Kamis, 22 Agustus 2013

K3 K3 K3

Apa itu K3? K3 adalah singkatan dari sifat sifat dan pola pikir yang harus dimiliki oleh mahasiswa ITB. K3 berasal dari
3 kata, kritis, kreatif, dan konstruktif.

Kritis : adalah status konservasi yang diberikan terhadap spesies yang memiliki risiko besar akan menjadi punah di alam liar atau akan sepenuhnya punah dalam waktu dekat. sehingga setiap mahasiswa diharapkan meninggal agar mereka punah, percaya? saya tidak. Kritis disini tentunya berarti lain, kritis berarti berfikir, kritis berarti mengolah, sehingga bersifat kritis berarti berusaha mengolah setiap informasi yang masuk dan mencari sisi positif dan negatifnya dengan cara berfikir dari banyak sudut pandang, itulah kritis.

Kreatif: adalah sifat yang dapat menghasilkan kreasi/ hal baru
Dulu, ada biksu yang tertidur ketika sembahyang karena kelelahan mengurus manusia, biksu itu bernama Tong sampah chong. Dewa yang merasa tersinggung akhirnya menyuruh biksu tersebut menyusuri bumi mencari Kitab kamasutra suci. dalam perjalanan beliau singgah di gunung yang sedang dilanda konflik antara 2 geng motor besar, XTC dan Brigez. XTC iba melihat tong sampah chong yang letih langsung memberinya kukubima energi beserta SPGnya, sehingga Tong sampah chong semangat lagi. Beliau merasa sangat tertolong dan memberikan XTC kado ucapan terimakasih berupa hancurnya Brigez dalam satu malam. ketua XTC yang bernama carl johnson (kenapa bukan sun go kong? kumaha urang weh) pun kagum dan mengikutinya untuk berguru.
Pusing? aneh? kagum? ga kepikiran? inilah kreatif

Konstruktif: adalah pola pikir yang selalu berusaha memberi masukan kongkret sehingga akhirnya terciptanya suatu solusi, berikut saya berikan contoh mengenai cara berpikiran konstruktif
jika melihat metode dari pemberian tugas OSKM, maka tidak aneh jika banyak MABA yang tidak mengumpulkan tugas atau mengumpulkan dengan asal, hal ini didukung dari 2 argumen, yaitu
1. deadline yang sangat dekat, bisa dilihat dari waktu pemberian spek tugasnya, yaitu jam 2100 sampai deadlinenya, yaitu 2359. ada kemungkinan di sudut bandung di luar sana, ada camaba yang sudah menyelesaikan tugasnya sebelum jam 2100 dan tidur, sambil tidak tahu ada keterangan spek tertentu.
2. kurang memikirkan situasi camaba, dikarenakan jam pemberitahuan spek yang memang malam, mungkin banyak camaba, terutama dari luar kota bandung, yang tidak memiliki internet di tempat tinggalnya, dari 3600 maba, sangat mungkin setidaknya ada satu orang yang harus keluar mencari warnet 24 jam. jika dia keesokan harinya berangkat naik motor dan letih, lalu hilang konsentrasi dan kecelakaan, mungkin pendidikan k3 yang dia terima menjadi sia sia (di akhirat yang ditanyakan adalah nama tuhan, bukan definisi k3). mungkin kedepannya panitia bisa memberitahukan tugas minimal 2 hari sebelum deadline, atau mengcancel tugas yang temponya lebih singkat dari 2 hari.
solusi kongkret seperti inilah yang dimaksud dengan konstruktif

Sekian materi yang saya olah dari informasi yang diberikan oleh taplok saya tercinta, terimakasih.

Fajri Habibie Suwanda (STEI)
16513083


Tidak ada komentar:

Posting Komentar