Sesi I By Gita Wiriawan
Saat
ini, dalam bidang ekonomi, Indonesia butuh pemimpin muda yang mengerti rakyat. Survey membuktikan bahwa
pertumbuhan ekonomi Indonesia ada di peringkat 15 dunia. Tetapi kenyataan itu
tidak cukup. Kita yang termasuk Negara Islam terbesar di dunia hanya mampu
menyumbang 9% dari ekonomi dunia. Untuk itu jika kita ingin sukses, kita butuh
pluralisme dan pemimpin muda yang mempunyai kearifan lokal. Maksudnya, tanpa
menghilangkan tapi memanfaatkan potensi alam yang ada, aktif berinisiatif,
proaktif “menggangnam” atau “menggarudakan” diri sendiri.
Prinsip
Gangnam Style yang popular akhir-akhir ini mencerminkan :
1. Kemahiran
teknologi
2. Kesinambungan
demokrasi
3. Kekayaan
budaya
4. Kemajuan
ekonomi
Dari
prinsip ini kita bisa menerapkannya dalam menggarudakan Negara Indonesia
Masalahnya,
untuk sementara waktu posisi itu belum akan terisi oleh Indonesia. Kalau memang
ingin, kita harus mulai menggunakan barang-barang Indonesia. Kita terbiasa
menggunakan budaya “murah kenyang”. Yaitu budaya dimana kita lebih suka
menggunakan barang ekspor yang harga dan kualitasnya lebih terjangkau. Padahal
budaya itu adalah budaya “salah parkir”.
Selain
itu kita perlu emulasi hal-hal dari Negara tetangga. Contohnya, pada tahun
20-an orang Ameerika menganggap orang-orang Korea bodoh. Lalu presiden pertama
Korea saat itu menerbitkan buku yang berisi teori pelaku industry dengan dasar
reformasi agrarian, yaitu para petani yang ada disuruh melakukan diversifikasi.
Petani Korea yang sudah berhasil didukung pemerintah untuk membuat mobil,
elektronik, gadget yang kita kenal dengan merk Hyundai, Samsung, dll. Selain
itu, mereka tidak hanya ekspor produk tetapi juga mulai mengekspor budaya
mereka contohnya Korean Pop. Ekspor budaya itu adalah bukti kulminasi bangsa.
Jika kita tidak mampu mengekspor budaya maka kita belum sukses sebagai Negara.
Negara
kita harus menguasai teknologi, demokrasi, budaya, dan pluralisme untuk
mematahkan mitos bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini hanya di
Jakarta. Padahal kenyataannya sebanyak 20% pertumbuhan ekonomi lebih besar di
luar pulau Jawa selama 4 tahun terakhir ini. Oleh karena itu, sebanyak 46% dari
total realisasi investasi dari Negara-negara asing banyak berada di luar pulau
jawa.
Kita
perlu lebih menerapkan “Hilirisasi”. Kenapa? Karena di hilir sumber dayanya
lebih banyak dan perlu pemahaman teknologi yang lebih tinggi. Indonesia bukan
hanya sebagai natural resource economy tapi juga harus bisa member nilai
tambah.
Untuk
itu, suku bunga biaya pinjaman harus diturunkan. Kenyataannya, suku bunga yang
diberikan kepada para pengusaha ukm lebih besar daripada bunga yang diberikan
pada Negara asing. Diharapkan para pengusaha mampu bersaing karena tak lama
lagi kebijakan ASEAN yang dinamakan Masyarakat Ekonomi ASEAN akan mulai
berjalan. Ini adalah suatu komunitas yang menyepakati kelonggaran perdagangan
dan investasi, yang mencakup :
1. Base
produksi
2. Pasar
Kolektif
3. Ekonomi
kompetitif dan terintegrasi dengan global
Dengan begitu mau tidak
mau kita harus siap karena suatu saat kita bisa kontraksi.
Selain itu, konteks
persaingan saat ini seharusnya bukan antar pulau, tapi antar Negara. Indonesia
butuh pemimpin yang bisa menjawab masalah zaman, dan responsive terhadap
permintaan rakyat. Kreatif, terampil, melek teknologi, seta bersemangat
kebangsaan dan kearifan lokal. We have to be nationalistic, but in same time be
international!!
Sesi II Wanadri by Indra Hidayat
“Cinta Tanah Air”
Indonesia
tidak hanya kaya akan sumber daya alam tapi juga kaya budaya. Saai ini yang
menjadi kendala adalah:
1. Intervensi
Budaya
Budaya-budaya nasional
diklaim oleh Negara lain. Tetapi itu bisa diatasi jika kita kreatif.
2. Bencana
Letak Negara kita yang
dilewati oleh gunung berapi dan lempeng-lempeng bumi rawan bencana
3. Orientasi
terhadap kehidupan
Sebenarnya kita adalah
Negara kelautan, bukan Negara kepulauan. Karena daerah laut Indonesia lebih
luas
4. Perbatasan
Kita berbatasan dengan 10 negara.
Oleh karena itu kita butuh “Sadar diri, sadar lingkungan, dan sadar tujuan”.
Sesi III by Ibu Tri Mumpuni
“Integritas dan Kompetensi Pemuda untuk Kemandirian
dan Kesejahteraan Bangsa”
Integritas
dan kompetisi yang harus dimiliki oleh tiap mahasiswa adalah:
1. Pengetahuan
/ logika
2. Perasaan
/ empati
Jika digabung, itu akan
menjadi akal sehat untuk mampu membaca Indonesia dengan baik. Tetapi, meskipun
Indonesia mempunyai banyak sumber daya, itu bukan milik penduduk kita sendiri.
Sebagian besar pasti dimiliki asing. Kebanyakan warga Indonesia hanya menjadi
kuli di Negara sendiri. Jika terus seperti ini nasib kita tak akan berubah.
Kita harus menjadi pemimpin yang berintegrasi dan mampu berkontribusi terhadap
keadaan lingkungan sekitar.
Selain itu, saat ini
ekonomi hanya dianggap sebagai “ makin tinggi tumbuhannya, makin baik ekonomi”.
Padahal sebenarnya, ekonomi terikat pada kearifan local dan pelestarian
lingkungan. Tetapi, sekarang aspek kemanusiaan dan lingkungan benar-benar tidak
dianggap. Kita hanya focus pada perhitungan keuntungan. Karena itu, saat ini
kita butuh Kewirausahaan Sosial.
Kewirausahaan social
menyatakan bahwa setiap orang itu unik. Pengertian ekonomi pun berubah menjadi
“melakukan sesuatu yang benar-benar disukai dengan sebaik-baiknya.” Selain itu
di sini rasa / empati juga diutamakan. Ada 3 hal penting :
1. Perbaikan
visi pembangunan
2. Perubahan
paradigm investasi
3. Pembatasan
pertumbuhan usaha
Paradigm investasi
terjadi karena materi pendidikan formal. Seharusnya kita juga mengejar sifat
pro lingkungan dan pro masyarakat local. Maka, perkembangannya akan sesuai
dengan keinginan UUD 1945 dalam pasal 33, dimana kita juga membantu masyarakat
kecil.
Sesi IV Riset Indie by Pak Saska
Riset indie adalah
suatu kelompok penelitian di bidang teknologi, social, ekonomi, dan media.
Proyek-proyek yang telah dan sedang dilaksanakan adalah :
1. Polaroid
Dulu kamera Polaroid sangat
digemari. Namun pada tahun 2008 pabrik Polaroid bangkrut karena kalah dengan
kamera digital. Namun riset indie terinspirasi oleh usaha para karyawan pabrik
yang rela patungan untuk membeli kembali pabrik tersebut.
2. Animatronic
3. Angkot
Day
Bellinda
(16713321)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar