Jumat, 23 Agustus 2013

Sejarah Kemahasiwaan di ITB

Sejarah Kemahasiswaan ITB
Bismillah, alhamdulillah..
Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Teman-teman yang saya banggakan, kita sebagai putra-putri terbaik bangsa ini maka kita memiliki banyak beban tanggungan yang berat di pundak kita. maka dari itu mari kita bangun negri tercinta kita ini dengan menuntut ilmu dan menerapkannya dilingkungan masyarakat guna mensejahterakan masyarakat kita.
Teman-teman yang saya banggakan, disini saya akan mengulik tentang sejarah kemahasiswaan ITB. Simak yaaa....:)
1)      Masa Awal (1920 – 1950)
            a)      Tahun 1920, berdiri “Technische Hoogeschool te Bandoeng”.
i)        Terbentuk “Bandoeng Studenten Corps” (BSC)  atau “Corpus Studiosorum Bandungense” (CSB)
ii)       Terbentuk “Indische Studenten Vereniging” (ISV)
            b)      Tahun 1922, Raden Soekarno bersama Anwari dan Rooseno masuk ke TH Bandoeng.
            c)       Tahun 1926, Soekarno lulus.
            d)      Tahun 1927, Soekarno mendirikan partai politik beraliran kebangsaan, Partai Nasional Indonesia.
            e)      Tahun 1940, TH Bandoeng berubah nama menjadi Institute of Tropical Sciences
            f)       Tahun 1944, kemudian berubah menjadi Bandung Kogyo Daigak.
            g)      Tahun 1945, Indonesia Merdeka. Kemudian berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Teknik Bandoeng.
i)        Berdiri organisasi Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Bandung. Dan seluruh kegiatan akademik berpindah ke Yogyakarta, mendirikan Sekolah Tinggi Teknik di Yogyakarta yang kemudian menjadi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, dengan dekannya yang pertama Ir. Rooseno.
            h)      Ketika Belanda mendirikan Nood Universiteit (sekarang Universitas Indonesia), kampus STT Bandoeng dijadikan Faculteit van Technische Wetenschap (Fakultas Ilmu Teknik) dan Faculteit van Exacte Wetenschap (Fakultas Ilmu Pasti).
            i)        Tahun 1947, berdiri organisasi kemahasiswaan Keluarga Mahasiswa Seni Rupa,
            j)        Tahun 1948, berdiri organisasi kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Bangunan Mesin dan Listrik.
2)      Masa Demokrasi Liberal (1950-1959)
            a)      Tahun 1950, berdiri organisasi Dewan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia.
i)        di Bandung, berdiri Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia Bandung.
            b)      Pada dekade 1950-an, mendirikan organisasi kemahasiswaan seperti
(1)    Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), bagian dari PNI,
(2)    Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) bagian dari PKI, dan
(3)    Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos) bagian dari Partai Sosialis Indonesia.
            c)       Tahun 1955, Dewan Mahasiswa UI Jakarta dan UI Bandung disatukan di bawah kepemimpinan Emil Salim.
            d)      Tahun 1957, berdiri Majelis Mahasiswa Indonesia (MMI) yang dideklarasikan di Aula Barat Fakultas Teknik UI Bandung.
            e)      Tahun 1947, berdiri Persatuan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI).
i)        Tahun 1957, PPMI sempat mengadakan Konferensi Mahasiswa Asia Afrika yang dimotori oleh Imaduddin Abdulrahim dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Soedjana Sapiie dari Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB).
            f)       2 Maret 1959, Presiden memisahkan Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam UI Bandung menjadi Institut Teknologi Bandung.
3)      Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966)
            a)      Tanggal 20 November 1960, ketiga Senat Mahasiswa (Senat Mahasiswa Teknik, Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, serta Ilmu Kimia dan Ilmu Hayati) tersebut melebur menjadi Dewan Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (DM ITB) dengan Ketua Umumnya yang pertama Piet Corputty dan Udaya Hadibroto sebagai Wakil Ketua Umum.
            b)      Pada tahun 1964, Konferensi MMI IV di Malino, Sulawesi Selatan, DM UI, ITB dan UNPAD dikeluarkan dari kepengurusan MMI.
            c)       Tanggal 24 Februari 1966, DM ITB dan KAMI Bandung mengirimkan Satuan Tugas berjumlah 200 Mahasiswa ke Jakarta. Dipimpin Muslimin Nasution, Deddy Krishna, Fred Hehuat, Adi Sasono, Arifin Panigoro, dan Rudianto Ramelan. Patung Menlu RI H. Soebandrio yang dibuat anak-anak SR ITB menjadi trademark aksi-aksi mahasiswa Bandung di Jakarta.
            d)      Surat Perintah 11 Maret 1966 mengakhiri aksi Tritura. DM ITB kembali ke Bandung.
            e)      Bulan Oktober 1966, terbentuk Keluarga Mahasiswa ITB sebagai penyempurnaan Dewan Mahasiswa, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) sebagai badan legislatif yang berisi wakil himpunan mahasiswa jurusan, dan Badan Pertimbangan Mahasiswa (BPM) sebagai perwakilan organisasi kemahasiswaan ekstra kampus seperti HMI, PMB, GMNI, PMII, dan lain-lain.
4)      Dekade 70-an
            a)      Terbentuk unit-unit kegiatan mahasiswa Olahraga dan Kesenian.
i)        Studi Ilmu Kemasyarakatan (PSIK),
ii)       Student Centre,
iii)      BNI Unit ITB,
iv)     Toko Kesejahteraan Mahasiswa,
v)      PT Pos Unit ITB,
vi)     asrama dan lain-lain.
            b)      Tahun 1979, dibentuk Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BKK) yang diketuai Pembantu Rektor Kemahasiswaan.
            c)       Tahun 1982, 22 Ketua Himpunan dan 44 Ketua Unit Kegiatan menyatakan pembubaran Dewan Mahasiswa.
5)      Dekade 80-an
            a)      Tahun 1982, terbentuk Forum Ketua Himpunan Jurusan (FKHJ) dan Badan Koordinasi Satuan Kegiatan (BKSK) yang tetap mengkoordinasikan kegiatan kemahasiswaan terpusat ITB.
            b)      Tanggal 5 Agustus 1989, Menteri Dalam Negeri Jenderal Rudini ke kampus ITB untuk memberikan penataran P-4 kepada mahasiswa baru angkatan 1989 disambut dengan demonstrasi pembakaran ban, pelemparan telur kepada Jenderal Rudini, dan usaha pengusiran. Akibat demonstrasi ini, Fadjroel Rachman, Jumhur Hidayat, Enin Supriyanto, Ammarsyah dan Arnold Purba dipenjara selama 3 tahun di Nusakambangan.
6)      Dekade 90-an
            a)      Tahun 1992 dan 1994, mengadakan Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) yang dilegalkan oleh Rektor Prof. Wiranto Arismunandar.
            b)      Tahun 1990, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Fuad Hasan mewajibkan berdirinya Senat Mahasiswa Peguruan Tinggi (SMPT), berakhirlah era NKK-BKK.
            c)       Tanggal 20 Januari 1996, FKHJ dan BKSK ITB mendeklarasikan berdirinya Keluarga Mahasiswa ITB berikut kelengkapannya yaitu Kongres dan Kabinet KM ITB.
            d)      Tahun 1996,
i)        KM ITB dan Komite Mahasiswa Unpar mendirikan Forum Komunikasi Mahasiswa Bandung.
ii)       Bersama kampus-kampus Jakarta, mendirikan Forum Komunikasi Mahasiswa se-Jabotabek (FKMJ) yang disingkat Forum Kota (Forkot).
iii)     Bersama FKMB, Forkot dan juga Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jabotabek (FKSMJ) mengadakan mimbar bebas di sekretariat PDI, jalan Diponegoro yang berakhir dengan Kerusuhan 27 Juli 1996.
            e)      Tahun 1998, Berdirinya Satgas KM ITB dan berdirinya Tim Beasiswa KM.
            f)       Bulan Oktober 1998, Pemilihan Umum Raya Keluarga Mahasiswa untuk pertama kalinya sejak KM ITB dideklarasikan kembali.
i)        hasilnya Vijaya Vitriyasa (MS’94) sebagai Presiden KM ITB periode 1998-1999.
(1)    Kabinet Vijay berkontribusi dalam mendirikan unit Radio Kampus (RK), mengadakan Hearing Calon Presiden RI bulan April 1999.
7)      Dekade 2000-an
            a)      Tahun 1997 BKSK bubar akibat program relokasi Unit ke Gedung Bengkok dan Sunken Court dan menjadikan beberapa ruang Student Centre dijadikan lahan usaha oleh Birokrasi Kampus.
            b)      Bulan Desember 2001, BEM Bandung Raya dideklarasikan di Aula Barat ITB.
            c)       Tanggal 1-2 Februari 2003, KM ITB mengadakan Kongres BEM Nasional untuk merumuskan solusi bagi perbaikan bangsa. Tetapi Kongres ini dibayang-bayangi perpecahan mahasiswa akibat tidak ikut sertanya KM ITB dalam aksi menuntut turunnya Mega-Hamzah.
            d)      Tanggal 20 Oktober 2004, Kabinet Anas mengadakan banyak acara seperti
i)        Temu BEM Se-Indonesia yang diselenggarakan Seskoad,
ii)       Deklarasi Gerakan Membangun Nurani Bangsa (Gema Nusa),
iii)     pendirian Student Association for Corruption Watch,
iv)     aksi peduli bencana Tsunami Aceh dan Nias, serta
v)      Olimpiade ke-III.
            e)      1 Januari 2006, ART ITB disahkan,  dengan perubahan jumlah 5 Fakultas menjadi 5 Fakultas dan 5 Sekolah.
Source : http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/24/sejarah-kemahasiswaan-itb-terbaru-untuk-kedua-kalinya/


Sukuanto Tanoto
16413250

Resume Seminar tanggal 23 Agustus 2013

Sesi Pertama
Bapak Gita Wirjawan - Menteri Perdagangan

Banyak sekali hal yang diungkapkan bapak Gita dalam memotivasi kita agar selalu memiliki semangat kearifan lokal. beliau berkaata kesuksesan itu sesungguhnya ada di depan mata kita, tinggal seberapa besar keinginan kita untuk meraihnya. "If You Want It, You Will Get it". menurutnya semangat kemahasiswaan adalah semangat yang kental dengan kearifan lokal. Indonesia sekarang ini sangat membutuhkan pemimpin yang seimbang antara kepentingan rakyatnya dan kepentingan pemimpin itu sendiri.
Bila dilihat secara keseluruhan Indonesia menempati posisi nomer 15 dalam perekonomian dunia. tapi kita perlu berbangga karena Indonesia merupakan negara muslim terbesar dengan perekonomian kedua terbesar di dunia. Kita bisa sukses sebagai negara muslim apabila kita mengembangkan pluralisme.
Indonesia membutuhkan mahasiswa-mahasiswa yang aktif untuk menunjukan dirinya. Perekonomian Indonesia membutuhkan pemimpin yg memiliki kearifan lokal. Harus memajukan kekayaan budaya dan daerah. Yang kita perlukan untuk Indonesia adalah kemajuan ekonomi, kekayaan budaya, kesinambungan demokrasi, kemahiran teknologi. yang lebih hebatnya dominasi perekonomian AS selama beberapa puluh tahun terakhir bisa digantikan oleh indonesia dalam 20 tahun ke depan apabila peningkatan ekonomi indonesia sebesar lebih dari 6% .. Tantangan untuk sukses dalam perekonomian ini sangat banyak, dalam periode 2030 kita hrs meningkat 60% produktivitasnya. Jika hal ini tdk bisa dicapai maka kita tidak akan mencapai peningkatan ekonomi sebesar 7% pertahun.
yang berbahaya adalah masih banyak rakyat indonesia yang menganggap pertumbuhan ekonomi hanya terjadi di Jakarta.Jakarta hanya 20% pertumbuhan ekonominya, bahkan banyak daerah-daerah lain lebih besar. Tahun 2012, 46% dari total realisasi investasi terjadi di luar pulau jawa. Pertumbuhan ekonomi tdk hanya terjadi di jakarta
Rasio Gini indonesia meningkat dari 31 menjadi 41, salah satu solusinya adalah memperbanyak penanaman modal diluar pulau jawa. Indonesia kini bergabung dalam Masyarakat Ekonomi Asean, Masyarakat Ekonomi Asean  adalah kesepakatan pelonggaran investasi di sepuluh negara Asean. Hal tersebut bertujuan agar negara-negara asean menjadi base produksi dan menjadi pasar yg kolektif.
diakhir pidatonya Bapak Gita Wirjawan menyampaikan bahwa produk pendidikan adalah senjata yg bisa bersaing, hal ini harus penuh dengan semangat persatuan. kita harus bisa berbudaya dengan penuh  bangga berbangsa. Indonesia membutuhkan pemimpin yg bisa menjawab tantangan zaman.

"Jadilah garuda-garuda yang kreatif, trampil, berteknologi, yg punya semangat kebangsaan. Jalani kehidupan di itb sbg seorang pemimpin yang berkebangsaan dan mengusung kearifan lokal"

Sesi Kedua
Indra Hidayat - Pembicara dari Wanadri

Wanadri adalah salah satu komunitas pecinta alam yang didirikan di bandung. Pada kesempatan berbicaranya, wanadri mengusung tema Cinta Tanah Air. Beliau menjelaskan seberapa kaya Indonesia.
Indonesia Memiliki luas daratan lebih dari 1,8 Km persegi, dengan luas lautannya yag mencapai lebih dari 3 Km persegi. Dengan segala kekayaan yang ada baik yang pernah atau belum terjamah oleh bangsa kita sendiri.
Indonesia merupakan sebuah negara kelautan yang bertabur pulau. banyak sekali pulau di Indonesia, kurang lebih sekitar 17.000 pulau, sayangnya masih banyak pulau-pulau yang belum terjamah. salah satu fakta yang perlu kita ketahui adalah Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada.
Hambatan yang akan dihadapi Indonesia antara lain adalah intervensi budaya,batas-batas wilayah, bencana alam, dan kurangnya eksplorasi di laut padahal sebagian besar wilayah indonesia adalah laut.

Sesi Ketiga
Ibu Tri Mumpuni

Pidato Ibu Tri kali ini mengusung tema Integritas dan Kompetensi Alumni ITB untuk Kemandirian dan kesejahteraan Rakyat. Dalam hal ini diperlukan pengetahuan atau logika dan perasaan atau empati. Yang terpenting adalah mengkordinasikan kedua hal tersebut. Harus bisa berpikir dengan berperasaan. Akal sehat kita hrs mampu membaca indonesia dengan baik. Bukan membaca indonesia untuk diri sendiri. Indonesia memiliki 245 juta penduduk, 100 jt blm menikmati listrik di 33000 desa tanpa listrik. Kita selaku mahasiswa harus menjadi pemimpin berintegritas
Ekonomi adalah kerja atau usaha manusia membuat keadaan setimbang dinamis antara investasi dan konsumsi untuk mencapai setinggi-tingginya pertumbuhan. Yang harus disadari pertumbuhan harus terikat atau terbatas pada nilai kesejahteraan masyarakat. Maka definisi ekonomi seharusnya, merupakan keadaan kehidupan jutaan manusia yang melakukan kegiatan yang disukainya sebaik-baiknya. Maka makin baik hasilnya, makin baik ekonomi.
Seorang wirausaha sosial mencoba membuat alternatif dalam kehidupan sosial ekonomi sahari-hari untuk menjadi lebih manusiawi. Peran wirausahaan sosial: pelurusan visi pembangunan, perubahan paradigma investasi dan pembatasan pertumbuhan usaha.

Sesi Keempat
Saska - CEO Riset Indie

Riset Indie adlah sebuah kolektif penelitian diranah teknologi, ekonomi sosial, dan media. Riset Indie telah melakukan beberapa project. Diantaranya adalah,

Project Polaroid Riset Indie
Project ini berdasarkan kecintaan yang amat besar dari riset indie pada sebuah kamera polaroid. Setelah kebangkrutan pabriknya, segenap karyawan yang masih memiliki kecitaan terhadap jenis kamera ini membeli pabrik tersebut dan mengaktifkannya kembali. Namun usaha ini pun harus gagal dikarenakan masyarakat lebih condong kepada digital camera yng dinilai lebih efisien

Project Animatronik
Animatronik adalah animasi elektronik yang menghasilkan sebuah robot menyerupai alien bernama Alinea. Animatronik dibuat dengan kolaborasi antara seni dan teknik.

Project Angkot Day
Project yang akan dilaksanakan tanggal 20 september 2013 ini dilatar belakangi oleh keengganan masyarakat untuk menggunakan fasilitas umum seperti angkot. Hal ini dikarenakan ketidaknyamanan penumpang saat menggunakan angkot. Maka pada 20 September Riset Indie ingin mencoba memunculkan kembali kecintaan masyarakat terhadap angkot dengan menciptakan angkot yang nyaman, aman, dan gratis.

Sukuanto Tanoto 
16413250

Resume Seminar tanggal 23 Agustus 2013

#1
Pembicara : Gita Wirjawan, Mentri perdagangan

"Perekonomian Indonesia"

Menurut sensus internasional indonesia merupakan perekonomian terbesar ke 15 di dunia sehingga menandakan posisi oportunis Indonesia dan potensi kemajuan perekonomian yang berpotensi besar. "If you want it you'll get it" dari pengalaman Pa Gita setiap orang punya kemampuan untuk meraih apapun yang diimpikan walaupun terlihat impossible. Ia berkata bahwa jika kita berkeinginan besar, segalanya dapat dicapai. Pa Gita akan selalu berharap akan kesejahteraan Indonesia.

Indonesia adalah salah satu negara muslim yang termasuk G-20 dunia yang didominasi oleh perekonomian Anglo-saxon. Secara singkat penduduk dunia terdari dari 23 % muslim, 33% kristen dan 16% hindu. Namun, hanya 9% yang menduduki perekonomian internasional. Indonesia memerlukan sifat pluralism yaitu menerapkan persepsi yang amat bervariasi untuk mencapai tujuan yang ditentukan.

Republik Indonesi tidak hanya membutuhkan pemimpin aktif melainkan proaktif yang menggarudakan diri dan mengutamakan keraifan lokal. Pemimpin masa depan diharuskan memikirkan kemajuan ekonomi, kemahiran teknologi, kekayaan budaya dan kesinambungan demokrasi agar Indonesia tidak tertinggal di bidang apapun. Namun, pada kenyataannya kekayaan yang seharusnya dinikmati pendudukan Indonesia terdapat di tangan orang asing yang oportunis dan tidak melibatkan penduduk, Hal ini sangat merugikan bukan hanya masyarakat tetapi negara secara keseluruhan.

Contoh negara yang harus kita teladani merupakan Korea Selatan yang miskin pada tahun 1950 setelah mereka memerdekakan diri. Orang Korea pun sangat disangka jelek oleh mata asing, mereka bereputasi malas dan bodoh. Keadaan Korea berubah ketika seorang pemimpin berintegritas, Park Chang Iee, mengindustrialisasikan negara secara revolusioner. Pekerja agaris diwajibkan bekerja di bidang indutri. Kombinasi usaha dan kerja keras rakyat dan negara ini menyebabka satu hal lain yang menandakan kemakmuran Korea Selatan yaitu eksportasi budaya. Korea sekarang sudah mendominasi industri entertainment secara mendunia. Sinetron dan musik mereka akhirnya digemari oleh semua penjuru penduduk bumi.

Keadaan Indonesia saat ini lebih baik dari sebelumnya meskipun kesenjangan sosial semakin tinggi. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di ibu Kota. Telah dibuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi di daerah selain jawa tiga kali lebih cepat daripada sepuluh tahun yang lalu. Anggaran yang dialokasikan ke pendidikan pun mencapau 20% dari anggaran total pendapatan negara. Hal ini merupakan pencapaian besar bagi Indonesia. Kita diwajibkan mengutamakan pendidikan demi kemakmuran negara.

Indonesia bergabung dalam organisasi ASEAN, yaitu sepuluh negara asia selatan yang melakukan perjanjian untuk melonggarkan perdagangan dan investasi antar sesama negara sehingga dimudahkan untuk berdagang. Vietnam, salah satu anggota ASEAN, mengirim pengusaha-pengusahanya ke Indonesi untuk mempelajari bahasa dan budaya untuk akhirnya berdagang di tanah air kita, tetapi kenapa kita tidak melakukan hal yang sama... pengusaha Indonesia masih tidak berkeinginan untuk membuka kesempatan berdagang di negara tetangga atau ASEAN. Karena ketidakpekanya kesempatan berdagang ini, Indonesia dapat tertinggal. Senjata kita adalah produk pendidikan dan keterbukaan pada perekonomian internasional. Jika kita tidak menggunakan senjata tersebut dengan sebaik-baiknya gimana Indonesia bisa bersaing dengan India dan Cina?

Pemimpin masa depan diharuskan sanggup menjawab tantangan berat : responsif terhadap permintaan masyarakat yang beragam dan bersifat kreatif, terampil, bersemangat pada kebangsaan Indonesia!

#2

Pembicara : Indra Hidayat dari perusahaan Wanadri

Sebelum deklarasi Juanda Republik Indonesia hanya mengklaim kepulauan yang bersifat darat saja sehingga laut-laut yang berada di antara kepulauan Indonesia dilewati oleh kapal asing tanpa membutuhkan perizinan atau persetujuan pihak kelautan Indonesia. Permasalahan ini hilanh ketika Indonesia sadar bahwa Indonesia bukan hanya negara kepulauan melainkan negara kelautan. Teori itu diperkuatkan pada pratiknya oleh proklamasi Juanda yang mengklaim wilayah laut yang semestinya milik Indonesia.

Indonesia adalah kombinasi kebergamaan budaya dan keadaan alam. Tidak ada yang tidak kita miliki. Dari gunung berapi hingga pergunungan beres. Dapat disimpilkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi tinggi bencana alam. Terdapat pula 34 provinsi yang terdiri dari kira-kira lima ratus kabupaten. Hal ini menunjukan betapa luasnya Indonesia. Selain itu 70% dari wilayah Indonesia adalah laut. Sepuluh tetangga kita pun hingga memperebutkan dan berkonflik karena masalah perbatasan.

#3
Narasumber: Ibu Tri Mimpuni

"Integritas & kompetensi alumni ITB untuk kemandirian & kebangsaan negara" menurut bu Tri adalah hal yang esensial untuk menjadi produktif bagi negara. Kita tidak akan berfungsi tanpa logika dan empati yang berduanya memiliki hubungan simbiosis. Tanpa salah satunya kita tidak akan membaca Indonesia dengan baik. Logika diperlukan untuk berpikiri bedasarkan fakta dan ilmu. Empati diperlukan untuk merasakan apa yang dirasakan rakyat sehingga tidak akan terpaku dengan satu persepsi yang kaku dan sempit.

Situasi sumber daya Indonesia yang amat kaya sangat tidak menguntungkan rakyat. Bidang industri ini didominasikan oleh negara asing yang oportunis seperti USA, China dan Australia. Pemimpin dahulu Indonesia yang tidak berintegritas hanya memikirkan diri sendiri sehingga menjualkan aset penting negara untuk memakmurkan perekonomian negara. Di Indonesia masih terdapat seratus juta penduduk yang belum menikmati listrik di dalam 33000 pedesaan yang tersebar pada daerah terpencil. Di antara penduduk yang sengsara itu, 60 juta anak kecil belajar dalam keadaan terpuruk. Bagaimana bisa kita mendidik dalam keadaan tersebut?

Dalam arti luas Ekonomi adalah usaha manusia yang dinamis untuk meraih keseimbangan investasi  dan konsumsi untuk pertumbuhan yang semakin tinggi yang terikat pada nilsi optimal kesejahteraan masyarakat. Biasanya menjadi alat perhitungan keberlanjutan lingkungan tanpa memedulikan kemanusiaan. Namun dengan adanya empati, ekonomi menjadi kegiatan manusia yang disukainya dan menghasilkan yang terbaik.Orang yang menerapkan nilai empati adalah wirausaha sosial yang mencari alternatif dalam kehidupan sosial ekonomi. Perannya diantara lain : pelurusan visi pembangunan, perubahan paradigma investas dan perbatasanpertumbuhan usaha. Perubahan paradigma adalah menerapkan nilai-nilai lokal dan pemanfaatkan komunikasi. Bukan pendidikan formal saja yang harus kita lalui, kita juga dihrasukan pro lingkungan dan pro masyarakat.

#4
Narasumber Seterhen dari Riset Indie

Alumni ITB ini melakukan sejumlah projek untuk memperkaya Indonesia akan ilmu. Meskipun ia pernah gagal melestarikan fotografi analaog (polaroid) Seterhen mendirikan riset indie. Ia pernah melakukan prjek yang melibatkan animatromik yaitu kombinasi teknologi dan seni untuk menghasilkan sesuatu yang terlihat nyata. Teknologi dalam bidang animatromik menyumbangkan robotika yang disesuikan dengan mekanika penggerakan yang ditentukan agar terlihat seperti gerakan alami. Seni menyumbangkan make up adan kover lateks untuk menghidupkan robot dan membuatnya terlihat sanga nyata dan hidup. Projek ini dinamakan alinea karena alien yang mereka kreasikan merupkana alien permpuan.

Projek paling recent riset Indie merupakan Angkot Day. Seterhen mengaji permasalahan kemacetan di kota besar dan angkot bisa saja menjadi solusi transportasi dari kepadatan kendaraan lalu lintas. Namun, angkot pun memeilik kelemahan yang berperan besar dalam kurangnya minat masyarakat untuk menggunakan angkot. Beberapa di antara alasan contra angkot adalah tidak aman, adanya periode nunggu angkot dan ketidaknyamannya fasilitas yang disediakan. Angkot Day akan berusaha untuk menertibkan dan mengamankan angkot untuk memeperlihatkan nahwa angkot bukanlah hal yang buruk secara gratis pada tanggal 20 sepetermber apabila sesusai rencana.

Oleh Rffani Putri

Resume Seminar OSKM 2013



Sesi I By Gita Wiriawan
            Saat ini, dalam bidang ekonomi, Indonesia butuh pemimpin muda  yang mengerti rakyat. Survey membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia ada di peringkat 15 dunia. Tetapi kenyataan itu tidak cukup. Kita yang termasuk Negara Islam terbesar di dunia hanya mampu menyumbang 9% dari ekonomi dunia. Untuk itu jika kita ingin sukses, kita butuh pluralisme dan pemimpin muda yang mempunyai kearifan lokal. Maksudnya, tanpa menghilangkan tapi memanfaatkan potensi alam yang ada, aktif berinisiatif, proaktif “menggangnam” atau “menggarudakan” diri sendiri.
            Prinsip Gangnam Style yang popular akhir-akhir ini mencerminkan :
1.      Kemahiran teknologi
2.      Kesinambungan demokrasi
3.      Kekayaan budaya
4.      Kemajuan ekonomi
Dari prinsip ini kita bisa menerapkannya dalam menggarudakan Negara Indonesia
Masalahnya, untuk sementara waktu posisi itu belum akan terisi oleh Indonesia. Kalau memang ingin, kita harus mulai menggunakan barang-barang Indonesia. Kita terbiasa menggunakan budaya “murah kenyang”. Yaitu budaya dimana kita lebih suka menggunakan barang ekspor yang harga dan kualitasnya lebih terjangkau. Padahal budaya itu adalah budaya “salah parkir”.
Selain itu kita perlu emulasi hal-hal dari Negara tetangga. Contohnya, pada tahun 20-an orang Ameerika menganggap orang-orang Korea bodoh. Lalu presiden pertama Korea saat itu menerbitkan buku yang berisi teori pelaku industry dengan dasar reformasi agrarian, yaitu para petani yang ada disuruh melakukan diversifikasi. Petani Korea yang sudah berhasil didukung pemerintah untuk membuat mobil, elektronik, gadget yang kita kenal dengan merk Hyundai, Samsung, dll. Selain itu, mereka tidak hanya ekspor produk tetapi juga mulai mengekspor budaya mereka contohnya Korean Pop. Ekspor budaya itu adalah bukti kulminasi bangsa. Jika kita tidak mampu mengekspor budaya maka kita belum sukses sebagai Negara.
Negara kita harus menguasai teknologi, demokrasi, budaya, dan pluralisme untuk mematahkan mitos bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini hanya di Jakarta. Padahal kenyataannya sebanyak 20% pertumbuhan ekonomi lebih besar di luar pulau Jawa selama 4 tahun terakhir ini. Oleh karena itu, sebanyak 46% dari total realisasi investasi dari Negara-negara asing banyak berada di luar pulau jawa.
Kita perlu lebih menerapkan “Hilirisasi”. Kenapa? Karena di hilir sumber dayanya lebih banyak dan perlu pemahaman teknologi yang lebih tinggi. Indonesia bukan hanya sebagai natural resource economy tapi juga harus bisa member nilai tambah.
Untuk itu, suku bunga biaya pinjaman harus diturunkan. Kenyataannya, suku bunga yang diberikan kepada para pengusaha ukm lebih besar daripada bunga yang diberikan pada Negara asing. Diharapkan para pengusaha mampu bersaing karena tak lama lagi kebijakan ASEAN yang dinamakan Masyarakat Ekonomi ASEAN akan mulai berjalan. Ini adalah suatu komunitas yang menyepakati kelonggaran perdagangan dan investasi, yang mencakup :
1.      Base produksi
2.      Pasar Kolektif
3.      Ekonomi kompetitif dan terintegrasi dengan global
Dengan begitu mau tidak mau kita harus siap karena suatu saat kita bisa kontraksi.
Selain itu, konteks persaingan saat ini seharusnya bukan antar pulau, tapi antar Negara. Indonesia butuh pemimpin yang bisa menjawab masalah zaman, dan responsive terhadap permintaan rakyat. Kreatif, terampil, melek teknologi, seta bersemangat kebangsaan dan kearifan lokal. We have to be nationalistic, but in same time be international!!

Sesi II Wanadri by Indra Hidayat
“Cinta Tanah Air”
            Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam tapi juga kaya budaya. Saai ini yang menjadi kendala adalah:
1.      Intervensi Budaya
Budaya-budaya nasional diklaim oleh Negara lain. Tetapi itu bisa diatasi jika kita kreatif.
2.      Bencana
Letak Negara kita yang dilewati oleh gunung berapi dan lempeng-lempeng bumi rawan bencana
3.      Orientasi terhadap kehidupan
Sebenarnya kita adalah Negara kelautan, bukan Negara kepulauan. Karena daerah laut Indonesia lebih luas
4.      Perbatasan
Kita berbatasan dengan 10 negara. Oleh karena itu kita butuh “Sadar diri, sadar lingkungan, dan sadar tujuan”.


Sesi III by Ibu Tri Mumpuni
“Integritas dan Kompetensi Pemuda untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa”
            Integritas dan kompetisi yang harus dimiliki oleh tiap mahasiswa adalah:
1.      Pengetahuan / logika
2.      Perasaan / empati
Jika digabung, itu akan menjadi akal sehat untuk mampu membaca Indonesia dengan baik. Tetapi, meskipun Indonesia mempunyai banyak sumber daya, itu bukan milik penduduk kita sendiri. Sebagian besar pasti dimiliki asing. Kebanyakan warga Indonesia hanya menjadi kuli di Negara sendiri. Jika terus seperti ini nasib kita tak akan berubah. Kita harus menjadi pemimpin yang berintegrasi dan mampu berkontribusi terhadap keadaan lingkungan sekitar.
Selain itu, saat ini ekonomi hanya dianggap sebagai “ makin tinggi tumbuhannya, makin baik ekonomi”. Padahal sebenarnya, ekonomi terikat pada kearifan local dan pelestarian lingkungan. Tetapi, sekarang aspek kemanusiaan dan lingkungan benar-benar tidak dianggap. Kita hanya focus pada perhitungan keuntungan. Karena itu, saat ini kita butuh Kewirausahaan Sosial.
Kewirausahaan social menyatakan bahwa setiap orang itu unik. Pengertian ekonomi pun berubah menjadi “melakukan sesuatu yang benar-benar disukai dengan sebaik-baiknya.” Selain itu di sini rasa / empati juga diutamakan. Ada 3 hal penting :
1.      Perbaikan visi pembangunan
2.      Perubahan paradigm investasi
3.      Pembatasan pertumbuhan usaha
Paradigm investasi terjadi karena materi pendidikan formal. Seharusnya kita juga mengejar sifat pro lingkungan dan pro masyarakat local. Maka, perkembangannya akan sesuai dengan keinginan UUD 1945 dalam pasal 33, dimana kita juga membantu masyarakat kecil.

Sesi IV Riset Indie by Pak Saska
Riset indie adalah suatu kelompok penelitian di bidang teknologi, social, ekonomi, dan media. Proyek-proyek yang telah dan sedang dilaksanakan adalah :
1.      Polaroid
Dulu kamera Polaroid sangat digemari. Namun pada tahun 2008 pabrik Polaroid bangkrut karena kalah dengan kamera digital. Namun riset indie terinspirasi oleh usaha para karyawan pabrik yang rela patungan untuk membeli kembali pabrik tersebut.
2.      Animatronic
3.      Angkot Day

Bellinda (16713321)

           

RESUME SEMINAR OSKM 23 AGUSTUS 2013


Seminar OSKM ITB 2013 siang ini dihadiri oleh Ibu Tri Mumpuni, Pak Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Indra Hidayat (perwakilan dari Organisasi Wanadri), Saska (perwakilan dari Riset Indie), dan host yaitu Putri Indonesia 2011 Maria Selena.

Dalam seminar yang disampaikan oleh Bapak Gita Wirjawan mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki olah pikir melainkan juga olah rasa. Semangat kemahasiswaan sangat identik dengan kearifan local terutama di ITB sebab sekarang ini diperlukan seorang pemimpin yang mengerti keadaan masyarakatnya serta memiliki visi dan misinya tentang Negara Indonesia ini. Seorang pemimpin memerlukan kejelasan dalam unsure demokrasi, pluralism, kesejahteraan dan pemerataan perekonomian. Pemuda-pemudi merupakan calon pemimpin bangsa ini nantinya sehingga pemuda harus aktif untuk menggangnamkan dirinya sendiri. Dalam hal ini menggangnamkan artinya ialah dalam hal kemahiran teknologi, kesinambungan demokrasi, kekayaan budaya serta yang terakhir yaitu kemajuan ekonomi agar bangsa kita menjadi lebih besar.

Sedangkan dalam seminar pembicara yang kedua yaitu menyangkut WANADRI oleh Indra Hidayat, alumni mahasiswa Teknik Mesin ITB.  WANADRI merupakan perhimpunan alam bebas yang dijadikan sebagai sarana pendidikan, Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, merupakan organisasi yang bergerak di kegiatan alam bebas.

Pembicara selanjutnya yakni  ibu Tri Mumpuni, seorang pemberdaya listrik yg dianugrahi Ashden Awards 2012. Ibu Tri Mumpuni menekankan terhadap integritas dan kompetensi pemuda untuk kemandirian dan kesejahteraan. Dimana Kita bisa mewujudkan mimpi anak-anak Indonesia dengan menjadi pemimpin yang berintegritas. Pada saat ini umumnya ekonomi dijadikan alat untuk mencari keuntungan tanpa peduli kemanusiaan dan lingkungan. Karena itu, seorang wirausaha sosial diharapkan untuk mencoba mengubah ekonomi menjadi lebih manusiawi.

Dan pembicara yang terakhir dalam seminar yakni Kak Saska, alumni mahasiswa teknik elektro ITB angkatan 2003 yaitu pendiri Riset Indie. Riset indie yg sedang berjalan saat ini adalah Angkot Day. Hari di mana angkot Kalapa Dago nyaman, aman, dan gratis yang akan diadakan rencana pada tanggal 20 September 2013. Inti dari pembicaraan tersebut yakni dalam mengerjakan sesuatu kita butuh berkolaborasi dengan orang lain pula. Dari hal tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dalam mencapai kesuksesan kita harus bekerja keras dan pantang menyerah. Kita juga tidak boleh menjadi pribadi yang individualis dan menganggap diri kita sendirilah yang paling unggul diantara yang lainnya. Kita juga butuh bekerja sama dengan orang lain maka janganlah lupa untuk bersosialisasi baik di dalam maupun di luar kampus. Karena dengan banyak bersosialisasi pasti kita akan mendapat banyak teman dan mendapat banyak pengalaman  yang pasti akan berguna di dunia kerja nantinya.



Novita Geraldine Togatorop
16513263

Tugas Kelompok: Timeline Sejarah Pergerakan Mahasiswa ITB

1920: Transportasi Hindia Belanda dengan Belanda terputus sehingga dibentuk Technische Hoogeschool te Bandoeng (TH Bandoeng) untuk menyediakan tenaga ahli sendiri. Studenten mendirikan Bandung Studenten Corpse (BSC) atau Corpus Studiosorum Bandungnese (CSB). Mahasiswa pribumi mendirikan Indische Studenten Vereniging (ISV) karena aspirasinya tidak tersalurkan

1940: TH Bandoeng berganti nama menjadi Institut of Troopical Science (ITS)

1944: Jepang mengganti nama ITS menjadi Bandung Kogyo Daigaku

1946: Setelah kemerdekaan Indonesia, Bandung Kogyo Daigaku diubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Teknik Bandoeng (STT Bandoeng). STT Bandoeng akhirnya dipindah ke Yogyakarta dan menjadi STT Yogyakarta bagian Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dengan dekan Ir. Rooseno. Banyak mahasiswa menjadi sukarelawan tentara pelajar untuk mempertahankan kemerdekaan

1947: Belanda menguasai Bandung, mendirikan Nood Universities yang menjadi Universiteit van Indonesie, dan menjadikan Kampus STT Bandoeng sebagai Faculteit van Technische Wetenschap (Fakultas Ilmu Teknik) dan Faculteit van Exacte Wetenschap (Fakultas Ilmu Pasti). Keluarga Mahasiswa Seni Rupa (KMSR) berdiri dan Himpunan Mahasiswa Bangunan dan Listrik berdiri tahun berikutnya

1950: Berdiri Dekan Mahasiswa di UGM, UI Jakarta, dan UI Bandung. Terdapat usaha partai politik mendirikan wadah pergerakan mahasiswa, seperti PNI dengan GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia), PKI dengan CGMI (Consetrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia), dan Partai Sosialis Indonesia dengan Gemsos (Gerakan Mahasiswa Sosisalis)

1955: Dewan Mahasiswa UI Jakarta dan UI Bandung bersatu. Muncul konsep Kuliah Kerja Nyata diprakarsai Emil Salim (UI Jakarta) dan Koesnandi Hardjasomantri (UGM) untuk menyadarkan pentingnya belajar pada rakyat kecil sehingga terjadi lonjakan peminat perguruan tinggi

1960: Dewan Mahasiswa ITB (DM ITB) berdiri dengan ketua umum Piet Corputty (Teknik Sipil) dan wakil ketua umum Udaya Hadibroto (Teknik Pertambangan).

1962: Udaya Hadibroto menjadi ketua umum DM ITB. DM ITB memobilisasi ratusan mahasiswa mengikuti Trikora untuk pembebasan Irian Barat

1963: Terjadi kerusuhan tanggal 10 Mei yang berbau konflik rasial dan melibatkan tokoh mahasiswa, sehingga ITB terkena GMNI

1966: terbentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) di berbagai kota dan kampus mendeklarasikan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura). KAMI Bandung dan DM ITB mengirikan Satuan Tugas sejumlah 200 mahasiswa setelah terbunuhnya Arief Rahman Hakim, mahasiswa Kedokteran UI oleh Cakrabirawa tanggal 24 Februari 1966. Bulan Oktober 1966, terbentuklah Keluarga Mahasiswa ITB (KM ITB) melalui Musyawarah Kerja sebagai penyempurnaan DM ITB, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) sebagai badan legislatif wakil HMJ, dan Badan Pertimbangan Mahasiswa (BPM) sebagai perwakilan organisasi kemahasiswaan ekstrakampus.

1968: DM ITB menggulirkan isu "Back to Campus" untuk mengakhiri politisasi kampus sejak zaman Orde Lama, yaitu pengembalian fungsi kampus sebagai wahan pembelajaran dan penerapan Tridharma Perguruan Tinggi serta penarikan wakil mahsaiswa di DPR-GR. DM ITB sempat melangsungkan event nasional seperti Ganesha Intervarsity Games dan event regional seperti Konferensi Mahasiswa Asia Tenggara (ASEAUS).

1970: DM ITB di bawah pimpinan Syarif Tando menginisiasi pendirian Student Centre, BNI Unit ITB, Toko Kesejahteraan Mahasiswa, PT Pos Unit ITB, asrama, dll. Kegiatan kemahasiswaan kembali mengarah ke politik nasional sejak insiden 6 Oktober 1970.

1973: DM ITB di bawah pimpinan Muslim Tampubolon mulai melakukan gerakan untuk mengkritik akar permasalahan bangsa bersama DM Unpad yang dipimpin Hatta Albanik, DM Unpar yang dipimpin Budiono Kusumohamidjojo, & DM UI yang dipimpin Hariman Siregar.

1978: DM ITB di bawah pimpinan Heri Akhmadi, Rizal Ramli, dan Indro Tjahjono menyusun Buku Putih Perjuangan Mahasiswa 1978 dan diluncurkan tanggal 16 Januari 1978 di Lapangan Basket dihadiri 2000 mahasiwa yang menyatakan sikap "Tidak Mempercayai dan Tidak Mengkehendaki Soeharto Kembali Menjadi Presiden RI". Akibatnya, kampus ITB diserbu Kodam Siliwangi tanggal 20 Januari, tanggal 9 Februari oleh Brigade Lintas Udara 18 Kostrad. Kampus diduduki 6 bulan, hanya mahasiswa angkatan '78 yang boleh berkuliah.

1979: Pembentukan Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BKK) yang diketuai Pembantu Rektor Kemahasiswaan. Kepengurusan UKM, Senat Mahasiswa Fakultas, dan HMJ dibimbing dan bertanggung jawab pada pembimbing unit, Pembantu Dekan bidang Kemahasiswaan, dan Tim Pembimbing Kemahasiswaan Jurusan.

1982: Terjadi pembubaran Dewan Mahasiswa oleh 22 Ketua Himpunan dan 44 Ketua Unit Kegiatan. Koordinasi kegiatan kemahasiswaan terpusat ITB dikoordinasikan oleh Forum Komunikasi Himpuanan Jurusan (FKHJ) dan Badan Koordinasi Satuan Kegiatan (BKSK).

1985: Demonstrasi pemotongan kepala bebek saat kedatangan PM Inggris Margaret Thatcher dan Presiden Perancis Francois Mitterand sebagai simbol agar bangsa Indonesia tidak membebek bansa Barat.

1987: Fadjroel Rachman, Syahganda, Ondos Koekritz, Hatasi Nababan dan Lendo Novo dari ITB serta Ferry Juliantono dari Unpad mendirikan Badan Koordinasi Mahasiswa Bandung (BKMS) dan Komite Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat (KSMR), keduanya mengadakan aksi demo atas kasus penggusuran tanah

1988: Tanggal 5 Agustu, Menteri Dalam Negeri Jenderal Rudini datang ke ITB namun disambut dengan demo pembakaran ban, pelemparan telur, dan usaha pengusiran

1991: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Fuad Hasan mewajibkan berdirinya Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT)

1993: Hasil referendum mahasiswa ITB menolak SMPT dan menyatakan perlunya Lembaga Sentral Mahasiswa oleh, dari, dan untuk mahasiswa.

1996: Tanggal 20 Januari 1996 FKHJ dan BKSK ITB mendeklarasikan berdirinya Keluarga Mahasiswa ITB (KM ITB) dan kelengkapannya yaitu Kongres dan Kabinet KM ITB. Untuk legalitas organisasi, mahasiswa dan rektorat mengadakan Forum Balai Pertemuan Ilmiah diketuai Haru Suwandharu, namun tidak menghasilkan apapun. KM ITB bersama Komite Mahasiswa Unpar mendirikan Forum Komunikasi Mahasiswa Bandung, lalu bersama kampus-kampus Jakarta mendirikan Forum Komunikasi Mahasiswa se-Jabodetabek yang disingkat Forkot (Forum Kota)

1998: Konsepsi Organisasi Kemahasiswaan serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KM ITB disahkan. Diadakan pemilu raya KM ITB pertama kali dengan hasil Vijaya Vitriyasa sebagai Presiden KM ITB periode 1998-1999. Kabinet Vijaya berkontribusi dalam mendirikan Radio Kampus, mengadakan hearing calon presiden RI bulan April 1999, menolak RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya pada peristiwa Semanggi II bulan Oktober 1999.

1999: Kabinet dipimpin R. Sigit Adi Prasetyo mengadakan Olimpiade Olahraga dan Seni Budaya I, menerbitkan buletin Soul of Campus, serta Public Lecture

2000: Pihak rektorat melarang mahasiswa baru mengikuti OSKM yang diketuai Alfari Firdaus. Panitia pelaksana pemilu raya yang diketuai Safari gagal, sehingga masa jabatan kabinet Sigit diperpanjang hingga Maret 2001

2001: Tanggal 10 Maret Abdillah Prasetya dan Krisna mengadakan aksi pendudukan Sekretariat KM ITB. FKHJ beserta beberapa unit seperti PSIK, Veritas, dan G-10 menyatakan pembekuan kongres dan kabinet dan membentuk Badan Pekerja Musyawarah Kerja (BP Muker) yang dipimpin Aan Yuhanis. Muker mengubah basis organisasi KM ITB dari jurusan menjadi himpunan, belum berhaknya mahasiswa ITB untuk memilih, dan pembentukan BKSK

2002: Pemira dimenangkan Alga Indria sebagai Presiden, Teguh Prasetya sebagai ketua kongres, dan Indra Madayana sebagai MWA WM. OSKM 2002 (diketuai Ahmad Mukhlis Firdaus) sebagai yang pertama dilegalkan rektorat. Aksi-aksi mahasiswa banyak ditujukan untuk membela rakyat kecil.

2004: Isu kabinet Tove di antaranya turunnya Mega-Hamzah, penolakan RUU Ketenagalistrikan 2003, diadakan ITB Fair 2004. Satuan Tugas KM ITB untuk pemilu didirikan dan diketuai Otep Kurnia.  Kabinet Anas (terpilih sebagai presiden merangkap anggota MWA WM periode 2004-2005) menggulir isu kecurangan pemilu 2004, isu pembongkaran Students Centre, dan pengusiran PKL ITB yang malah menyebabkan insiden pembakaran bendera KM dan jas almamater oleh beberapa anggota Unit Tiang Bendera saat OHU 2004.

2005: Presiden terpilih adalah Syaiful Anam yang mengalami isu legalitas kaderisasi, kasus skorsing akibat kasum PPAM HIMAFI 2004, kasus pembekuan IMG. OSKM 2005 menjadi yang pertama dibayangi isu legalitas (diketuai Fitrah Dinata).

2006: Terjadi pengulangan Pemira 2006, yang kemudian dimenangkan Dwi Arianto Nugroho. OSKM 2006 yang diketuai Zamzam Badruzaman bersifat ilegal dan hanya diikuti 136 mahasiswa. Kongres '06-'07 mengadakan sidang istimewa dengan keputusan perubahan status anggota muda kepada TPB sehingga tidak dapat memilih di pemilu dan dibentuk Forum Rumpun Unit. Kongres menolak LPJ kabinet '06-'07.

2007: Pemira dimenangkan Zulkaida Akbar dengan kasus yang berkembang di kabinet ini di antaranya kasus parkir, skorsing Presiden KMSR, Ketua Kaderisasi dan Ketua Angkatan SR 2006, serta draft SK Senat Akademik yang berisi bahwa organisasi kemahasiswaan ITB bertanggung jawab pada ITB. OSKM diketuai Agung Thaufika dan berganti nama menjadi PMB 2007, dilegalkan dengan banyak perubahan metode sehingga lebih banyak terjadi interaksi dan seminar daripada aksi demonstrasi. 

2008: Pemilu dengan sistem pasangan calon presiden dan calon anggota MWA WM menghasilkan Shana Fatina Sukarsono sebagai Presiden dan Wahyu Bagus Yuliantok sebagai anggota MWA. Programnya di antaranya sikap penolakan kenaikan harga BBM, deklarasi Rumah Belajar, audiensi dengan Menko Kesra dan Mensesneg, dan konsolidasi BEM seluruh Indonesia. Nama PMB diubah menjadi INKM (Inisiasi Keluarga Mahasiswa), diketuai Aulia Ibrahim Yeru.

2009: Ridwansyah Yusuf Achmad sebagai Presiden KM dan Benny Nafariza sebagai MWA WM. Terjadi aksi saat pelantikan kembali Presiden SBY yang menyatakan ketidakberpihakkan mahasiswa akan salah satu partai politik. INKM 2009 diganti menjadi PROKM, diketuai Ivan Pradhana Harka. Pemilihan rektor ITB dilaksanakan oleh MWA WM. 

2010: Terjadi aksi saat 100 hari pemerintahan SBY oleh kabinet Yusuf. Adanya deklarasi gerakan community development mahasiswa Indonesia di ITB. Hasil Pemira KM ITB 2010 adalah Presiden KM ITB Herry Darmawan dan MWA WM Ikhsan Abdusyakur, dengan inovasi ITB Summit. Adanya K3L dari rektor baru menjadi tantangan kabinet karena membatasi ruang gerak mahasiswa. Pada OSKM 2010 dengan ketua Angga Kusnan Qodafi, rektorat menekan mahasiswa agar mengganti nama OSKM dan terjadi wafatnya salah seorang panitia, Frans Norman Efraim. Di akhir kepengurusan diselenggarakan ITB Fair, beberapa kegiatannya di antaranya konferensi untuk community development dan deklarasi gerakan comdev. Pada kabinet ini juga MWA mengawal pemilihan rektor ITB 2010-2011.

2011: Isu kewirausahaan dari kabinet Herry menjadi dikenal di Indonesia. Terjadi aksi ke rektorat mengenai SNMPTN dan RUU PT yang berujung dengan rapat dengar pendapat DPR kepada mahasiswa ITB. Kongres KM ITB 2010-2011 memisahkan pemilu untuk KM ITB dan MWA WM, dengan hasil Presiden KM: Tizar Bijaksana dan Pejabat Sementara MWA WM: Syarif Rousan Fikri, dan MWA WM menghadapi tahun terakhirnya karena isu RUU PT. Nama OSKM berubah kembali menjadi PROKM 2011 dengan ketua Muhammad Ramdhani, membawa tema Semangat Berkemahasiswaan untuk Indonesia.


Resume Seminar

Pembicara 1: Bpk Gita Wirjawan
Tema: Mahasiswa dengan Kearifan Lokal
Selain menuntut ilmu dalam perkuliahan, seorang mahasiswa juga dituntut untuk memiliki rasa cinta tanah air. Rasa cinta tanah air diperlukan supaya ilmu yang telah dimiliki mahasiswa dapat diabdikan sepenuhnya kepada bangsa Indonesia. Salah satu cara yang bisa menunjukan kecintaan mahasiswa terhadap tanah air adalah dengan memiliki kearifan lokal. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan memiliki kemahiran dalam teknologi, demokrasi, budaya, dan kemajuan ekonomi.

Pembicara 2: Indra Hidayat
Tema: Cinta Tanah Air
Berlimpahnya kekayaan alam dan budaya Indonesia diharapkan dapat dimanfaatkan dan dilestarikan oleh Bangsa Indonesia. Rakyat Indonesia diharapkan sadar akan semua kekayaan yang dimilikinya dan cinta tanah air.

Pembicara 3: Tri Mumpuni Priyatno
Tema: Integritas dan Kompetisi Alumni ITB untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa
Untuk membangun Indonesia dengan baik, seseorang harus mampu memadukan pengetahuan dan perasaannya. Jika seorang memiliki perasaan yang peka terhadap lingkungan sekitarnya maka ia akan mudah melihat potensi2 di sekitarnya. Indonesia sendiri memiliki banyak kekakayaan alam yang mampu dimanfaatkan demi kemajuan bangsa. Alumni ITB sebagai salah satu bagian dari Indonesia memiliki integritas dan kompetisi yang kuat sehingga tidak mudah membiarkan kekayaan bangsa di ambil negara lain.
Pembicara 4: Saska
Tema: Riset Indie
Riset Indie merupakan kolektif penelitian dalam hal teknologi, sosial-ekonomi, dan media. Nama Riset Indie sendiri terdiri dari kata riset=penelitian dan Indie=independen=mandiri yang dapat diartikan penelitian yang dilakukan sendiri atau tanpa didanai atau diatur oleh suatu lembaga. Riset Indie juga diinkubasikan jadi ide usaha. Proyek dari riset indie ini antara lain:

  1. Proyek Polaroid: merupakan suatu kegiatan untuk melestarikan kamera polaroid.
  2. Proyek Alinea (Animatronik): merupakan teknologi lama yang dikembangkan dengan robot dan topeng/make up sehingga terlihat seperti makhluk sungguhan.
  3. Proyek Angkot day: bentuk intervensi terhadap kemacetan di Bandung yaitu dengan menggratiskan angkot Kalapa-Dago untuk 1 hari, setelah itu akan diberikan kuesioner2 terhadap penumpang untuk tau bagaimana pendapat atau tanggapan penumpang jika angkot digratiskan. 
Feren Jessica Rachel
16613036