Seminar dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Jendral OSKM dilanjutkan Ketua KM ITB dan Wakil Rektor ITB. Kakak-kakak panitia OSKM pun mengundang seorang moderator yang ternyata adalah seorang Putri Indonesia, membuat seminar ini semakin menarik dan panggung dihiasi oleh kakak-kakak dari unit APRES sebagai pengiring musik.
Narasumber pertama adalah bapak Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan. Pada pembukaan pidato, beliau menyebutkan bahwa perekonomian Indonesia membutuhkan pemimpin yang toleran, semangat kemahasiswaan kental dengan kearifan lokal. Semua tergantung seberapa mau anda dan kehendak Tuhan. Indonesia masa ini penuh dengan korupsi, minimnya teknologi juga berbudaya. Beliau menegaskan, kita sebagai calon pemimpin yang baik harus melek teknologi, peka budaya dengan semangat kesatuan untuk bersaing dengan dunia. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menjawab masalah pada jamannya dan responsive dengan permintaan rakyatnya. Perekonomian RI membutuhkan pemimpin berkearifan lokal bukan menghilangkan atau bahkan mensia-siakan budaya, tetapi melestarikannya dan aktif berinovatif. Kita harus bangga dengan merek dalam negeri dan berani bertindak menangani kebudayaan luar yang masuk ke dalam negara kita. Masa depan Indonesia ada pada tangan generasi mudanya yang harus membuat Indonesia bersinar di masa depan di seluruh bidang dengan semangat demokratis dan mengedepankan nasionalis dalam masyarakat. Akhir kata dari pidato, beliau mengatakan bahwa jadilah garuda yang kreatif terampil berteknologi yang berjiwa nasional, seorang pemimpin yang dapat membanggakan bangsanya.
Beliau adalah lulusan universitas ternama di luar negeri, beliau cukup aktif di bidang olahraga dan dapat memainkan piano dengan baik.
Kemudian beliau pamit undur diri dan acara seminar dilanjutkan ke narasumber berikutnya. Mereka adalah dari sebuah komunitas yang bernama Wanadri, yang adalah Ilham Fauzi, Indra Hidayat, Ikhsan. Mereka mempresentasikan hal-hal yang memperluas wawasan tentang Indonesia. Karakteristik Indonesia diperjelas dalam presentasi tersebut, seperti jumlah pulau Indonesia yang jumlahnya kurang lebih 17.000. Oleh karena itu Indonesia disebut negara kepulauan dan luas perairannya yang luas sebagai negara maritim.
Berlanjut ke narasumber ke tiga, Ibu Tri Mumpuni. Beliau menampilkan sebuah presentasi dengan judul "Integritas & Kompetensi Mahasiswa ITB untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa". Integritas dan kompetensi berasal dari pengetahuan (logika) dan perasaan yang saling berkomunikasi sehingga menciptakan akal sehat. Hal itulah yang dibutuhkan Indonesia untuk menjadi lebih baik. Ekonomi yang naik akan membuat pertumbuhan penduduk semakin baik. Pertumbuhan yang baik terbatas pada kepentingannya, berdasarkan kesejahteraan dan lingkungan setempat. Tetapi di Indonesia, ekonomi menjadi kepentingan pemilik modal dan teknologi. Banyak sekali daerah yang tidak terjangkau yang masih keterbelakang dalam soal teknologi dan penyebaran listrik. Beliau menjelaskan tentang kewirausahaan sosial yang unik dan melakukan apa yang disukainya sebaik mungkin, sehingga meningkatkan ekonomi. Namun sekarang banyak kasus yang tidak manusiawi dalam kehidupan. Beliau menyampaikan untuk mencoba menjadi wirausaha yang dapat mengubah ekonomi menjadi lebih manusiawi.
"Selamat berjuang mahasiswa baru ITB 2013 untuk me-Merdekakan anak bangsa yg selama ini tersisihkan" - Bu Tri Mumpuni
Narasumber berikutnya adalah seorang alumni ITB, kak Saska, yang membuat sebuah organisasi di ranah tekno sosial dan media yang bernama Riset Indie. Organisasi riset indie ini disebutkan oleh CEOnya adalah organisasi riset yang tidak terlalu kaku dan melakukan riset sesuka hati. Program kerja yang telah dilaksanakan adalah seperti project polaroid, pengenalan project alinea yang adalah project animator pertama di Indonesia dan yang akan masih direncanakan adalah angkotday. Menurut kak Saska, penyebab macetnya Bandung adalah terlalu banyaknya pengguna jalan yang menggunakan mobil pribadi. Kak Saska mempunyai solusi untuk mengajak masyarakat Bandung untuk mau pergi menggunakan angkot di hari tersebut yang memiliki fasilitas gratis dan anti ngetem untuk trayek Dago-Kalapa. Kak Saska pun berbagi tips dan banyak quote untuk menjadi mahasiswa yang berkarya dalam kehidupan.
4 narasumber sudah mempresentasikan dan memberikan banyak sekali pelajaran yang hebat. Kemudian dibuka sesi tanya jawab hanya untuk 3 mahasiswa yang beruntung dan di jawab dengan baik oleh narasumber yang berasal dari Wanadri dan Kak Saska.
Seminar berjalan lancar dan diakhiri pemberian plakat kepada para narasumber dan moderator. Kemudian moderator dan narasumber pamit undur diri dan acara seminar berakhir.
Cicilia Sri Bintang Lestari
16813107
Tidak ada komentar:
Posting Komentar