Jumat, 23 Agustus 2013

Resume seminar OSKM
Narasumber :
1.       Menteri perdagangan RI, Gita Wiryawan
Semangat kemahasiswaan harus kental akan kearifan lokal dimana dia diharapkan menjadi seorang pemimpin di masa depan. Pemimpin haruslah seseorang yang mengerti dengan keadaan rakyatnya. Saat ini, Indonesia sebagai negara Islam serta negara-negara islam di dunia lainnya hanya menyumbang kurang dari 9 % perekonomian dunia, dengan jumlah penduduk sekitar 23 %. Berdasarkan ini, kita berharap hendaknya Indonesia dapat mengembangkan perekenomian dengan jumlah penduduk yang sebagian besar adalah muslim.
Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang berkearifan lokal. Jika tidak itu berarti kita kehilangan jati diri kita sendiri. Kita juga harusnya bangga dengan budaya sendiri, tidak pada budaya lain. Bahkan kita harus mengembangkan budaya kita agar bisa dikenal juga di manca negara. Contohnya adalah negara Korea Selatan. Korsel sukses dalam revolusi agraria dalam waktu 23 tahun, setelah itu mereka melakukan diversifikasi sehingga mereka bisa mengahasilkan produk-produk teknologi. Bahkan sekarang mereka telah mengembangkan budayanya ke negara-negara lain termasuk Indonesia.
Saat ini Indonesia perlu meningkatkan 60% mutu tenaga kerja di tiap-tiap unit untuk dapat meningkatkan 7% pendapatan. Pada intinya, Indonesia membutuhkan pemimpin untuk menghadapi tantangan ini.


2.       Indra Hidayat, pembicara dari WANADRI
Cinta tanah air
Setelah deklarasi Juanda Indonesia menjadi negara kepulauan dengan wilayah yang lebih besar dari wilayah yang diperoleh setelah proklamasi. Indonesia juga memiliki garis pantai terpanjang ke 2 di dunia setelah Kanada. Indonesia juga terdiri dari berbagai  bentuk alam, baik gunung, pantai, perbukitan, dsb. Selain itu, Indonesia juga memiliki kawasan khas dan medan khas, seperti adanya es di kawasan di katulistiwa, dan juga memiliki pegunungan berapi. Dengan adanya keanekaragaman alam seperti itu, kita sebagai warga negara hendaknya dapat mencintai dan memanfaatkan keragaman tersebut dengan baik.

  1. Ibu Tri Mumpuni
Integritas dan kompetensi pemuda untuk kemandirian dan kesejahteraan bangsa
  1. Memiliki pengetahuan dan logika
  2. Mempunyai empati / perasaan
Saat ini di Indonesia, masih banyak daerah di Indonesia yang masih dapat dikatakan sebagai daerah terisolir. Masih ada daerah di Indonesia yang belum mendapat listrik dan pendidikan yang layak. Keadaan ini sebenarnya tidak diharapkan lagi di era yang modern ini. Kita para pemuda dituntut untuk dapat peduli terhadap keadaan seperti ini. Kita harus berpikir dengan perasaan. Jangan bertindak untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Dukunglah mimpi anak-anak bangsa. Setiap pertumbuhan harus terikat pada nilai optiimal untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat lokal/ daya dukung masyarakat setempat.
  1. Saska, dari Riset Indie
Riset Indie mrupakan suatu lembaga penelitian di bidang sosial, ekonomi dan media. Riset indie telah melakukan proyek-proyek sebagai berikut :
  1. Proyek polaroid, dimana kamera polaroid yang dulu sangat digemari, pada 2008 mengalami kebangkrutan akibat konsumen beralih ke kamera digital. Namun Riset Indie berhasil mengumpulkan orang-orang yang masih menyukai polaroid untuk membeli pabrik yang bangkrut dan membangun kembali.
  2. Animatronic yaitu sejenis robot yang dicover dengan make-up. Animatronic yang berhasil dibuat bernama Alinea.
  3. Proyek Angkot Day, yang akan dilaksanakan pada 20 September di Bandung dimana pada hari itu, masyarakat bisa merasakan angkot yang nyaman, lancar dan gratis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar