1. Visi Hidup Berdasarkan Ke-Tuhanan
Umat manusia berada di bumi karena Allah yang menciptakan untuk beribadah kepada-Nya dan menjadi khalifah di bumi ini. Segala sesuatu yang berada di bumi juga adalah ciptaan-Nya. Dengan terus mengingat itu semua kita akan semakin percaya dan yakin bahwa Allah itu ada sehingga akan menambah keimanan kita. Maka dari itu, visi hidup kita di dunia ini harus berdasarkan Allah.
2. Kolaborasi
Kolaborasi ialah penggabungan 2 orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.
Tujuan kolaborasi:
a. Memecahkan maslah
b. Menciptakan sesuatu
c. Menemukan sesuatu di dalam sejumlah hambatan
tujuan ini agar hasil lebih maksimal
Hambatan kolaborasi:
a. Skill (keahlian)
b. Modal/biaya
c. Ego (kompetisi)
d. Waktu
e. Kearifan konvensional
Point penting dalam kolaborasi:
a. Tim building
b. Sejarah pergerakan
c. Manajemen konflik; ada 2 jenis konflik yaitu personal dan organisasi. Cara mengantisipasi:
-personal: lose-lose, lose-win, win-win
-organisasi: bergaining approach, bureaukratif, sistem approach
3. Cinta Tanah Air
4 point penting:
- identitas bangsa
- wujud cinta tanah air
- realitas bangsa
- visi kebangsaan
4. Urgensi Kemahasiswaan
- posisi: masyarakat dibagi 3 yaitu masyarakat ekonomi, masyarakat politik dan masyarakat sipil
-potensi: kritis, ideali (tidak mudah dipengaruhi oranglain) independen, semangat, kreatifitas, jaringan berfariatif
-peran: iron stock, guardian value, agent of changes
-tridarma kemahasiswaan:
a. Pendidikan dan pengajaran
b. Penelitian dan pengembangan
c. Pengabdian masyarakat
5. Budaya Kampus
Budaya yang ingin dikembangkan didalam kampus:
1. Diskusi
2. Peduli lingkungan
3. Imtegritas akademik
4. Wawasan kebangsaan
5. Apresiasi
6. Inovasi
7. Kewirausahaan
8. Menulis
9. Mahasiswa menjadi pemimpin
10. Budaya mahasiswa dekat dengan masyarakat
11. Budaya mahasiswa dekat dengan alam
6. KM ITB
-anggota: seluruh mahasiswa itb
Minggu, 25 Agustus 2013
Resume Mitigasi Bencana
Video ini berisi mengenai upaya untuk mengurangi resiko dari suatu bencana. Dalam video ini terdapat mitigasi dalam dan luar lapangan untuk gempa bumi dan kebakaran.
1. Gempa Bumi
a. Dalam ruangan
Ketika terjadi gempa bumi dalam ruangan, hal pertama yang harus dilakukan adalah segera cari meja terdekat dan berlindung dibawahnya sampai gempa berhenti. Ketika gempa sudah berhenti, keluar dari ruangan sambil tetap melindungi kepala dan turun menggunakan tangga darurat.
Hal yang tidak boleh dilakukan adalah segera berlari keluar dan turun menggunakan lift.
b. Luar ruangan
Hal yang harus dilakukan adalah segera berlari jauhi bangunan dan pepohonan dengan tetap melindungi kepala. Tunggu sampai gempa mereda.
Hal yang tidak boleh dilakukan adalah berlari tanpa melindungi kepala.
2. Kebakaran
a. Dalam ruangan
Hal yang harus dilakukan:
pertama, ketika ada kobaran api segera berteriak
kedua, cari alarm kebakaran di tempat terdekat dan nyalakan
setelah itu, cari apar lalu padamkan api, namun jika tidak yakin bisa menggunakannya maka lebih baik langsung telpon K3L dan selamatkan diri sendiri. Jangan menyulitkan diri dengan mencoba menyelamatkan barang-barang karena nyawa lebih penting.
Hal yang tidak boleh dilakukan:
berusaha memadamkan api tanpa peralatan khusus dan menghabiskan waktu untuk hal tersebut serta berusaha menyelamatkan barang sebanyak-banyaknya.
b. Luar ruangan
Hal yang harus dilakukan:
hubungi K3L dan selamatkan diri(jauhi api)
Feren Jessica Rachel
16613036
1. Gempa Bumi
a. Dalam ruangan
Ketika terjadi gempa bumi dalam ruangan, hal pertama yang harus dilakukan adalah segera cari meja terdekat dan berlindung dibawahnya sampai gempa berhenti. Ketika gempa sudah berhenti, keluar dari ruangan sambil tetap melindungi kepala dan turun menggunakan tangga darurat.
Hal yang tidak boleh dilakukan adalah segera berlari keluar dan turun menggunakan lift.
b. Luar ruangan
Hal yang harus dilakukan adalah segera berlari jauhi bangunan dan pepohonan dengan tetap melindungi kepala. Tunggu sampai gempa mereda.
Hal yang tidak boleh dilakukan adalah berlari tanpa melindungi kepala.
2. Kebakaran
a. Dalam ruangan
Hal yang harus dilakukan:
pertama, ketika ada kobaran api segera berteriak
kedua, cari alarm kebakaran di tempat terdekat dan nyalakan
setelah itu, cari apar lalu padamkan api, namun jika tidak yakin bisa menggunakannya maka lebih baik langsung telpon K3L dan selamatkan diri sendiri. Jangan menyulitkan diri dengan mencoba menyelamatkan barang-barang karena nyawa lebih penting.
Hal yang tidak boleh dilakukan:
berusaha memadamkan api tanpa peralatan khusus dan menghabiskan waktu untuk hal tersebut serta berusaha menyelamatkan barang sebanyak-banyaknya.
b. Luar ruangan
Hal yang harus dilakukan:
hubungi K3L dan selamatkan diri(jauhi api)
Feren Jessica Rachel
16613036
Resume Materi OSKM tanggal 24 Agustus 2013
I. Visi Hidup berdasar Ke-Tuhanan
Tujuan hidup kita harus berlandaskan dan berpedoman kepada Tuhan sebab kita diciptakan dan hidup disini adalah karena Tuhan sehingga kita harus memuliakan nama-Nya. Visi hidup kita tidak boleh menyimpang dari ajaran agama.
II. Kolaborasi
adalah penggabungan 2 orang atau lebih untuk mencapai satu tujuan bersama
Tujuan:
memecahkan masalah, menciptakan sesuatu dengan lebih baik, menemukan sesuatu
Hambatan:
Skill (beda skill jadi beda pandangan), modal, ego/kompetisi, waktu, kearifan konvensional (kolot/ orang yang tidak mau berubah)
Poin penting:
1. Team building: proses membentuk tim kompak
2. Sejarah pergerakan: belajar dari pengalaman masa lalu
3. Manajemen Konflik: mengatur pertentangan antar personal, terdiri dari 2 jenis:
a. personal: lose-lose (ada penengah, dua-duanya merasa dirugikan karena penengah tidak mampu mengatasi permasalahan secara efektif), lose-win (ada yang menang dan ada yang kalah seperti kompetisi/perlombaan), win-win (dua-duanya diuntungkan contohnya musyawarah)
b. organisasi:
-bargaining approach (pendekatan tawar-menawar) : memanfaatkan sumber daya dengan sebaik mungkin (pengefektifan kerja)
-bureaucratic approach (pendekatan birokrasi): adanya struktur kepemimpinan
kekurangan: jika saat dibuat keputusan atasan tidak setuju, maka putusan tidak bisa dijalankan
-system approach: pendekatan horizontal yaitu melakukan penyeleksian dan mengurangi ketergantungan fungsional
III. Cinta Tanah Air
1. Identitas Bangsa
berfungsi sebagai pengenal/ciri khas suatu bangsa
contoh: bendera, garuda, kebudayaan
2. Wujud Cinta tanah air
adalah tindakan yang menunjukan kita mencintai tanah air
contoh: upacara, pakai batik
hambatan: gengsi
3. Realitas Bangsa
adalah kenyataan bangsa. Untuk realitas bangsa Indonesia sendiri masih jauh dari harapan dimana masih terdapat kebobrokan moral, kejahatan, dll.
4. Visi Bangsa
adalah suatu tujuan untuk mengatasi realitas bangsa yang dianggap masih jauh dari harapan.
IV. Urgensi Kemahasiswaan
Falsafah PoPoPe (Posisi, Potensi, Peran)
Posisi dibagi menjadi 3, yaitu ekonomi (memperjuangkan hidup), politik (keadilan), sipil (memperjuangkan kepentingan bangsa)
Potensi dibagi menjadi 6, yaitu:
kritis, idealis, independen, semangat kreativitas, jaringan, dan ilmu variatif
Peran dibagi menjadi 3, yaitu:
-Iron stock: menjadi penerus bangsa yang siap ditempa
-Guardian of value: penjaga nilai dan norma
-Agent of Change: Agen perubahan bangsa
Tridarma Perguruan Tinggi :
-pendidikan dan pengajaran
-penelitian dan pengembangan
-pengabdian moral
V. Budaya Kampus (budaya yang ingin dikembangkan)
1. Diskusi
2. Peduli lingkungan
3. Integritas Akademik (jujur)
4. wawasan kebangsaan
5. apresiasi
6. inovasi
7. kemahasiswaan
8. menulis
9. dekat dengan masyarakat
10. dekat dengan alam
11. budaya mahasiswa & masyarakat
VI. Kabinet Mahasiswa ITB
anggotanya seluruh mahasiswa S1 ITB.
Feren Jessica Rachel
16613036
Tujuan hidup kita harus berlandaskan dan berpedoman kepada Tuhan sebab kita diciptakan dan hidup disini adalah karena Tuhan sehingga kita harus memuliakan nama-Nya. Visi hidup kita tidak boleh menyimpang dari ajaran agama.
II. Kolaborasi
adalah penggabungan 2 orang atau lebih untuk mencapai satu tujuan bersama
Tujuan:
memecahkan masalah, menciptakan sesuatu dengan lebih baik, menemukan sesuatu
Hambatan:
Skill (beda skill jadi beda pandangan), modal, ego/kompetisi, waktu, kearifan konvensional (kolot/ orang yang tidak mau berubah)
Poin penting:
1. Team building: proses membentuk tim kompak
2. Sejarah pergerakan: belajar dari pengalaman masa lalu
3. Manajemen Konflik: mengatur pertentangan antar personal, terdiri dari 2 jenis:
a. personal: lose-lose (ada penengah, dua-duanya merasa dirugikan karena penengah tidak mampu mengatasi permasalahan secara efektif), lose-win (ada yang menang dan ada yang kalah seperti kompetisi/perlombaan), win-win (dua-duanya diuntungkan contohnya musyawarah)
b. organisasi:
-bargaining approach (pendekatan tawar-menawar) : memanfaatkan sumber daya dengan sebaik mungkin (pengefektifan kerja)
-bureaucratic approach (pendekatan birokrasi): adanya struktur kepemimpinan
kekurangan: jika saat dibuat keputusan atasan tidak setuju, maka putusan tidak bisa dijalankan
-system approach: pendekatan horizontal yaitu melakukan penyeleksian dan mengurangi ketergantungan fungsional
III. Cinta Tanah Air
1. Identitas Bangsa
berfungsi sebagai pengenal/ciri khas suatu bangsa
contoh: bendera, garuda, kebudayaan
2. Wujud Cinta tanah air
adalah tindakan yang menunjukan kita mencintai tanah air
contoh: upacara, pakai batik
hambatan: gengsi
3. Realitas Bangsa
adalah kenyataan bangsa. Untuk realitas bangsa Indonesia sendiri masih jauh dari harapan dimana masih terdapat kebobrokan moral, kejahatan, dll.
4. Visi Bangsa
adalah suatu tujuan untuk mengatasi realitas bangsa yang dianggap masih jauh dari harapan.
IV. Urgensi Kemahasiswaan
Falsafah PoPoPe (Posisi, Potensi, Peran)
Posisi dibagi menjadi 3, yaitu ekonomi (memperjuangkan hidup), politik (keadilan), sipil (memperjuangkan kepentingan bangsa)
Potensi dibagi menjadi 6, yaitu:
kritis, idealis, independen, semangat kreativitas, jaringan, dan ilmu variatif
Peran dibagi menjadi 3, yaitu:
-Iron stock: menjadi penerus bangsa yang siap ditempa
-Guardian of value: penjaga nilai dan norma
-Agent of Change: Agen perubahan bangsa
Tridarma Perguruan Tinggi :
-pendidikan dan pengajaran
-penelitian dan pengembangan
-pengabdian moral
V. Budaya Kampus (budaya yang ingin dikembangkan)
1. Diskusi
2. Peduli lingkungan
3. Integritas Akademik (jujur)
4. wawasan kebangsaan
5. apresiasi
6. inovasi
7. kemahasiswaan
8. menulis
9. dekat dengan masyarakat
10. dekat dengan alam
11. budaya mahasiswa & masyarakat
VI. Kabinet Mahasiswa ITB
anggotanya seluruh mahasiswa S1 ITB.
Feren Jessica Rachel
16613036
Resume Video Mitigasi
Saat terjadi gempa di dalam ruangan, jangan panik. Segera berlindung di bawah meja, keluar dari ruangan dengan tetap melindungi kepala setelah gempa berhenti. Hindari keluar ruangan saat gempa masih terjadi dan jangan gunakan lift, melainkan keluar melalui tangga darurat. Saat di luar ruangan, dengan tetap melindungi kepala, hindari berada di sekitar bangunan dan cari assembly point.
Saat terjadi kebakaran di dalam ruangan, segera berteriak, cari alarm kebakaran terdekat dan nyalakan, kemudian padamkan api dengan apar sebagai tindakan pertama. Jangan meresikokan diri anda dengan mencoba memadamkan api dengan cara mengibaskan barang di sekitar anda. Jika api membesar, hubungi K3L dan selamatkan nyawa anda segera. Selalu kenali denah gedung yang anda masuki. Saat terjadi di luar ruangan, segera hubungi K3L dan selamatkan diri anda.
Bencana bisa terjadi kapan saja, kenalilah cara memitigasinya agar mengurangi resikonya.
(Oleh: Fikrianti S. - 16213134)
Saat terjadi kebakaran di dalam ruangan, segera berteriak, cari alarm kebakaran terdekat dan nyalakan, kemudian padamkan api dengan apar sebagai tindakan pertama. Jangan meresikokan diri anda dengan mencoba memadamkan api dengan cara mengibaskan barang di sekitar anda. Jika api membesar, hubungi K3L dan selamatkan nyawa anda segera. Selalu kenali denah gedung yang anda masuki. Saat terjadi di luar ruangan, segera hubungi K3L dan selamatkan diri anda.
Bencana bisa terjadi kapan saja, kenalilah cara memitigasinya agar mengurangi resikonya.
(Oleh: Fikrianti S. - 16213134)
Resume Materi OSKM 24 Agustus 2013
Visi Hidup Berdasar Ke-Tuhanan
Dalam
menjalani hidup setiap orang harus memiliki visi, terutama visi yang berdasar
ke-Tuhanan. Sebagai muslim Visi ini harus kita miliki karena segala sesuatu yang
kita lakukan semuanya untuk mendapatkan Ridho dan berkah dari Allah SWT, karena
Allah adalah tujuan hidup kita, firman
Allah dalam surat Adz-Dzaariyaat ayat 56, “Aku tidak menciptakan jin dan
manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”. Dengan Al-quran dan hadis
sebagai pedoman hidup kita, marilah kita luruskan niat dalam menjalani hidup
ini hanya untuk Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW, “Setiap amal disertai dengan
niat.”. Dengan niat yang benar, semoga kita mendapatkan keridhoan, keberkahan
dan petunjuk dari-Nya dalam mengarungi samudra kehidupan ini.
Kolaborasi
Merupakan penggabungan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Kolaborasi bertujuan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu, dan menemukan sesuatu yang ada dalam hambatan. Hambatan dalam kolaborasi ini yaitu skill, perspektif, modal, ego dan kearifan konvensional. Poin penting dalam kolaborasi ini yaitu :
- team building, bagaimana kita bisa membentuk tim yang kompak dan solid dalam bekerjasama.
- sejarah pergerakan, bagaimana kita bisa belajar dari masa lalu agar tim yang kita bangun dapat menjadi lebih baik.
Manajemen Konflik
Agar
menjaga kerjasama tim baik, di butuhkan manajemen konflik. Konflik terbagi 2
yaitu antar personal dan organisasi. Untuk menyelesaikan konflik antar personal
digunakan 3 pendekatan. Pertama Lose-Lose,
dimana kedua belah pihak kalah dan dirugikan sehingga membutuhkan pihak ketiga
untuk menyelesaikan permasalahannya. Namun pihak ketiga belum tentu mngetahui
akar permasalahannya, sehingga pendekatan ini tidak di sarankan. Kedua Win-Lose, dimana hanya salah satu pihak
saja yang menang. pendekatan ini juga tidak di sarankan. Ketiga Win-Win, pendekatan ini sangat
disarankan karena kedua belah pihak sama-sama di untungkan.
Untuk menyelesaikan konflik keorganisasian juga digunakan 3 pendekatan. Bargaining Approach yaitu pengelolaan konflik merujuk pada kelompok kepentingan yang berkompetisi karena keterbatasan sumber daya alam. Bureacration Approach yaitu pengelolaan konflik secara birokrasi. Systems approach yaitu pendekatan sistem berisi koordinasi berbagai masalah.
Cinta Tanah Air
Untuk menyelesaikan konflik keorganisasian juga digunakan 3 pendekatan. Bargaining Approach yaitu pengelolaan konflik merujuk pada kelompok kepentingan yang berkompetisi karena keterbatasan sumber daya alam. Bureacration Approach yaitu pengelolaan konflik secara birokrasi. Systems approach yaitu pendekatan sistem berisi koordinasi berbagai masalah.
Cinta Tanah Air
Sebagai
mahasiswa kita harus mencitai tanah air, karena kita hidup dan tumbuh dewasa
didalamnya. Ada 4 hal penting dalam hal ini. Pertama kita harus mengenal
identitas bangsa, yang mana bangsa kita memiliki ciri khas kebudayaan yang
beragam. Kedua wujudkan rasa cinta tanah air dengan mengenal identitas bangsa
kita secara mendalam dan meningkatkan rasa nasionalisme, seperti mencintai
produk-produk buatan dalam negeri. Ketiga realitas bangsa yang haurs kita
ketahui untuk bisa membangun tanah air kita menjadi lebih baik. Yang terakhir
yaitu kita harus memiliki visi kebangsaan untuk kemajuan banggsa kita
kedepannya.
Urgensi Mahasiswa
Dalam
falsafah kemahasiswaan dikenal istilah POPOPE yang harus di ketahui mahasiswa.
POPOPE merupakan singkatan dari posisi, potensi dan peran. Posisi mahasiswa ada
dalam 3 lapisan masyarakat, yaitu masyarakat ekonomi, masyarakat politik dan
masyarakat sipil. Dalam hal ini mahasiswa diharapkan bisa menciptakan suatu
kestabilan dari ketiga lapisan masyarakat tersebut. Potensi mahasiswa yang
harus dimiliki dan di kembangkan yaitu idealis, kritis, kreatif, semangat,
inovatif dan jaringan. Peran mahasiswa ada 3. Pertama Iron Stock, menjadi
penerus banggsa karena kita diibaratkan sebagai besi yang keras dan mudah
ditempa. Kedua Guardian of Value menjaga nilai-nilai luhur dalam negara. Ketiga
Agent of Change, mengubah bangsa menjadi lebih baik. Tujuannya agar kita bisa
menwujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi.
Budaya Kampus
Budaya
yang di kembangkan di kampus ada 11 yaitu : Diskusi, Peduli Lingkungan,
Integritas Pendidikan, Wawasan Kebangsaan, Apresiasi, Inovasi, Kewirausahaan, Menulis, Berkeinginan Menjadi Pemimpin, Dekat dengan Masyarakat, Dekat
denga Lingkungan/alam.
Muhammad Yogi Saputra
FMIPA
16013072
Muhammad Yogi Saputra
FMIPA
16013072
Sabtu, 24 Agustus 2013
Resume Materi OSKM 2013 (24 Agustus 2013)
Sabtu, 24 Agustus 2013
1. Visi Hidup Berdasarkan Ketuhanan
Suatu visi yang berlandaskan kepada Tuhan yang maha esa, bagi kaum Muslim Allah SWT. Kita hidup berpedoman pada Allah SWT dan semata-mata hanya untuknya dan hanya untuk beribadah kepadanya, dan jangan lupa kita hidup untuk suatu pencapaian.
2. Kolaborasi
Kolaborasi adalah penggabungan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama yang lebih baik dari sebelumnya. Tujuan berkolaborasi ada 3:
1. Memecahkan masalah
2. Menceritakan sesuatu contohnya ide-ide yang menjadi inovasi
3. Menemukan sesuatu dalam hambatan yaitu solusi
Tetapi kolaborasi pun punya banyak hambatan-hambatan yang akan mempersulit suatu pemecahan masalah, diantaranya:
- Skill
- Biaya
- Kompetisi
- Waktu
- Kearifan Konvensional
Kolaborasi memiliki beberapa poin penting:
1. Team Building Proses untuk membentuk tim yang kompak. Dalan hal ini, kita harus bisa menggabungkan banyak orang dari latar belakang yang berbeda.
2. Sejarah Pergerakan Kita harus belajar dari pengalaman-pengalaman lalu agar tidak terjerumus ke kesalahan yang sama.
3. Manajemen Konflik Konflik ada 2 jenis:
a) Konflik Antar Personal, bisa diatasi melalui pendekatan:
• Lose-lose Suatu keadaan dimana kedua belah pihak merasa dirugikan oleh keputusan yang biasanya diambil oleh penengah. Pendekatan ini sangat tidak dianjurkan karena kebanyakan penengah belum tahu pokok masalahnya dan solusi yang diberikan terkadang tidak tepat.
• Lose-win Biasanya terjadi di dalam kompetisi dimana pasti ada pihak yang menang dan pihak yang kalah. Contohnya pada pemilu dan voting. Keuntungan dari pendekatan ini adalah kompetisi itu sendiri dan keruhiannya tentu saja hanya akan ada satu pihak yang untung.
• Win-win Pendekatan ini yang sangat dianjurkan karena semua pihak merasa diuntungkan. Contohnya musyawarah mufakat.
b) Konflik Antar Organisasi, bisa diatasi melalui pendekatan :
• Bargaining Approach digunakan dalam keadaan dimana kita kekurangan sumber daya terutama sumber daya manusia. Caranya dengan mengurangi permintaan dan melakukan pengefektifan kerja dengan jumlah tenaga kerja yang tersedia. Kerugiannya tentu saja di kebutuhan yang tidak sesuai dengan yang ada saat itu.
• Bureaucratic atau Birokrasi: struktur kepemimpinan dengan pendekatan vertical. Pendekatan vertical adalah pendekatan dengan menyuruh pimpinan untuk membuat aturan supaya konflik selesai. Kekurangannya pasti ada saja bawahan yang tidak setuju dengan aturan tersebut.
• System Approach Dengan pendekatan horizontal, yaitu dengan penyeleksian karena sumber daya yang ada jumlahnya berlebih. Caranya dengan mengurangi perbedaan dan ketergantungan social.
3. Cinta Tanah Air
Poin-poin penting dari cinta tanah air:
1. Identitas bangsa
2. Wujud cinta tanah air
3. Realitas Bangsa
4. Visi Kebangsaan
poin-poin diatas adalah bukti-bukti kita bangga berbangsa dan cinta tanah air, tentu saja harus dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai ciri kalau bangga berbangsa Indonesia. Demi bangsa Indonesia yang lebih baik.
4. Urgensi Kemahasiswaan
Falsafah Kemahasiswaan atau biasa disebut PoPoPe, terdiri atas:
- Posisi:
• Ekonomi: masyarakat yang memperjuangkan ekonominya.
• Politik : masyarakat yang memperjuangkan kedudukan dalam masyarakat.
• Sipil : masyarakat yang memperjuangkan kepentingan bangsa.
Mahasiswa termasuk masyarakat sipil yang terpelajar dan berada di irisan antara 3 lapisan masyarakat tersebut.
- Potensi:
Mahasiswa harus mempunyai potensi yang terdiri dari Kritis, Idealis, Independen, Semangat, Kreatifitas, Jaringan, dan Variatif.
- Peran:
• Iron Stock: Menjadi penerus bangsa karena kita diibaratkan dengan besi yang keas tapi mudah ditempa.
• Guardian of Value: Menjaga nilai-nilai luhur dalam Negara.
• Agent of Change: Bisa mengubah bangsa ke arah yang lebih positif.
Tujuannya agar kita bisa mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi.
Budaya Kampus:
Muhammad Alvin F.S
16613396
1. Visi Hidup Berdasarkan Ketuhanan
Suatu visi yang berlandaskan kepada Tuhan yang maha esa, bagi kaum Muslim Allah SWT. Kita hidup berpedoman pada Allah SWT dan semata-mata hanya untuknya dan hanya untuk beribadah kepadanya, dan jangan lupa kita hidup untuk suatu pencapaian.
2. Kolaborasi
Kolaborasi adalah penggabungan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama yang lebih baik dari sebelumnya. Tujuan berkolaborasi ada 3:
1. Memecahkan masalah
2. Menceritakan sesuatu contohnya ide-ide yang menjadi inovasi
3. Menemukan sesuatu dalam hambatan yaitu solusi
Tetapi kolaborasi pun punya banyak hambatan-hambatan yang akan mempersulit suatu pemecahan masalah, diantaranya:
- Skill
- Biaya
- Kompetisi
- Waktu
- Kearifan Konvensional
Kolaborasi memiliki beberapa poin penting:
1. Team Building Proses untuk membentuk tim yang kompak. Dalan hal ini, kita harus bisa menggabungkan banyak orang dari latar belakang yang berbeda.
2. Sejarah Pergerakan Kita harus belajar dari pengalaman-pengalaman lalu agar tidak terjerumus ke kesalahan yang sama.
3. Manajemen Konflik Konflik ada 2 jenis:
a) Konflik Antar Personal, bisa diatasi melalui pendekatan:
• Lose-lose Suatu keadaan dimana kedua belah pihak merasa dirugikan oleh keputusan yang biasanya diambil oleh penengah. Pendekatan ini sangat tidak dianjurkan karena kebanyakan penengah belum tahu pokok masalahnya dan solusi yang diberikan terkadang tidak tepat.
• Lose-win Biasanya terjadi di dalam kompetisi dimana pasti ada pihak yang menang dan pihak yang kalah. Contohnya pada pemilu dan voting. Keuntungan dari pendekatan ini adalah kompetisi itu sendiri dan keruhiannya tentu saja hanya akan ada satu pihak yang untung.
• Win-win Pendekatan ini yang sangat dianjurkan karena semua pihak merasa diuntungkan. Contohnya musyawarah mufakat.
b) Konflik Antar Organisasi, bisa diatasi melalui pendekatan :
• Bargaining Approach digunakan dalam keadaan dimana kita kekurangan sumber daya terutama sumber daya manusia. Caranya dengan mengurangi permintaan dan melakukan pengefektifan kerja dengan jumlah tenaga kerja yang tersedia. Kerugiannya tentu saja di kebutuhan yang tidak sesuai dengan yang ada saat itu.
• Bureaucratic atau Birokrasi: struktur kepemimpinan dengan pendekatan vertical. Pendekatan vertical adalah pendekatan dengan menyuruh pimpinan untuk membuat aturan supaya konflik selesai. Kekurangannya pasti ada saja bawahan yang tidak setuju dengan aturan tersebut.
• System Approach Dengan pendekatan horizontal, yaitu dengan penyeleksian karena sumber daya yang ada jumlahnya berlebih. Caranya dengan mengurangi perbedaan dan ketergantungan social.
3. Cinta Tanah Air
Poin-poin penting dari cinta tanah air:
1. Identitas bangsa
2. Wujud cinta tanah air
3. Realitas Bangsa
4. Visi Kebangsaan
poin-poin diatas adalah bukti-bukti kita bangga berbangsa dan cinta tanah air, tentu saja harus dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai ciri kalau bangga berbangsa Indonesia. Demi bangsa Indonesia yang lebih baik.
4. Urgensi Kemahasiswaan
Falsafah Kemahasiswaan atau biasa disebut PoPoPe, terdiri atas:
- Posisi:
• Ekonomi: masyarakat yang memperjuangkan ekonominya.
• Politik : masyarakat yang memperjuangkan kedudukan dalam masyarakat.
• Sipil : masyarakat yang memperjuangkan kepentingan bangsa.
Mahasiswa termasuk masyarakat sipil yang terpelajar dan berada di irisan antara 3 lapisan masyarakat tersebut.
- Potensi:
Mahasiswa harus mempunyai potensi yang terdiri dari Kritis, Idealis, Independen, Semangat, Kreatifitas, Jaringan, dan Variatif.
- Peran:
• Iron Stock: Menjadi penerus bangsa karena kita diibaratkan dengan besi yang keas tapi mudah ditempa.
• Guardian of Value: Menjaga nilai-nilai luhur dalam Negara.
• Agent of Change: Bisa mengubah bangsa ke arah yang lebih positif.
Tujuannya agar kita bisa mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi.
Budaya Kampus:
- Diskusi
- Peduli Lingkungan
- Integritas Akademik
- Wawasan Kebangsaan
- Apresiasi
- Inovasi
- Kewirausahaan
- Menulis
- Berkeinginan jadi pemimpin
- Budaya dekat dengan masyarakat
- Budaya dekat dengan alam
Muhammad Alvin F.S
16613396
Resume Mitigasi Bencana
Di dunia ini pasti ada saja hal yang tak terduga-duga yang tak diinginkan atau hal yang sangat buruk terjadi atau yang sering dinamakan bencana atau musibah misalnya kebakaran dan gempa bumi, kita harus selalu waspada dan tahu cara tepat untuk melindungi diri kita demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada saat bencana tersebut datang melanda.
Berikut tata cara jika gempa bumi sedang terjadi, jika anda berada didalam ruangan pada saat terjadinya gempa bumi berlindunglah dibawah meja, lalu sesaat setelah gempa berhenti segera keluar bangunan/ruangan ke lapangan kosong karena bisa saja gempa susulan terjadi dan selalu lindungi kepala anda disaat keluar dari ruangan. jika anda berada diluar ruangan, anda bisa berlari menuju ke lapangan atau tanah yang kosong dan luas untuk menghindari reruntuhan bangunan yang ada dan jangan lupa selalu lindungi kepala anda.
Dan lalu selanjutnya kebakaran, jika anda berada didalam ruangan segeralah nyalakan alarm kebakaran atau berteriak, untuk warga-warga ITB jikalau apinya tidak terlalu besar dan yakin bisa memadamkannya sendiri tanpa ragu silahkan menggunakan APAR jikalau ragu-ragu maka hubungi K3L dan selamatkan diri anda ke luar ruangan. Jika berada diluar ruangan maka anda bisa langsung menghubungi K3L. Selalu waspada karna kejadian yang tak diinginkan bisa saja melanda setiap saat dan pastikan tahu cara menyelamatkan diri anda!
Muhammad Alvin F S
16613396
Berikut tata cara jika gempa bumi sedang terjadi, jika anda berada didalam ruangan pada saat terjadinya gempa bumi berlindunglah dibawah meja, lalu sesaat setelah gempa berhenti segera keluar bangunan/ruangan ke lapangan kosong karena bisa saja gempa susulan terjadi dan selalu lindungi kepala anda disaat keluar dari ruangan. jika anda berada diluar ruangan, anda bisa berlari menuju ke lapangan atau tanah yang kosong dan luas untuk menghindari reruntuhan bangunan yang ada dan jangan lupa selalu lindungi kepala anda.
Dan lalu selanjutnya kebakaran, jika anda berada didalam ruangan segeralah nyalakan alarm kebakaran atau berteriak, untuk warga-warga ITB jikalau apinya tidak terlalu besar dan yakin bisa memadamkannya sendiri tanpa ragu silahkan menggunakan APAR jikalau ragu-ragu maka hubungi K3L dan selamatkan diri anda ke luar ruangan. Jika berada diluar ruangan maka anda bisa langsung menghubungi K3L. Selalu waspada karna kejadian yang tak diinginkan bisa saja melanda setiap saat dan pastikan tahu cara menyelamatkan diri anda!
Muhammad Alvin F S
16613396
Resume
Mitigasi Bencana OSKM 2013
Bencana
bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, diantaranya gempa bumi dan kebakaran. Bencana
ini dapat mengakibatkan resiko yang besar bahkan hingga menelan korban jiwa.
Untuk itu kita harus mengetahui apa saja yang harus kita lakukan agar bisa
mengurangi resiko yang terjadi.
1. Gempa bumi
1. Gempa bumi
Mitigasi gempa bumi terbagi 2, yaitu di dalam ruangan dan di luar ruangan. Saat
di dalam ruangan segera cari tempat berlindung seperti di bawah meja dan jangan
langsung berlari untuk mencari jalan keluar. Setelah gempa reda kita harus
tetap tenang dan segera mencari jalan keluar sambil melindungi kepala. Jika berada
di lantai atas keluarlah dengan menggunakan tangga darurat, jangan menggunakan
lift. Saat berada di luar ruangan, segera jauhi bangunan dan pepohonan dan cari
tempat berkumpul terdekat sambil melindungi kepala.
2. Kebakaran
Mitigasi kebakaran juga terbagi 2, yaitu di dalam dan di luar ruangan. Saat di dalam ruangan segera berteriak, carilah alarm kebakaran terdekat lalu nyalakan alarm kebakaran tersebut. Sebagai tindakan pertama padamkan api dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Jika api terlalu besar segera hubungi K3L dan selamatkan diri anda segera. Selalu kenali denah gedung yang anda masuki. Saat di luar ruangan, segera hubungi K3L dan selamatkan diri anda.
Muhammad Yogi Saputra
FMIPA
16013072
Mitigasi kebakaran juga terbagi 2, yaitu di dalam dan di luar ruangan. Saat di dalam ruangan segera berteriak, carilah alarm kebakaran terdekat lalu nyalakan alarm kebakaran tersebut. Sebagai tindakan pertama padamkan api dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Jika api terlalu besar segera hubungi K3L dan selamatkan diri anda segera. Selalu kenali denah gedung yang anda masuki. Saat di luar ruangan, segera hubungi K3L dan selamatkan diri anda.
Muhammad Yogi Saputra
FMIPA
16013072
Resume OSKM 2013 24 Agustus Oleh David
Visi yang Ber-KeTuhanan
Visi yang harus ditanamkan pada setiap individu dalam menjalani kehidupan di muka bumi ini. Kenapa sih visi yang ber-KeTuhanan harus dimiliki oleh setiap individu? Karena kita semua merupakan citra Allah. Sebagai citra Allah kita harus juga memiliki ciri-ciri dari Allah yaitu memiliki rasa Cinta Kasih. Jadi dalam setiap visi yang kita miliki, kita harus menerapkan cinta kasih yang ada dalam diri kita supaya mewujudkan kebebasan substansial, yaitu kebebasan yang tidak merugikan orang lain dan selalu bertanggung jawab atas apa yang telah kita perbuat serta dapat juga membawa dampak yang berguna bagi masyarakat.
Kolaborasi dan Management Konflik
Kolaborasi merupakan penggabungan bnyak orang yang berguna untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan yang ingin dicapai dengan adanya kolaborasi ada 3 yaitu memecahan masalah, meciptakan sesuatu dan menemukan sesuatu yang ada dalam hambatan. Hambatannya adalah skill, persepektif, modal, ego, dan kearifan konvensional. Point yang penting dalam kolaborasi adalah pertama team building yang merupakan proses untuk membentuk tim yang kompak dan kedua adalah sejarah pergerakan yaitu belajar dari masa lalu supaya tim yang sudah dibuat dapat memenuhin kekurangan yang ada dimasa lalu.
Dalam kolaborasi pasti akan muncul adanya konflik karenan adanya perbedaan ide. Maka dari itu perlu adanya Management Konflik untuk menanganinya. Konflik dapat terjadi antar personal atau antar organisasi. Terdapat 3 pendakatan pada konflik personal yaitu pertama lose-lose adalah pendekatan dimana kedua belah pihak yang bermasalah menjadi dirugikan, kedua win-lose adalah dimana 1 pihak diuntungkan dan pihak yang lain dirugikan, dan yang terakhir win-win adalah dimana 2 pihak yang berkonflik diuntungkan. Terdapat juga 3 pendekatan pada konflik organisasi yaitu pertama Bargaining Approach dimana SDM kurang harus ada pemanfaatan SDM yang efektif serta pengefektifan kerja tapi tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, kedua Bureacratic Approach dimana ada struktur kepemimpinan (pendekatan secara vertikal) dengan atasan yang membuat peraturan untuk bawahannya tapi akan terjadi masalah jika bawahan tidak mau diatur oleh atasannya, dan yang terakhir adalah System Approach dimana terjadi kelebihan SDM sehinggga untuk menguranginya diadakan seleksi yang sesuai tapi juga harus menhindari saling ketergantungan anatar yang lain.
Cinta Tanah Air
Terdapat 4 hal penting dalam Cinta Tanah Air. Pertama adalah Identitas Bangsa yaitu ciri khas suatu bangsa. Ciri khas bangsa kita adalah ragam budaya yang melimpah serta keanekaragam hayati yang melingkupi setiap daerah di Indonesia. Untuk itu kita harus memperkenakan Identitas Bangsa kita kepada orang lain. Kedua Wujud Cinta Tanah Air dapat diwujudkan dengan ingin mengal bangsa kita sendiri, mau melakukan hal yang terbaik dalam diri kita untuk megharumkan nama bangsa, dan mencintai produk dan budaya dalam negri contohnya membeli produk Indonesia. Ketiga Realitas Bangsa yaitu kenyataan bangsa. Dengan mengetahui kenyataan yang ada di dalam bangsa kita diharapkan kita dapat memperbaiki keburukan didalammnya. Dan yang terakhir adalah Visi Bangsa. Untuk memajukan bangsa kita perlu untuk membuat visi apa saja yang berguna untuk bangsa dengan tujuan mengatsi kenyataan bangsa.
Urgensi Kemahasiswaan
Dalam urgensi kemahasiswaan diperlukan Falsafah Kemahasiswaaan dengan ide POPOPE. POPOPE adalah singkatan dari Posisi, Potensi, Peran. Posisi Mahasiswa ada dalam irisan 3 lapisan masyarakat yaitu masyarakat ekonomi, politik dan sipil. Dengan posisi ini diharapkan dapat membawa kestabilan masyarakat. Potensi yaitu kemampuaan yang ada dalam diri mahasiswa yang harus bisa dikembangkan untuk kepentingan masyarakat. Potensi potensi itu adalah kritis, idealis, independent, semangat, kretif, inovatif, dan jaringan. Peran mahasiswa ada 3 yaitu Iron stock yaitu penerus bangsa yang selalu bisa ditempa dan dibentuk serta dikembangkan menjadi lebih baik, Guardian of Value yaitu menjaga nilai luhur dalam masyarakat, dan Agent of Change yaitu agen dalam suatu perubahan. Disamping itu kita harus mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran (harus blajar dan mengajarkan orang lain), Penelitian dan Perkembangan (Ilmu yang kita pelajari kita kembangkan untuk menciptakan sesuatu), dan Pengabdian Masyarakat (hasil karya kita dapat dipakai dan berguna bagi masyarakat luas.
Budaya Kampus
Budaya kampus merupakan budaya yang ingin dikembangkan dalam kampus. Budaya kampus diatur oleh setiap kabinet mahasiswa yang sedang memerintah saat itu. Budaya kampus yang ingin dikembangkan adalah diskusi, peduli lingkungan, integritas akademik, wawasan kebangsaan, apresiasi, inovasi, kewirausahaan menulis, berkeinginan menjadi pemimpin, budaya mahasiswa dekat masyarakat dan lingkungan.
KM ITB / Kabinet Mahasiswa ITB
Anggota KM ITB adalah semua mahasiswa S1. Presisden KM dipilih mahasiswa.
Visi yang harus ditanamkan pada setiap individu dalam menjalani kehidupan di muka bumi ini. Kenapa sih visi yang ber-KeTuhanan harus dimiliki oleh setiap individu? Karena kita semua merupakan citra Allah. Sebagai citra Allah kita harus juga memiliki ciri-ciri dari Allah yaitu memiliki rasa Cinta Kasih. Jadi dalam setiap visi yang kita miliki, kita harus menerapkan cinta kasih yang ada dalam diri kita supaya mewujudkan kebebasan substansial, yaitu kebebasan yang tidak merugikan orang lain dan selalu bertanggung jawab atas apa yang telah kita perbuat serta dapat juga membawa dampak yang berguna bagi masyarakat.
Kolaborasi dan Management Konflik
Kolaborasi merupakan penggabungan bnyak orang yang berguna untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan yang ingin dicapai dengan adanya kolaborasi ada 3 yaitu memecahan masalah, meciptakan sesuatu dan menemukan sesuatu yang ada dalam hambatan. Hambatannya adalah skill, persepektif, modal, ego, dan kearifan konvensional. Point yang penting dalam kolaborasi adalah pertama team building yang merupakan proses untuk membentuk tim yang kompak dan kedua adalah sejarah pergerakan yaitu belajar dari masa lalu supaya tim yang sudah dibuat dapat memenuhin kekurangan yang ada dimasa lalu.
Dalam kolaborasi pasti akan muncul adanya konflik karenan adanya perbedaan ide. Maka dari itu perlu adanya Management Konflik untuk menanganinya. Konflik dapat terjadi antar personal atau antar organisasi. Terdapat 3 pendakatan pada konflik personal yaitu pertama lose-lose adalah pendekatan dimana kedua belah pihak yang bermasalah menjadi dirugikan, kedua win-lose adalah dimana 1 pihak diuntungkan dan pihak yang lain dirugikan, dan yang terakhir win-win adalah dimana 2 pihak yang berkonflik diuntungkan. Terdapat juga 3 pendekatan pada konflik organisasi yaitu pertama Bargaining Approach dimana SDM kurang harus ada pemanfaatan SDM yang efektif serta pengefektifan kerja tapi tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, kedua Bureacratic Approach dimana ada struktur kepemimpinan (pendekatan secara vertikal) dengan atasan yang membuat peraturan untuk bawahannya tapi akan terjadi masalah jika bawahan tidak mau diatur oleh atasannya, dan yang terakhir adalah System Approach dimana terjadi kelebihan SDM sehinggga untuk menguranginya diadakan seleksi yang sesuai tapi juga harus menhindari saling ketergantungan anatar yang lain.
Cinta Tanah Air
Terdapat 4 hal penting dalam Cinta Tanah Air. Pertama adalah Identitas Bangsa yaitu ciri khas suatu bangsa. Ciri khas bangsa kita adalah ragam budaya yang melimpah serta keanekaragam hayati yang melingkupi setiap daerah di Indonesia. Untuk itu kita harus memperkenakan Identitas Bangsa kita kepada orang lain. Kedua Wujud Cinta Tanah Air dapat diwujudkan dengan ingin mengal bangsa kita sendiri, mau melakukan hal yang terbaik dalam diri kita untuk megharumkan nama bangsa, dan mencintai produk dan budaya dalam negri contohnya membeli produk Indonesia. Ketiga Realitas Bangsa yaitu kenyataan bangsa. Dengan mengetahui kenyataan yang ada di dalam bangsa kita diharapkan kita dapat memperbaiki keburukan didalammnya. Dan yang terakhir adalah Visi Bangsa. Untuk memajukan bangsa kita perlu untuk membuat visi apa saja yang berguna untuk bangsa dengan tujuan mengatsi kenyataan bangsa.
Urgensi Kemahasiswaan
Dalam urgensi kemahasiswaan diperlukan Falsafah Kemahasiswaaan dengan ide POPOPE. POPOPE adalah singkatan dari Posisi, Potensi, Peran. Posisi Mahasiswa ada dalam irisan 3 lapisan masyarakat yaitu masyarakat ekonomi, politik dan sipil. Dengan posisi ini diharapkan dapat membawa kestabilan masyarakat. Potensi yaitu kemampuaan yang ada dalam diri mahasiswa yang harus bisa dikembangkan untuk kepentingan masyarakat. Potensi potensi itu adalah kritis, idealis, independent, semangat, kretif, inovatif, dan jaringan. Peran mahasiswa ada 3 yaitu Iron stock yaitu penerus bangsa yang selalu bisa ditempa dan dibentuk serta dikembangkan menjadi lebih baik, Guardian of Value yaitu menjaga nilai luhur dalam masyarakat, dan Agent of Change yaitu agen dalam suatu perubahan. Disamping itu kita harus mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran (harus blajar dan mengajarkan orang lain), Penelitian dan Perkembangan (Ilmu yang kita pelajari kita kembangkan untuk menciptakan sesuatu), dan Pengabdian Masyarakat (hasil karya kita dapat dipakai dan berguna bagi masyarakat luas.
Budaya Kampus
Budaya kampus merupakan budaya yang ingin dikembangkan dalam kampus. Budaya kampus diatur oleh setiap kabinet mahasiswa yang sedang memerintah saat itu. Budaya kampus yang ingin dikembangkan adalah diskusi, peduli lingkungan, integritas akademik, wawasan kebangsaan, apresiasi, inovasi, kewirausahaan menulis, berkeinginan menjadi pemimpin, budaya mahasiswa dekat masyarakat dan lingkungan.
KM ITB / Kabinet Mahasiswa ITB
Anggota KM ITB adalah semua mahasiswa S1. Presisden KM dipilih mahasiswa.
Mitigasi Bencana
Bencana datang tanpa peringatan, salah satu bencana tersebut adalah gempa bumi dan kebakaran. Terdapat cara untuk mengurangi resiko dari bencana tersebut yang dikenal dengan mitigasi.
Dalam mengatasi gempa bumi mitigasi dibagi menjadi dua, yaitu dalam ruangan dan luar ruangan. Cara mengatasi gempa saat kita berada di dalam ruangan adalah secepatnya mencari tempat berlindung seperti di bawah meja, setelah gempa berhenti kita harus tetap tenang dan mencari jalan keluar ruangan dengan melindungi kepala. Hal yang salah adalah menggunakan lift untuk keluar dari ruangan tersebut. Untuk mengatasi gempa saat diluar ruangan, kita harus segera menjauhi bangunan dan pepohonal carilah tempat berkumpul terdekat dengan tetap melindungi kepala.
Untuk mengatasi kebakaran mitigasi dibagi menjadi dua. Ketika terjadi kebakaran dan kita berada dalam ruangan cara mengatasinya adalah segeralah berteriak lalu mencari alarm kebakaran dan APAR, jika api terlalu besar dan tidak bisa dipadamkan dengan APAR segera hubungi pemadam kebakaran atau K3L. Kita diharuskan untuk mengenali ruangan yang kita datangi secara detail. Jika kebakaran terjadi di luar ruangan, kita bisa menghubungi pemadam kebakaran atau K3L dengan segera.
Agung Hidayat
16413070
Resume OSKM 2013 24 Agustus 2013
Visi Hidup Berdasarkan Ketuhanan
Visi yang harus dimiliki setiap individu dalam menjalani hidupnya adalah visi berdasarkan KeTuhanan. Visi ini harus dimiliki karena semua aspek kehidupan tidak lepas dari peran Tuhan. Allah menyuruh kita untuk saling mencintai dengan kasih sayang. Jadi didalam setiap visi yang kita miliki harus disertai dengan cinta kasih agar terwujudnya kebebasan substansial, yaitu kebebasan yang tidak merugikan orang lain.
Kolaborasi
Kolaborasi adalah penggabungan banyak orang untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan dari berkolaborasi adalah untuk memecahkan masalah, menciptakan sesuatu, dan menemukan sesuatu didalam hambatan. Tentunya terdapat banyak hambatan dalam menerapkan kolaborasi yaitu, keahlian, waktu, biaya,kompetisi, dan kearifan konvensional.
Dalam berkolaborasi wajar jika terjadi perselisihan gagasan antara pihak satu dengan yang lainnya. Hal ini terjadi karena tidak terjadinya kesepakatan sehingga terjadi konflik.
Konflik dikelompokkan menjadi dua, antar personal dan organisasi. Untuk menyelesaikam konflik antarpersonal terdapat 3 pendekatan, yaitu Lose-Lose dimana Kedua belah pihal dirugikan, pendekatan ini tidak disarankan karena solusi yangdiambil merupakan solusi yang tidak baik. Kedua Win-Lose, pendekatan ini juga tidak disarankan karena merugikan salah satu pihak dan akan menghasilkan masalah baru. Ketiga Win-Win, tentunya pendekatan ini merupakan yang terbaik karena menguntungkan kedua belah pihak.
Manajemen konflik keorganisasian dibedakan menjadi tiga pendekatan, pertama Bargaining Approach yaitu manajeman konflik yang merujuk pada kelompok yang berkompetisi karena keterbatasan sumber daya. Strategi yang digunakan untuk mengatasi konflik adalah dengan membagi secara merata kesempatan memper oleh sumberdaya atau mengurangi keinginan untuk mendapatkan sumberdaya. Kedua Bureauctratic Approach yang merujuk pada hubungan kewenangan secara vertikal. Konflik akan terjadi apabila pihak atasan ingin melakukan pengendalian tetapi pihak bawah menolak. Ketiga System Approach, apabila dua pendekatan diatas gagal, maka pendekatan sistem berisi koordinasi berbagai masalah. Pendekatan ini merujuk pada hubungan horizontal. Strategi yang digunakan untuk mengurangi konflik yaitu dengan mengurangi perbedaan terhadap tujuan dengan melakukan seleksi. Strategi lain dengan menguragi ketergantungan fungsional.
Cinta Tanah Air
Identias bangsa adalah ciri khas dari suatu bangsa, contohnya bendera dan budaya. Identitas tersebut harus diperkenalkan ke bangsa lain agar ciri tersebut tetap ada dan dikenal oleh masyarakat global. Setelah mengetahui apa identitas bangsa kita tentunya kita akan mewujudkan cinta kita terhadap tanah air dengan melakukan hal yang terbaik. Contohnya dengan mengikuti upacara, menghargai budaya, memakai produk dalam negeri.
Dengan mencintai bangsa kita akan melihat realitas bangsa, yaitu kenyataan yang ada pada bangsa ini, kita harus melihatnya untuk memperbaiki bangsa kita. Setelah mengetahui kenyataan yang ada pada bangsa, kita harus memiliki visi kebangsaan yaitu tujuan untuk menyelesaikan realita yang ada pada negeri ini.
Urgensi Kemahasiswaan
Falsafah Kemahasiswaan ada tiga yaitu posisi, potensi, dan peran. Falsafah tersebut biasa dikenal dengan PoPoPe.
Posisi :
- Masyarakat Ekonomi : masyarakat yang memperjuangkan ekonominya.
- Masyarakat politik : masyarakat yang memperjuangkan kedudukan dalam masyarakat
- Masyarakat Sipil : masyarakat yang memperjuangkan kepentingan rakyat atau bangsa
Mahasiswa adalah masyarakat sipil yang terpelajar yaitu gabungan dari ketiga lapisan masyarakat diatas.
Potensi :
Mahasiswa memiliki beberapa potensi yaitu kritis, idealis, independen,semangat, kreativitas, jaringan, dan ilmu yan bervariatif.
Peran :
- Agent of Change : Mahasiswa berperan untu mengubah bangsa menjadi lebih baik
- Guardian of Value : Menjadi penjaga dari nilai luhur
- Iron Stock : Menjadi penerus bangsa, mahasiswa diibaratkan sebagai besi karena besi bersifat keras sebagaimana mahasiswa yang bersifat idealis dan besi yang dapat ditempa dan dibentuk sebagaimana mahasiswa yang ditempa dan dibentuk di kampus.
Tujuan dari itu adalah terwujudnya Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengembangan, penelitian dan pengembangan dan pengabdian masyarakat.
Budaya Kampus
- Diskusi
- Peduli Lingkungan
- Integritas Akademik
- Wawasan Kebangsaan
- Apresiasi
- Inovasi
- Kewirausahaan
- Menulis
- Berkeinginan jadi pemimpin
- Budaya dekat dengan masyarakat
- Budaya dekat dengan alam
Kesebelas budaya kampus diatas adalah budaya yang ingin dikembangkan di dalam kampus.
Agung Hidayat
16413070
Review materi 24 agustus 2013
Sesi 1 by Sri Rohani GAMAIS
“Visi Berdasar Ketuhanan”
Sekarang
di Indonesia sedang berkembang paham pluralisme. Pluralisme adalah paham yang menganggap semua agama itu
benar.Itu mencerminkan UUD 1945 pasal 29. Tetapi, sebenarnya paham itu malah
akan menghancurkan kita. Yang harus ditekankan, segala sesuatu yang kita
lakukan semua untuk Allah SWT karena Ia adalah tujuan hidup kita.
Banyak
pendapat yang mengatakan alasan dari kita bisa memeluk agama Islam. Sebagian
besar dari masyarakat Indonesia kebanyakan memang dilahirkan dari keluarga yang
berlatar belakang Islam. Selain itu, Al Qur’an merupakan bukti bahwa Islam
memang hebat. Contohnya, banyak fenomena yang sebelumnya tidak bisa dijelaskan
ternyata sudah dijelaskan terlebih dahulu dalam Al Qur’an.
Untuk
itu kita harus mempunyai visi pribadi yang berdasar ketuhanan karena kita
percaya dengan adanya tuhan dan yakin bahwa tuhan kita adalah Allah SWT. Visi
hidup kita harus ke Allah SWT dan berpedoman pada Al Qur’an. Selain itu visi
hidup kita juga harus sejalan dengan perkembangan zaman, tapi pelan-pelan juga
harus disesuaikan dengan prinsip agama-agama masing-masing.
Sesi II
“Kolaborasi”
Kolaborasi
adalah penggabungan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan
kolaborasi ada 3 yaitu : 1) Memecahkan masalah, 2) Menceritakan sesuatu
contohnya ide-ide yang menjadi inovasi, dan 3) Menemukan sesuatu dalam hambatan
yaitu solusi. Tetapi, kolaborasi pun mempunyai banyak hambatan. Di antaranya
adalah :
1. Skill
=> terjadi perbedaan pandangan dari orang-orang dengan latar belakang
kemampuan yang berbeda.
2. Biaya
3. Kompetisi
4. Waktu
=> dengan adanya batas waktu atau deadline itu membuat suatu kolaborasi
kadang tidak optimal
5. Kearifan Konvensional => keadaan dimana
seseorang tidak mau menerima perubahan dan hanya terpaku pada produk-produk
lama.
Sebagai sesuatu yang
perlu dimiliki oleh seorang mahasiswa, tentu kolaborasi memiliki beberapa poin
penting. Yaitu :
1. Team
Building
Proses untuk membentuk tim yang
kompak. Dalan hal ini, kita harus bisa menggabungkan banyak orang dari latar
belakang yang berbeda.
2. Sejarah
Pergerakan
Kita harus belajar dari
pengalaman-pengalaman lalu agar tidak terjerumus ke kesalahan yang sama.
3. Manajemen
Konflik
Konflik ada 2 jenis yaitu :
a) Konflik
Antar Personal, bisa diatasi melalui pendekatan :
·
Lose-lose
Suatu
keadaan dimana kedua belah pihak merasa dirugikan oleh keputusan yang biasanya
diambil oleh penengah. Pendekata ini sangat tidak dianjurkan karena kebanyakan
penengah belum tahu pokok masalahnya dan solusi yang diberikan terkadang tidak
tepat.
·
Lose-win
Biasanya
terjadi di dalam kompetisi dimana pasti ada pihak yang menang dan pihak yang
kalah. Contohnya pada pemilu dan voting. Keuntungan dari pendekatan ini adalah
kompetisi itu sendiri dan keruhiannya tentu saja hanya akan ada satu pihak yang
untung.
·
Win-win
Pendekatan
ini yang sangat dianjurkan karena semua pihak merasa diuntungkan. Contohnya
musyawarah mufakat.
b) Konflik
Antar Organisasi, bisa diatasi melalui pendekatan :
·
Bargaining Approach
Digunakan
dalam keadaan dimana kita kekurangan sumber daya terutama sumber daya manusia.
Caranya dengan mengurangi permintaan dan melakukan pengefektifan kerja dengan
jumlah tenaga kerja yang tersedia. Kerugiannya tentu saja di kebutuhan yang
tidak sesuai dengan yang ada saat itu.
·
Bureaucratic (Birokrasi)
Struktur
kepemimpinan dengan pendekatan vertical. Pendekatan vertical adalah pendekatan
dengan menyuruh pimpinan untuk membuat aturan supaya konflik selesai.
Kekurangannya pasti ada saja bawahan yang tidak setuju dengan aturan tersebut.
·
System Approach
Dengan
pendekatan horizontal, yaitu dengan penyeleksian karena sumber daya yang ada
jumlahnya berlebih. Caranya dengan mengurangi perbedaan dan ketergantungan
social.
Sesi III
“Cinta Tanah Air”
Poin-poin
penting dari cinta tanah air adalah :
1. Identitas
Bangsa
Cirri khas suatu bangsa, contohnya
bendera, slogan, budaya, dsb. Identitas bangsa yang ada tersebut harus
diperkenalkan ke bangsa lain agar bisa terus lestari. Jangan hanya kita saja
yang mengenali identitas tersebut.
2. Wujud
Cinta Tanah Air
Setelah tahu apa saja identitas
bangsa kita maka kita harus menunjukkan wujud cinta kita. Contohnya dengan
mengikuti upacara hari-hari besar, membeli produk-produk dalam negeri, pakai
batik, dsb.
3. Realitas
Bangsa
Kenyatan bangsa yang harus bisa
kita lihat. Tujuannya adalah agar kita bisa memperbaiki bangsa kita.
4. Visi
Kebangsaan
Minimal kita harus punya satu
tujuan untuk memajukan bangsa dan menyelesaikan realitas bangsa yang negatif
Sesi IV
“Urgensi Kemahasiswaan”
1. Falsafah
Kemahasiswaan (PoPoPe)
Ada 3 yaitu :
a) Posisi,
ada 3 lapisan masyarakat yaitu :
·
Ekonomi : masyarakat yang memperjuangkan
ekonominya.
·
Politik : masyarakat yang memperjuangkan
kedudukan dalam masyarakat.
·
Sipil : masyarakat yang memperjuangkan
kepentingan bangsa.
Mahasiswa termasuk
masyarakat sipil yang terpelajar dan berada di irisan antara 3 lapisan
masyarakat tersebut.
b) Potensi,
terdiri atas Kritis, Idealis (berpegang teguh pada satu pendirian, Independen
(Bersifat netral dan mandiri), Semangat, Kreatifitas, Jaringan, dan Ilmu
Bervariatif
c) Peran,
mahasiswa punya 3 peran yaitu :
·
Iron Stock
Menjadi
penerus bangsa karena kita diibaratkan dengan besi yang keas tapi mudah
ditempa.
·
Guardian of Value
Menjaga
nilai-nilai luhur dalam Negara.
·
Agent of Change
Bisa
mengubah bangsa kea rah yang lebih positif.
Tujuannya
agar kita bisa mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi.
2. Budaya
Kampus
Budaya yang ingin dikembangkan di
dalam kampus. Ada 11 poin yaitu : Diskusi, Peduli Lingkungan, Integritas
Akademik (Kejujran), Wawasan Kebangsaan (Tahu realitas bangsa), Apresiasi,
Inovasi, Kewirausahaan, Menulis, Berkeinginan Menjadi Pimpin), Dekat dengan
Masyarakat, dan Dekat dengan Lingkungan/Alam.
Bellinda (16713321)
RESUME MITIGASI BENCANA
Davin Sigmund
Banyak kejadian buruk yang tiba-tiba terjadi tanpa sepengetahuan kita di sekitar kita, salah satunya adalah bencana alam seperti gempa bumi. terjadinya gempa bumi dan kebakaran yang biasanya terjadi secara mendadak karena aliran pendek listrik dll. Dibutuhkan pengetahuan tentang cara-cara mengatasi bencana untuk mengurangi resiko yang berdampak, hal ini dikenal dengan mitigasi.
Dalam mengatasi bencana seperti gempa bumi dapat dibagi menjadi dua, yaitu pada saat kita didalam ruangan (indoor) dan diluar ruangan (outdoor). Cara mengatasi gempa bumi dalam ruangan, kita perlu secepatnya mencari tempat berlindung seperti berlindung dibawah meja, jika gempa telah berhenti maka tetap tenang dan keluar ruangan dengan tetap menjaga kepala, dan jangan pernah menggunakan lift untuk sarana keluar diri dari ruangan tsb. Untuk di luar ruangan sendiri, maka yang kita harus lakukan adalah Segera berlari jauhi bangunan dan pepohononan, Carilah tempat berkumpul (assembly point) terdekat dengan tetap melindungi kepala dan tunggu hingga gempa berhenti.
Sedangkan untuk mengatasi kebakaran juga dibagi menjadi dua, yaitu didalam ruangan dan diluar ruangan. Cara mengatasi kebakaran didalam ruangan yaitu segeralah berteriak lalu cari alarm kebakaran dan APAR terdekat kemudian nyalakan alarm kebakaran dan padamkan api dengan APAR tsb, jika api terlalu besar maka hubungi K3L (karena kita berada diwilayah ITB) dan untuk menjaga-jaga maka selalu kenali ruangan secara detail. Di luar ruangan, kita bisa menghubungi K3L dengan segera. tetap berwaspadalah dimanapun dan kapanpun kita berada karena kita tak pernah mengetahui kapan bencana tersebut akan terjadi.
RESUME MATERI OSKM 2013 '24 Agustus 2013
Davin Sigmund
Visi berdasarkan ke-Tuhanan
Tujuan dari hidup kita yaitu, berlandas kepada Tuhan dan kita menjalani hidup untuk beribadah kepada-Nya. Bahwa kita ada di dunia ini untuk suatu pencapaian.
Kolaborasi
Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi beberapa elemen yang terkait baik individu, lembaga dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat. Nilai-nilai yang mendasari sebuah kolaborasi adalah tujuan yang sama, kesamaan persepsi, kemauan untuk berproses, saling memberikan manfaat, kejujuran, kasih sayang serta berbasis masyarakat.
Dalam sebuah kerjasama bisa saja terjadi sebuah konflik diantara kedua belah pihak, berikut ini adalah beberapa jenis management konflik antara lain : lose-lose, win-lose, win-win. berikut saya akan meberikan contoh win win solution, misalnya pada saat penertiban PKL di suatu tempat di tengah kota. dalam hal ini pihak pemkot merelokasikan para pedagang PKL ke tempat yang lebih layak dan tidak menyebabkan macet tetapi dilain pihak pemkot dapat melakukan penghijauan dikawasan bekas PKL dulunya berjualan dan dapat mengurangi kemacetan di daerah tersebut.
Berikut ini ada beberapa cara untuk menyelesaikan sebuah konflik antara lain :
1. Bargaining approach
Dimana ada tawar menawar diantara kedua belah pihak dan dapat menghasilkan sebuah keputusan dimana keputusan tersebut dapat menyelesaikan konflik sebelumnya
2. Breaucrating approach
Dimana ada konflik dan cara penyelesaian dengan membuat sistem atasan dan bawahan, sehingga dengan sistem tersebut konflik diharapkan dapat terselesaikan
3. Systemic approach
Dimana dalam kondisi ini sistem ke atas dan ke bawah yaitu bargaining sistem dan birocrating sistem tidak dapat bekerja dengan sempurna, maka jalan satusatunya adalah dihentikan semua sistemnya
Cinta Tanah Air, Wawasan Kebangsaan
1. Identitas bangsa
Identitas bangsa merupakan ciri khas yang membedakan suatu bangsa dengan bangsa yang lain, contohnya Garuda, Pancasila, Bahasa Indonesia, dll
2. Wujud cinta tanah air
Kita bisa mewujudkan rasa cinta tanah air kita, Indonesia dengan cara mengapresiasi budaya, contohnya adalah mengenal dan melestarikan budaya di daerah asal kita atau dengan menggunakan produk dalam negri.
3. Realitas bangsa
Merupakan suasana, kondisi, ataupun kehidupan yang nyata, sungguh-sungguh terjadi di sekitar kita, contohnya seperti kepadatan penduduk, korupsi, dsb
4. Visi kebangsaan
Visi merupakan suatu pandangan atau tujuan yang akan kita capai, dalam hal ini kita perlu memiliki visi kebangsaan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.
Urgensi Kemahasiswaan
Di Urgensi Kemahasiswaan itu dijelaskan bahwa mahasiswa memiliki 3 poin penting yang disebut ‘popope’ yaitu posisi: mahasiswa sebagai masyarakat sipil yang terpelajar, potensi: benih-benih talenta seperti kritits, kreatif, idealis, serta peran: iron stock (besi yang siap ditempa), guardian of value (penjaga nilai-nilai dan budaya bangsa), serta agent of change (pembawa perubahan).
Tri Dharma Perguruan Tinggi
Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu:
1. Pendidikan dan Pengajaran.
2.Peneletian dan Pengembangan.
3.Pengabdian Masyarakat.
Budaya Kampus
Materi tentang budaya kampus yang dibawa oleh sang Presiden Kabinet KM sekarang yaitu peduli lingkungan, integritas akademik, diskusi, apresiasi, wawasan kebangsaan, inovasi, kewirausahaan, mahasiswa dekat dengan masyarakat, mahasiswa dekat dengan alam, mau jadi pemimpin, serta menulis (jumlahnya 11).
Visi berdasarkan ke-Tuhanan
Tujuan dari hidup kita yaitu, berlandas kepada Tuhan dan kita menjalani hidup untuk beribadah kepada-Nya. Bahwa kita ada di dunia ini untuk suatu pencapaian.
Kolaborasi
Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi beberapa elemen yang terkait baik individu, lembaga dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat. Nilai-nilai yang mendasari sebuah kolaborasi adalah tujuan yang sama, kesamaan persepsi, kemauan untuk berproses, saling memberikan manfaat, kejujuran, kasih sayang serta berbasis masyarakat.
Dalam sebuah kerjasama bisa saja terjadi sebuah konflik diantara kedua belah pihak, berikut ini adalah beberapa jenis management konflik antara lain : lose-lose, win-lose, win-win. berikut saya akan meberikan contoh win win solution, misalnya pada saat penertiban PKL di suatu tempat di tengah kota. dalam hal ini pihak pemkot merelokasikan para pedagang PKL ke tempat yang lebih layak dan tidak menyebabkan macet tetapi dilain pihak pemkot dapat melakukan penghijauan dikawasan bekas PKL dulunya berjualan dan dapat mengurangi kemacetan di daerah tersebut.
Berikut ini ada beberapa cara untuk menyelesaikan sebuah konflik antara lain :
1. Bargaining approach
Dimana ada tawar menawar diantara kedua belah pihak dan dapat menghasilkan sebuah keputusan dimana keputusan tersebut dapat menyelesaikan konflik sebelumnya
2. Breaucrating approach
Dimana ada konflik dan cara penyelesaian dengan membuat sistem atasan dan bawahan, sehingga dengan sistem tersebut konflik diharapkan dapat terselesaikan
3. Systemic approach
Dimana dalam kondisi ini sistem ke atas dan ke bawah yaitu bargaining sistem dan birocrating sistem tidak dapat bekerja dengan sempurna, maka jalan satusatunya adalah dihentikan semua sistemnya
Cinta Tanah Air, Wawasan Kebangsaan
1. Identitas bangsa
Identitas bangsa merupakan ciri khas yang membedakan suatu bangsa dengan bangsa yang lain, contohnya Garuda, Pancasila, Bahasa Indonesia, dll
2. Wujud cinta tanah air
Kita bisa mewujudkan rasa cinta tanah air kita, Indonesia dengan cara mengapresiasi budaya, contohnya adalah mengenal dan melestarikan budaya di daerah asal kita atau dengan menggunakan produk dalam negri.
3. Realitas bangsa
Merupakan suasana, kondisi, ataupun kehidupan yang nyata, sungguh-sungguh terjadi di sekitar kita, contohnya seperti kepadatan penduduk, korupsi, dsb
4. Visi kebangsaan
Visi merupakan suatu pandangan atau tujuan yang akan kita capai, dalam hal ini kita perlu memiliki visi kebangsaan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.
Urgensi Kemahasiswaan
Di Urgensi Kemahasiswaan itu dijelaskan bahwa mahasiswa memiliki 3 poin penting yang disebut ‘popope’ yaitu posisi: mahasiswa sebagai masyarakat sipil yang terpelajar, potensi: benih-benih talenta seperti kritits, kreatif, idealis, serta peran: iron stock (besi yang siap ditempa), guardian of value (penjaga nilai-nilai dan budaya bangsa), serta agent of change (pembawa perubahan).
Tri Dharma Perguruan Tinggi
Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu:
1. Pendidikan dan Pengajaran.
2.Peneletian dan Pengembangan.
3.Pengabdian Masyarakat.
Budaya Kampus
Materi tentang budaya kampus yang dibawa oleh sang Presiden Kabinet KM sekarang yaitu peduli lingkungan, integritas akademik, diskusi, apresiasi, wawasan kebangsaan, inovasi, kewirausahaan, mahasiswa dekat dengan masyarakat, mahasiswa dekat dengan alam, mau jadi pemimpin, serta menulis (jumlahnya 11).
Resume seluruh materi OSKM 2013
Visi kehidupan berdasarkan ketuhanan
Dengan logika bahwa tidak ada hal yang terciptakan dengan sendirinya, Tuhan pasti ada. Kita dapat hidup karena Tuhan, dapat belajar karena Tuhan. Maka dari itu, kita semestinya memiliki tujuan jangka panjang atau visi berdasarkan ketuhanan. "Kau dilahirkan untuk membawa apa ke dunia?"
Kolaborasi
Kolaborasi dapat di definisikan dengan penggabungan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama yaitu memencahkan masalah, menciptakan sesuatu, dan menemukan sesuatu karena berhadapan dengan berbagai rintangan seperti skill, waktu, biaya, kompetisi, dan kearifan konvensional. Kolaborasi meliputi empat point penting:
-Team building : pembentukan kelompok kerja sama yang kompak
-Sejarah penggerakan : mepelajari masa lalu supaya belajar sari pengalaman
-Manajemen konflik : cara menyelesaikan konflik
1)antarpersonal
#win-win: semua merasa diuntungkan oleh solusi yang diberikan pihak ke-3
#lose-win: salah satu dari dua pihak merasa dirugakan dan yang satunya lagi merasa diuntungkan
#lose-lose : kedua belah pihak merasa dirugikan dari keputusan pihak penengah
2) Organisasi
#bargain approach : memberi solusi agar mengefektivitaskan kerja sumber daya baik dengan pengorbanan kecil maupun besar.
#bureaucratic approach : menggunakan posisi bedasarkan kedudukan tertinggi atau yang berkuasa untuk menyelesaikan konflik bawahannya.
#system approach :cara terakhir menyelesaikan masalah seperti menggunakan seleksi yang ketat agar dapat meraih kelompok yang kompeten
Cinta tanah air
1) identitas bangsa : mengetahui kekhasan bangsa diri dari bangsa lain
2) wujud cinta : mewujudkan cintanya dengan menggunakan produk lokal dan melestarikan budaya masing masing
3) realita bangsa : kenyataan yang terjadi pada bangsa yang positif dan negatif.
4) visi kebangsaan : memiliki tujuan yang memajukan dan mendahulukan bangsa
Urgency kemahasiswaan
POPOPE
potensi : kritis, idealis, bersemangat independen, kreatif, bervariasi, jaringan
posisi : masyarakat dibagi tiga bagian
-ekonomi : mengembangkan kehidupan ekonomi untuk diri sendiri
-politik : memperjuangkan posisi atau kedudukan
-sipil : meperjuangkan kepentingan bangsa
Mahasiswa merupakan irisan ketiga bagian masyarakt tersebut.
peran: agent of change, iton stock, guardian of value
Tri Dharma mahasiswa
1)pendidikan dan pengajaran
2)penelitian dan pengembangan
3)pengabdian kepada masyarakat
Budaya kampus
budaya yang dikembangkan dalam kampus dan harus dibudayakan.
1)Diskusi
2)Peduli lingkungan
3)Integritas akademik
4)Wawasan masyarakat
5)Apresiasi
6)Inovasi
7)Menulis
8)Berkeinginan menjadi pemimpin
9)Kewirausahaan
10)Budaya mahasiswa dekat dengan lingkungan
11)Budaya mahasiswa dekat dengan masyarakat
Oleh Riffanu Putri
Visi kehidupan berdasarkan ketuhanan
Dengan logika bahwa tidak ada hal yang terciptakan dengan sendirinya, Tuhan pasti ada. Kita dapat hidup karena Tuhan, dapat belajar karena Tuhan. Maka dari itu, kita semestinya memiliki tujuan jangka panjang atau visi berdasarkan ketuhanan. "Kau dilahirkan untuk membawa apa ke dunia?"
Kolaborasi
Kolaborasi dapat di definisikan dengan penggabungan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama yaitu memencahkan masalah, menciptakan sesuatu, dan menemukan sesuatu karena berhadapan dengan berbagai rintangan seperti skill, waktu, biaya, kompetisi, dan kearifan konvensional. Kolaborasi meliputi empat point penting:
-Team building : pembentukan kelompok kerja sama yang kompak
-Sejarah penggerakan : mepelajari masa lalu supaya belajar sari pengalaman
-Manajemen konflik : cara menyelesaikan konflik
1)antarpersonal
#win-win: semua merasa diuntungkan oleh solusi yang diberikan pihak ke-3
#lose-win: salah satu dari dua pihak merasa dirugakan dan yang satunya lagi merasa diuntungkan
#lose-lose : kedua belah pihak merasa dirugikan dari keputusan pihak penengah
2) Organisasi
#bargain approach : memberi solusi agar mengefektivitaskan kerja sumber daya baik dengan pengorbanan kecil maupun besar.
#bureaucratic approach : menggunakan posisi bedasarkan kedudukan tertinggi atau yang berkuasa untuk menyelesaikan konflik bawahannya.
#system approach :cara terakhir menyelesaikan masalah seperti menggunakan seleksi yang ketat agar dapat meraih kelompok yang kompeten
Cinta tanah air
1) identitas bangsa : mengetahui kekhasan bangsa diri dari bangsa lain
2) wujud cinta : mewujudkan cintanya dengan menggunakan produk lokal dan melestarikan budaya masing masing
3) realita bangsa : kenyataan yang terjadi pada bangsa yang positif dan negatif.
4) visi kebangsaan : memiliki tujuan yang memajukan dan mendahulukan bangsa
Urgency kemahasiswaan
POPOPE
potensi : kritis, idealis, bersemangat independen, kreatif, bervariasi, jaringan
posisi : masyarakat dibagi tiga bagian
-ekonomi : mengembangkan kehidupan ekonomi untuk diri sendiri
-politik : memperjuangkan posisi atau kedudukan
-sipil : meperjuangkan kepentingan bangsa
Mahasiswa merupakan irisan ketiga bagian masyarakt tersebut.
peran: agent of change, iton stock, guardian of value
Tri Dharma mahasiswa
1)pendidikan dan pengajaran
2)penelitian dan pengembangan
3)pengabdian kepada masyarakat
Budaya kampus
budaya yang dikembangkan dalam kampus dan harus dibudayakan.
1)Diskusi
2)Peduli lingkungan
3)Integritas akademik
4)Wawasan masyarakat
5)Apresiasi
6)Inovasi
7)Menulis
8)Berkeinginan menjadi pemimpin
9)Kewirausahaan
10)Budaya mahasiswa dekat dengan lingkungan
11)Budaya mahasiswa dekat dengan masyarakat
Oleh Riffanu Putri
Resume Keseluruhan Materi OSKM
I. Visi berdasarkan ketuhanan, yang berarti tujuan hidup kita berlandas kepada kepercayaan bahwa Tuhan itu ada dan kita semata-mata menjalani hidup untuk beribadah kepada-Nya. Bahwa kita dilahirkan untuk suatu pencapaian.
II. Kolaborasi, yang merupakan penggabungan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Tujuannya adalah untuk memecahkan masalah, menciptakan sesuatu, dan menemukan sesuatu yang baru saat meng-overcome berbagai hambatan, di antaranya skill, biaya, kompetisi, waktu, serta kearifan konvensional. Terdapat beberapa hal penting yang harus digarisbawahi dalam kolaborasi, yaitu:
1. Team building, yang merupakan proses pembentukan sebuah tim solid.
2. Sejarah pergerakan, di mana kita dapat menjadikannya sebagai bahan pembelajaran.
3. Manajemen konflik, yaitu pengaturan terhadap masalah/hambatan, baik antar individu (dapat dilakukan solusi win-win, win-lose, atau lose-lose), maupun di dalam organisasi (dapat dilakukan solusi bargaining approach/pengefektifan sumber daya, system approach/seleksi, ataupun secara birokratis).
III. Cinta tanah air, dengan empat poin penting sebagai berikut:
1. Identitas bangsa
2. Wujud cinta tanah air
3. Realitas bangsa
4. Visi kebangsaan
Pengimplementasiannya dapat dilakukan mulai dari hal-hal yang kecil, dari diri sendiri, di kehidupan sehari-hari.
IV. Urgensi kemahasiswaan yang memiliki falsafah "popope" (posisi, potensi, peran). Posisi kita sebagai mahasiswa di tengah masyarakat terletak di dalam irisan antara masyarakat ekonomi, masyarakat politik, dan masyarakat sipil, sehingga kita memiliki kesempatan untuk meng-approach ketiganya. Potensi mahasiswa beragam, kita pada seharusnya menjadi generasi yang kritis, idealis, independen, bersemangat, kreatif, berkemampuan untuk networking secara luas dengan ilmu yang bervariatif. Peran kita sebagai mahasiswa adalah di antaranya sebagai agent of change, guardian of value, dan iron stock. Tujuan utama dari mahasiswa terdapat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.
V. Budaya kampus yang mana di tiap kepengurusan kabinetnya berbeda. Tahun ini, di bawah pimpinan Presiden KM Nyoman, di dalam budaya kampus ITB ada 11 poin penting, yaitu diskusi, peduli lingkungan baik sosial maupun alam, intergritas akademik, wawasan kebangsaan, apresiasi, inovasi, kewirausahaan, menulis, berkeinginan menjadi pemimpin, budaya mahasiswa dekat dengan masyarakat, dan budaya mahasiswa dekat dengan alam.
(Oleh: Fikrianti S. - 16213134)
II. Kolaborasi, yang merupakan penggabungan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Tujuannya adalah untuk memecahkan masalah, menciptakan sesuatu, dan menemukan sesuatu yang baru saat meng-overcome berbagai hambatan, di antaranya skill, biaya, kompetisi, waktu, serta kearifan konvensional. Terdapat beberapa hal penting yang harus digarisbawahi dalam kolaborasi, yaitu:
1. Team building, yang merupakan proses pembentukan sebuah tim solid.
2. Sejarah pergerakan, di mana kita dapat menjadikannya sebagai bahan pembelajaran.
3. Manajemen konflik, yaitu pengaturan terhadap masalah/hambatan, baik antar individu (dapat dilakukan solusi win-win, win-lose, atau lose-lose), maupun di dalam organisasi (dapat dilakukan solusi bargaining approach/pengefektifan sumber daya, system approach/seleksi, ataupun secara birokratis).
III. Cinta tanah air, dengan empat poin penting sebagai berikut:
1. Identitas bangsa
2. Wujud cinta tanah air
3. Realitas bangsa
4. Visi kebangsaan
Pengimplementasiannya dapat dilakukan mulai dari hal-hal yang kecil, dari diri sendiri, di kehidupan sehari-hari.
IV. Urgensi kemahasiswaan yang memiliki falsafah "popope" (posisi, potensi, peran). Posisi kita sebagai mahasiswa di tengah masyarakat terletak di dalam irisan antara masyarakat ekonomi, masyarakat politik, dan masyarakat sipil, sehingga kita memiliki kesempatan untuk meng-approach ketiganya. Potensi mahasiswa beragam, kita pada seharusnya menjadi generasi yang kritis, idealis, independen, bersemangat, kreatif, berkemampuan untuk networking secara luas dengan ilmu yang bervariatif. Peran kita sebagai mahasiswa adalah di antaranya sebagai agent of change, guardian of value, dan iron stock. Tujuan utama dari mahasiswa terdapat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.
V. Budaya kampus yang mana di tiap kepengurusan kabinetnya berbeda. Tahun ini, di bawah pimpinan Presiden KM Nyoman, di dalam budaya kampus ITB ada 11 poin penting, yaitu diskusi, peduli lingkungan baik sosial maupun alam, intergritas akademik, wawasan kebangsaan, apresiasi, inovasi, kewirausahaan, menulis, berkeinginan menjadi pemimpin, budaya mahasiswa dekat dengan masyarakat, dan budaya mahasiswa dekat dengan alam.
(Oleh: Fikrianti S. - 16213134)
Langganan:
Komentar (Atom)
