Summary Materi K-3 (Information corner)
Pola pikir ideal yang harus kita anuti dalam kehidupan sehari-hari merupakan pola pikir K-3. Kita jangan hanya berpikir K-3 dalam arti tugas atau pelajaran formal melainkan setiap saat. Misalnya ketika kita melihat hal sesimpel artikel koran atau aksi demo di depan kejaksaan, kita tetap berpikir K-3. Penasaran tidak apa artinya pola pikir K-3? Secara singkat K-3 adalah:
1)Konstruktif : bersifat solutif yaitu memberi solusi, membangun dan dapat berdaya guna dalam permasalahan apapun.
2)Kreatif : menghasilkan karya yang dikreasikan oleh pikiran cemerlang diri sendiri, orsinil dan out of the box (bahasa kerennya),
3)Kritis : sifat tidak percayaan, peka dan haus akan penjelasan dalam.
Memiliki salah satu dari sifat di atas saja, kita sudah menonjol dari keramaian pemikiran manusia apalagi jika seseorang memiliki ketiga-tiga sifat yang saya sebutkan di atas. Maka dari itu saya yakin dengan pola pikir simpel ini kita mampu berpikir secara optimal dan memaksimalkan potensi diri yang mungkin saja terpendam dan akan keluar apabila pola pikir K-3 digunakan sebaik-baiknya.
Memiliki salah satu dari sifat di atas saja, kita sudah menonjol dari keramaian pemikiran manusia apalagi jika seseorang memiliki ketiga-tiga sifat yang saya sebutkan di atas. Maka dari itu saya yakin dengan pola pikir simpel ini kita mampu berpikir secara optimal dan memaksimalkan potensi diri yang mungkin saja terpendam dan akan keluar apabila pola pikir K-3 digunakan sebaik-baiknya.
Disamping itu ketika melihat sebuah kejadian kita harus sanggup :
Define : identifikasikan permasalahan, definisikan apa yang kita hadapi
Ideatik : memberi ide-ide akan solusi yang konstruktif
Prototype : rencana awal yang mesti dimatangkan lebih lanjut
Dalam beberapa kasus, sebuah permasalahan dapat ditinjau dalam beberapa persepsi atau bidang yaitu politik, ekonomi, sosial, teknologi, ekologi, legal (hukum) sehingga permasalahan dapat disebabkan oleh faktor-faktor dari bidang-bidang PESTEL tersebut. Solusi pun dapat bervariasi bedasarkan bidang yang dijadikan patokan.
Misalnya : "Turunnya nilai mata uang."
Dari segi politik : disebabkan oleh kebijakan pemerintah untuk mengedarkan uang dalam masyarakat
Ekonomi : demand mata uang Rupiah di dunia internasional menurun drastis
Sosial : adanya THR untuk lebaran.
Misalnya : "Turunnya nilai mata uang."
Dari segi politik : disebabkan oleh kebijakan pemerintah untuk mengedarkan uang dalam masyarakat
Ekonomi : demand mata uang Rupiah di dunia internasional menurun drastis
Sosial : adanya THR untuk lebaran.
Sekian artikel ini. Walau singkat saya berharap akan berguna bagi bangsa Indonesia. MERDEKA.
Oleh Riffani Putri
Oleh Riffani Putri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar