Davin Sigmund
Kearifan Lokal
Oleh : Gita Wiryawan
Kearifan lokal bertujuan menjaga alam dan lingkungan, Pemuda
harus memiliki pengetahuan tentang bangsa dan mengenali tantangan global dan
solusinya, dan harus cinta Indonesia. Semangat kemahasiswaan identic dengan
kearifan lokal yang identik dengan orientasi studi di Institut Teknologi
Bandung. Perekonomian Indonesia butuh pemimpin yang mengerti kepentingan
rakyat. Indonesia merupakan Negara dengan ekonomi terbesar nomor 15 di dunia.
Pemerintahan tidak akan relevan kalau tidak ada pengetahuan dan siapapun yang
memimpin harus mengutamakan pluralism dan demokrasi dan harus dapat di
komunikasi ke forum nasional bahkan internasional, Indonesia merupakan negara (dengan
jumlah penduduk yang dominan muslim) terbesar dalam G20, Begitu juga di sisi
ekonomi, bahkan 2 kali lebih besar dibandingkan dengan Saudi Arabia. Indonesia bisa
sukses sebagai Negara muslim kalau ada plurarisme, ini bertujuan menjaga
stabilitas ekonomi ke depannya. Perekonomian Indonesia butuh pemimpin muda yang
mengerti kearifan lokal, bukan yang menghilangkan kekayaan budaya kita, karena
bangsa yang menyia-nyiakan kearifan lokal adalah bangsa yang tidak akan maju. Indonesia
yang sekarang menjadi pemasok bahan baku ini, diharapkan tidak hanya menjadi
pemasok bahan baku saja. Pendidikan merupakan salah satu program yang
disentralisasikan, Buktinya 20 persen dari APBN digunakan untuk pendidikan.
Pendidikan adalah senjata yang bias digunakan untuk bersaing dalam hal ekonomi,
Bukan harus ada perselisihan antara Indonesia sendiri tapi harus dengan Negara lain, bersaing dalam
bidang ekonomi. Indonesia butuh pemimpin yang mengerti geopolitik dan juga mau
mengapresiasikan keinginan rakyat. Permintaan rakyat itu beragam, dan dari
berbagai bidang kehidupan.
Hal ini tidak mudah, namun Institut Teknologi Bandung akan
menjadi pabrik pemimpin yang professional. Tantangan kedepan adalah bagaimana
kita sebagai pemimpin masa depan mengedepankan nasionalisme dan menjunjung
kearifan lokal. “ If you want it, You'll get it”.
WANADRI
Oleh : Indra Hidayat
Indonesia adalah Negara kesatuan
yang berbentuk kepulauan sehingga luas lautannya 3 kali lipat dari jumlah
daratannya, Indonesia bergaris pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Jumlah pulau di
Indonesia sangat banyak sekitar 17000an
pulau. Indonesia juga punya kawasan khas dan masih sanagat sedikit yang
tereksplorasi. Ada beberapa masalah seperti interferensi budaya, misalnya
budaya kita diklaim Negara lain, namun dengan berpikir positif, kita harus
berbahagia karena banyak yang berusaha mengklaim budaya kita dan kerennya
mereka menjadi follower kita. Indonesia
adalah Negara kelautan, namun pada kenyataannnya kita lebih banyak berorientasi
di darat, namun di laut masih banyak yang belum kita garap. Oleh karena itu ada
beberapa saran yaitu : Sadar Diri, Sadar
Lingkungan, dan Sadar Tujuan.
Intergeritas dan kompetensi alumni ITB untuk kemandirian dan
kesejahteraan bangsa
Oleh : Tri Mumpuni
Syarat dari Intergeritas dan
kompetensi seseorang untuk kemandirian dan kesejahteraan bangsa adalah mempunyai
pengetahuan dan perasaan/empati. Yang penting adalah membuat logika dan empati
terus bersinergi dan jangan berpikir tanpa rasa. Sebenarnya Sumber Daya Alam
itu kalau paradigmanya benar, bisa digunakan untuk mempower masyarakat
Indonesia. Pertumbuhan harus terikat pada nilai optimal untuk kepentingan dan
kesejahteraan masyarakat lokal dan dapat didukung lingkungan setempat. Kita sebagai
mahasiswa diharapkan dapat melakukan 3 hal, yaitu : Pelurusan versi Pembagunan, Perubahan paradigm investasi, pembatasan pertumbuhan
usaha.
Riset Indie
Oleh : Saska
Riset Indie dibentuk oleh kelompok yang telah mempunyai
pekerjaan tetap untuk mempunyai pekerjaan tetap untuk penyaluran energy yang
berlebih. Penelitian di teknologi,
sosial , ekonomi, dan media. Hal ini dibutuhkan agar komunitas dapat bertahan
adalah Finicality Sustainable. Disini
Riset Indie meneliti hal-hal yang menurut mereka menarik untuk dikembangkan
menjadi usaha. ITB hebat karena
menghasilkan lulusan yang berkompeten, Setelah tamat dari ITB kita dituntut
agar dapat menghasilkan sesuatu yang baru dan tidak kabur dalam menghadapi
masalah yang ada. “ Semua berawal dari
hal kecil, dan jangan pernah sombong ketika sudah hebat”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar