach yang merujuk pada hubungan kewenangan secara vertikal. Konflik akan terjadi apabila pihak atasan ingin melakukan pengendalian tetapi pihak bawah menolak. Ketiga System Approach, apabila dua pendekatan diatas gagal, maka pendekatan sistem berisi koordinasi berbagai masalah. Pendekatan ini merujuk pada hubungan horizontal. Strategi yang digunakan untuk mengurangi konflik yaitu dengan mengurangi perbedaan terhadap tujuan dengan melakukan seleksi. Strategi lain dengan menguragi ketergantungan fungsional.

Cinta Tanah Air

Identias bangsa adalah ciri khas dari suatu bangsa, contohnya bendera dan budaya. Identitas tersebut harus diperkenalkan ke bangsa lain agar ciri tersebut tetap ada dan dikenal oleh masyarakat global. Setelah mengetahui apa identitas bangsa kita tentunya kita akan mewujudkan cinta kita terhadap tanah air dengan melakukan hal yang terbaik. Contohnya dengan mengikuti upacara, menghargai budaya, memakai produk dalam negeri.

Dengan mencintai bangsa kita akan melihat realitas bangsa, yaitu kenyataan yang ada pada bangsa ini, kita harus melihatnya untuk memperbaiki bangsa kita. Setelah mengetahui kenyataan yang ada pada bangsa, kita harus memiliki visi kebangsaan yaitu tujuan untuk menyelesaikan realita yang ada pada negeri ini.

Urgensi Kemahasiswaan

Falsafah Kemahasiswaan ada tiga yaitu posisi, potensi, dan peran. Falsafah tersebut biasa dikenal dengan PoPoPe.

Posisi :
  • Masyarakat Ekonomi : masyarakat yang memperjuangkan ekonominya.
  • Masyarakat politik     : masyarakat yang memperjuangkan kedudukan dalam masyarakat
  • Masyarakat Sipil        : masyarakat yang memperjuangkan kepentingan rakyat atau bangsa
Mahasiswa adalah masyarakat sipil yang terpelajar yaitu gabungan dari ketiga lapisan masyarakat diatas.

Potensi :

Mahasiswa memiliki beberapa potensi yaitu kritis, idealis, independen,semangat, kreativitas, jaringan, dan ilmu yan bervariatif.

Peran :
  • Agent of Change   : Mahasiswa berperan untu mengubah bangsa menjadi lebih baik
  • Guardian of Value : Menjadi penjaga dari nilai luhur
  • Iron Stock            : Menjadi penerus bangsa, mahasiswa diibaratkan sebagai besi karena besi bersifat                               keras sebagaimana mahasiswa yang bersifat idealis dan besi yang dapat ditempa                                dan dibentuk sebagaimana mahasiswa yang ditempa dan dibentuk di kampus.
Tujuan dari itu adalah terwujudnya Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengembangan, penelitian dan pengembangan dan pengabdian masyarakat.

Budaya Kampus

  1. Diskusi
  2. Peduli Lingkungan
  3. Integritas Akademik
  4. Wawasan Kebangsaan
  5. Apresiasi
  6. Inovasi
  7. Kewirausahaan
  8. Menulis
  9. Berkeinginan jadi pemimpin
  10. Budaya dekat dengan masyarakat
  11. Budaya dekat dengan alam
Kesebelas budaya kampus diatas adalah budaya yang ingin dikembangkan di dalam kampus.

Agung Hidayat
16413070

Tidak ada komentar:

Posting Komentar